Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan bahwa tubuh manusia memiliki 360 sendi, dan setiap sendi memiliki hak untuk disyukuri. Cara mensyukurinya bukan hanya dengan shalat atau zakat, tetapi dengan setiap kebaikan yang kita lakukan—baik itu dzikir kepada Allah, menyingkirkan gangguan dari jalan, menyuruh kebaikan, atau mencegah kemungkaran. Ini menunjukkan betapa luasnya pintu kebaikan dan betapa mudahnya kita selamat dari api neraka jika kita mengisi hari-hari kita dengan amal-amal kecil yang ikhlas.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Zakat, Bab "Penjelasan bahwa Nama Sedekah Mencakup Setiap Jenis Kebaikan", nomor 1007, dari sahabat Aisyah radhiyallahu 'anha.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّهُ خُلِقَ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنْ بَنِي آدَمَ عَلَى سِتِّينَ وَثَلَاثِمِائَةِ مَفْصِلٍ، فَمَنْ كَبَّرَ اللَّهَ وَحَمِدَ اللَّهَ وَهَلَّلَ اللَّهَ وَسَبَّحَ اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ اللَّهَ، وَعَزَلَ حَجَرًا عَنْ طَرِيقِ النَّاسِ أَوْ شَوْكَةً أَوْ عَظْمًا عَنْ طَرِيقِ النَّاسِ، وَأَمَرَ بِمَعْرُوفٍ أَوْ نَهَى عَنْ مُنْكَرٍ، عَدَدَ تِلْكَ السِّتِّينَ وَالثَّلَاثِمِائَةِ السُّلَامَى، فَإِنَّهُ يَمْشِي يَوْمَئِذٍ وَقَدْ زَحْزَحَ نَفْسَهُ عَنِ النَّارِ
Artinya: "Sesungguhnya setiap manusia dari anak Adam diciptakan dengan 360 sendi. Maka barangsiapa yang bertakbir kepada Allah, memuji Allah, bertahlil kepada Allah, bertasbih kepada Allah, dan memohon ampun kepada Allah, serta menyingkirkan batu dari jalan orang-orang, atau duri, atau tulang dari jalan orang-orang, dan menyuruh kepada kebaikan atau mencegah dari kemungkaran—sebanyak jumlah 360 sendi itu—maka pada hari itu ia berjalan dalam keadaan telah menjauhkan dirinya dari api neraka."
Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa agungnya syukur nikmat Allah. Setiap sendi adalah nikmat yang wajib disyukuri, dan syukur itu bisa dilakukan dengan amal-amal kebaikan yang beragam. Beliau juga menegaskan bahwa hadits ini adalah dalil bahwa semua amal kebaikan termasuk sedekah, sebagaimana judul bab yang dibuat oleh Imam Muslim.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:
Pertama: Nikmat 360 sendi adalah nikmat yang sangat besar.
Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam kitabnya Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menyebutkan bahwa manusia diciptakan dengan struktur tubuh yang sangat sempurna. Setiap sendi memiliki fungsi tersendiri—untuk bergerak, membungkuk, berdiri, dan lain-lain. Jika satu saja sendi rusak, manusia akan merasakan kesulitan yang luar biasa. Maka sudah sepantasnya kita bersyukur kepada Allah atas nikmat ini.
Kedua: Syukur nikmat dilakukan dengan amal kebaikan yang beragam.
Syeikh Abdurrahman as-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa syukur nikmat tidak harus dengan ibadah mahdhah (khusus) saja, tetapi bisa dengan:
- Dzikir lisan: takbir, tahmid, tahlil, tasbih, dan istighfar
- Amal sosial: menyingkirkan gangguan dari jalan
- Amar ma'ruf nahi mungkar
Ini semua adalah bentuk sedekah, sebagaimana sabda Nabi ﷺ dalam hadits lain: "Setiap kebaikan adalah sedekah" (HR. Bukhari dan Muslim).
Ketiga: Kemudahan Islam dan luasnya rahmat Allah.
Imam Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa mudahnya Islam. Allah tidak membebani hamba-Nya dengan ibadah yang berat, tetapi membuka pintu kebaikan yang sangat luas. Bahkan menyingkirkan duri dari jalan pun bisa menjadi sebab selamat dari neraka.
Keempat: Pentingnya menjaga hari-hari kita.
Frasa "maka ia berjalan pada hari itu" menunjukkan bahwa amal-amal ini dilakukan secara harian. Ini mengajarkan kita untuk tidak meremehkan kebaikan kecil, karena bisa menjadi tabungan keselamatan kita di akhirat.
Kelima: Hubungan dengan hadits "setiap sendi wajib bersedekah setiap hari".
Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Setiap sendi manusia wajib bersedekah setiap hari di mana matahari terbit." Hadits ini saling melengkapi—menjelaskan bahwa sedekah harian itu bisa berupa kebaikan apa saja, termasuk yang disebut dalam hadits Aisyah di atas.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Abu Dzar al-Ghifari radhiyallahu 'anhu bertanya kepada Rasulullah ﷺ: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku tidak mampu melakukan shalat malam dan puasa setiap hari." Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
"Bersedekahlah, niscaya itu mencukupimu. Karena setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, amar ma'ruf adalah sedekah, nahi mungkar adalah sedekah, dan pada salah satu dari kalian juga terdapat sedekah—yaitu hubungan suami istri." Para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah salah seorang dari kami melampiaskan syahwatnya lalu mendapat pahala?" Beliau menjawab: "Bagaimana menurut kalian jika ia melampiaskannya pada yang haram, bukankah ia berdosa? Maka begitu pula jika ia melampiaskannya pada yang halal, ia mendapat pahala." (HR. Muslim)
Kisah ini menunjukkan bahwa para sahabat pun merasa berat dengan ibadah tertentu, namun Nabi ﷺ mengajarkan bahwa pintu kebaikan sangat luas. Kita tidak perlu merasa putus asa jika belum mampu melakukan ibadah yang berat—mulailah dengan kebaikan-kebaikan kecil yang bisa kita lakukan setiap hari.
Kesimpulan Praktis
- Bersyukurlah atas nikmat tubuh yang sehat—setiap sendi adalah nikmat yang akan dimintai pertanggungjawaban.
- Perbanyak dzikir harian: takbir, tahmid, tahlil, tasbih, dan istighfar—semua ini adalah sedekah yang menyelamatkan.
- Jangan remehkan kebaikan kecil: menyingkirkan duri, batu, atau tulang dari jalan adalah amal yang bernilai di sisi Allah.
- Aktiflah dalam amar ma'ruf nahi mungkar sesuai kemampuan—dengan lisan, tulisan, atau setidaknya dengan hati.
- Jadikan setiap hari sebagai ladang amal—karena keselamatan dari neraka diraih dengan amal-amal harian yang konsisten.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.