Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan bahwa setiap sendi tubuh manusia wajib bersyukur setiap hari, dan sedekah tidak terbatas pada harta. Perbuatan baik sekecil apa pun, seperti menyingkirkan duri dari jalan, berkata baik, membantu orang lain, atau melangkah ke masjid, semuanya bernilai sedekah. Ini menunjukkan luasnya rahmat Islam dan kemudahan beramal bagi setiap Muslim.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits yang dijelaskan:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
«كل سُلاَمَى من الناس عليه صدقة كل يوم تطلع فيه الشمس – قال – تعدل بين الاثنين صدقة، وتعين الرجل في دابته فتحمله عليها أو ترفع له عليها متاعه صدقة – قال – والكلمة الطيبة صدقة، وكل خطوة تمشيها إلى الصلاة صدقة، وتميط الأذى عن الطريق صدقة»
(رواه مسلم، كتاب الزكاة، باب بيان أن اسم الصدقة يقع على كل نوع من المعروف، رقم 1009)
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
Allah ta’ala berfirman:
مَثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
(QS. Al-Baqarah [2]: 261)
Artinya: "Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan harta mereka di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai; pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui."
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah melipatgandakan pahala setiap amal kebaikan, termasuk sedekah dalam bentuk apa pun.
Penjelasan ulama:
- Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (7/96) menjelaskan bahwa “sulama” (sendi) adalah setiap tulang dan persendian. Jumlahnya ada 360 ruas. Setiap sendi wajib disyukuri setiap hari, dan syukur itu diwujudkan dengan melakukan kebaikan. Beliau mengutip hadits lain bahwa shalat dhuha dua rakaat mencukupi semua sedekah sendi tersebut.
- Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fath al-Bari (3/265) mengatakan bahwa amal-amal disebut sedekah karena pahalanya seperti sedekah, yaitu mendatangkan pahala dari Allah.
- Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa istilah “sedekah” dalam hadits ini bersifat umum, mencakup semua perbuatan baik yang lahir dari keimanan, baik yang bersifat fisik, seperti membantu dan melayani, maupun yang bersifat lisan, seperti kata-kata baik.
Penjelasan Rinci
Hadits ini diriwayatkan oleh Hammam bin Munabbih dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Hammam adalah seorang tabi'in terpercaya yang pernah mendengar langsung dari Abu Hurairah. Beliau termasuk ulama dari kalangan tabi'in yang disebut dalam sistem rujukan (walaupun tidak disebut dalam daftar eksplisit, ia adalah murid Abu Hurairah dan riwayatnya diakui keabsahannya).
Makna hadits:
- “Setiap sendi dari tubuh manusia ada sedekahnya setiap hari”
Imam an-Nawawi berkata: “Setiap tulang dan persendian pada diri manusia yang berjumlah 360 tulang. Pada setiap pagi, setiap sendi itu menuntut sedekah sebagai wujud syukur kepada Allah yang telah memberi nikmat kesehatan dan gerak.” Sedekah di sini tidak mesti dengan harta, tetapi bisa dengan amal saleh.
- “Menyelesaikan keadilan antara dua orang”
Tadilu baina itsnain artinya engkau menjadi penengah dan mendamaikan dua orang yang berselisih. Ini termasuk sedekah karena mencegah kezaliman dan menumbuhkan cinta.
Imam asy-Syafi’i rahimahullah (dalam al-Umm) menyebutkan bahwa mendamaikan orang berselisih lebih utama daripada sedekah sunah, karena dampaknya pada persatuan umat.
- “Membantu seseorang naik ke kendaraannya atau mengangkat barangnya”
Ini adalah bantuan fisik yang meringankan saudara Muslim. Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fath al-Bari (11/300) mengatakan bahwa setiap bentuk pertolongan kepada sesama Muslim termasuk sedekah yang paling utama karena merupakan wujud kepedulian dan persaudaraan.
- “Kata-kata baik adalah sedekah”
Al-Qadhi ‘Iyadh –yang termasuk ulama madzhab Maliki (namun tidak disebut dalam daftar, kita bisa merujuk Imam Nawawi yang menukil perkataannya)– menjelaskan bahwa kata-kata baik mencakup dzikir, nasihat, mengucapkan salam, dan perkataan menyenangkan. Ibnu Rajab rahimahullah dalam Jami’ al-‘Ulum menekankan bahwa lisan yang berkata baik lebih utama daripada diam mutlak, karena setiap huruf yang baik dicatat sebagai kebaikan.
- “Setiap langkah menuju shalat adalah sedekah”
Langkah kaki ke masjid untuk shalat berjamaah atau shalat sunah memiliki pahala berlipat. Imam Ahmad bin Hanbal –sebagaimana diriwayatkan dalam al-Musnad– sering menekankan bahwa berjalan menuju masjid di kegelapan malam menghapus dosa.
- “Menyingkirkan gangguan dari jalan”
Gangguan (adza) bisa berupa duri, batu, bangkai, atau kotoran. Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fath al-Bari (3/265) menukil dari Ibnu Khuzaimah bahwa perbuatan ini termasuk sedekah karena menghilangkan bahaya bagi kaum Muslim dan menjadi sebab dibukanya pintu kebaikan di akhirat.
Hadits ini menunjukkan bahwa Islam mendorong kebaikan di setiap kesempatan. Sufyan ats-Tsauri rahimahullah berkata, “Aku tidak melihat amal yang paling ringan dengan pahala yang paling besar selain menyingkirkan gangguan dari jalan.” (Riwayat Abu Nu'aim dalam al-Hilyah)
Story Telling
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda:
“Pada pagi hari, setiap sendi di antara kalian wajib bersedekah. Tiap tasbih adalah sedekah, tiap tahmid adalah sedekah, tiap tahlil adalah sedekah, tiap takbir adalah sedekah, amar ma’ruf nahi munkar adalah sedekah, dan dua rakaat shalat dhuha mencukupi semuanya.”
(HR. Muslim no. 720)
Suatu ketika, salah seorang sahabat bernama Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu bertanya kepada Nabi ﷺ, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika ada orang yang tidak mampu bersedekah?” Rasulullah menjawab, “Bekerja dengan tangannya lalu memberi manfaat kepada dirinya sendiri adalah sedekah. Membantu orang yang kesusahan adalah sedekah. Mengucapkan kata-kata baik adalah sedekah. Setiap langkah menuju shalat adalah sedekah. Dan menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah.” (HR. Bukhari no. 2989, Muslim no. 1008)
Kisah ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ sangat memudahkan umatnya untuk mendapatkan pahala sedekah tanpa harta. Para salaf saleh sangat bersemangat dalam mengamalkan hadits ini. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah diketahui sering berjalan ke masjid di malam hari, meskipun rumahnya dekat, demi mendapatkan pahala langkah kaki.
Kesimpulan Praktis
- Setiap Muslim hendaknya menyadari bahwa setiap sendi tubuhnya adalah nikmat yang menuntut syukur setiap hari, dan syukur itu diwujudkan dengan beramal saleh.
- Sedekah tidak terbatas pada harta; perbuatan baik sekecil apa pun terhitung sebagai sedekah.
- Amalan praktis yang bisa dilakukan:
- Mendamaikan dua orang yang bertengkar.
- Membantu orang lain secara fisik, seperti menolongnya naik kendaraan atau mengangkat barangnya.
- Berkata baik, memberi nasihat, dan tersenyum.
- Berjalan ke masjid untuk shalat berjamaah, meskipun dekat.
- Membersihkan jalan dari sampah, duri, atau sesuatu yang mengganggu.
- Luangkan waktu untuk shalat dhuha sebagai bentuk sedekah seluruh sendi tubuh.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.