Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 1010 tentang Doa malaikat untuk orang yang berinfak dan menahan harta

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kabar gembira yang sangat agung dari Nabi ﷺ tentang keutamaan berinfak di jalan Allah. Setiap pagi, dua malaikat berdoa: satu mendoakan kebaikan dan ganti yang berlimpah bagi orang yang berinfak, dan yang lain mendoakan kebinasaan bagi orang yang menahan hartanya dari kebaikan. Ini menunjukkan bahwa sedekah tidak pernah mengurangi harta, justru Allah akan menggantinya, sementara sifat kikir dan menahan harta dari hak Allah adalah sebab kehancuran.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Zakat, Bab "Tentang Pengeluaran dan Penahanan" (no. 1010), dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Lafazhnya:

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

"Tidak ada satu hari pun di mana para hamba (Allah) bangun di pagi hari, melainkan dua malaikat turun, lalu salah satunya berkata: 'Ya Allah, berikanlah kepada orang yang berinfak ganti yang baik', dan yang lainnya berkata: 'Ya Allah, berikanlah kebinasaan kepada orang yang menahan (hartanya).'"

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 1442) dan Imam Ahmad dalam Musnad-nya (no. 7338) dengan lafazh yang semakna.

Dalil Al-Qur'an yang Terkait:

Allah Ta'ala berfirman:

وَمَا أَنفَقْتُم مِّن شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

"Dan apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah sebaik-baik pemberi rezeki." (QS. Saba' [34]: 39)

Kaitan dengan Ulama:

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "خَلَفًا" (ganti) adalah Allah akan memberikan ganti di dunia dan pahala di akhirat. Adapun makna "تَلَفًا" (kebinasaan) adalah doa agar hartanya binasa dan tidak diberkahi, serta ia sendiri binasa karena sifat kikirnya.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:

1. Keutamaan Berinfak dan Bahaya Sifat Kikir

Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah rahimahullah dalam kitabnya 'Uddatush Shabirin menjelaskan bahwa infak adalah bukti kejujuran iman seorang hamba. Orang yang berinfak berarti ia meyakini bahwa apa yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal daripada apa yang ada di tangannya. Sebaliknya, orang yang menahan hartanya dari kebaikan menunjukkan lemahnya keyakinannya kepada janji Allah.

2. Makna "Ganti yang Baik" (خَلَفًا)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa ganti dari Allah itu bermacam-macam:

  • Ganti di dunia berupa harta yang lebih banyak dan berkah
  • Ganti berupa kesehatan, ketenangan hati, dan kebahagiaan
  • Ganti yang paling utama adalah pahala di akhirat yang kekal

3. Makna "Kebinasaan" (تَلَفًا)

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa doa malaikat ini adalah doa yang mustajab. Orang yang menahan hartanya dari kewajiban dan anjuran syariat akan kehilangan keberkahan hartanya, hartanya bisa binasa atau hilang tanpa manfaat, dan yang lebih parah adalah binasanya hati karena cinta dunia.

4. Kedua Malaikat yang Turun Setiap Pagi

Imam an-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa kedua malaikat ini turun dengan izin Allah untuk menyaksikan amal manusia di pagi hari dan mendoakan mereka. Ini menunjukkan perhatian besar Allah terhadap hamba-Nya yang berinfak dan peringatan keras bagi yang menahan hartanya.

5. Pelajaran tentang Adab dan Akhlak

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarah Riyadhus Shalihin menekankan bahwa hadits ini mengajarkan kita untuk tidak pelit dalam kebaikan. Sifat pemurah adalah akhlak para nabi dan orang-orang shalih, sedangkan sifat kikir adalah akhlak yang tercela dan penyebab kehancuran.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa 'Utsman bin 'Affan radhiyallahu 'anhu pada masa kekeringan yang melanda Madinah, datanglah kafilah dagang miliknya yang membawa makanan. Para pedagang menawarinya keuntungan berlipat ganda, namun beliau berkata: "Aku ditawari keuntungan yang lebih besar oleh Allah." Lalu beliau membeli seluruh muatan kafilah itu dan menyedekahkannya kepada penduduk Madinah yang membutuhkan.

Ketika Nabi ﷺ mendengar kabar itu, beliau bersabda: "Utsman telah membeli surga dengan hartanya" (HR. at-Tirmidzi, dan dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani). Ini adalah contoh nyata bagaimana Allah mengganti infak dengan ganti yang jauh lebih baik, baik di dunia maupun di akhirat.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersemangatlah berinfak setiap hari, walau sedikit, karena setiap pagi malaikat mendoakan orang yang berinfak.
  2. Jauhilah sifat kikir, karena malaikat mendoakan kebinasaan bagi orang yang menahan hartanya dari kebaikan.
  3. Yakinlah bahwa harta tidak berkurang karena sedekah, justru Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik dan memberkahinya.
  4. Mulailah dari hal kecil, seperti sedekah harian, membantu tetangga, atau memberi makan orang yang membutuhkan.
  5. Perbanyak doa agar Allah menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang dermawan, bukan golongan orang-orang yang kikir.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.