Bab Keutamaan Tasbih
Shahih oleh Darussalam
haddatsana abu bakri ibnu abi syaybaha, haddatsana muhammadu ibnu bisyrin, haddatsana misarun, haddatsani muhammadu ibnu abdi arrahmani, an abi risydina, ani abni abbasin, an juwayriyaha, qalat marra biha rasulu allahi hina shalla alghadaha aw bada ma shalla alghadaha wahiya tadzkuru allaha farajaa hina artafaa annaharu - aw qala antashafa - wahiya kadzalika faqala " laqad qultu mundzu qumtu anki arbaa kalimatin tsalatsa marratin hiya aktsaru waarjahu - aw awzanu - mimma qulti subhana allahi adada khalqihi subhana allahi ridha nafsihi subhana allahi zinaha arsyihi subhana allahi midada kalimatihi ".
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bishr, telah menceritakan kepada kami Mis'ar, telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Abdul Rahman, dari Abu Rasyidin, dari Ibnu Abbas, dari Juwairiyah, ia berkata: "Rasulullah ﷺ lewat di dekatnya ketika beliau shalat subuh, atau setelah beliau shalat subuh, dan ia sedang mengingat Allah. Beliau kembali ketika matahari telah terbit - atau beliau (salah satu perawi) berkata, 'di tengah hari' - dan ia masih seperti itu. Beliau berkata: 'Aku telah mengucapkan empat kalimat, tiga kali, sejak aku meninggalkanmu, dan itu lebih besar dan lebih berat daripada apa yang kamu ucapkan. Mereka adalah: Subhan-Allahi 'adada khalqiha, Subhan-Allahi rida nafsihi, Subhan-Allahi zinata 'arshihi, Subhan-Allahi midada kalimatihi (Maha Suci Allah, sebanyak jumlah ciptaan-Nya, Maha Suci Allah, sebanyak yang menyenangkan-Nya, Maha Suci Allah, sebanyak berat Arsy-Nya, Maha Suci Allah, sebanyak tinta kalimat-Nya)."
Ringkasan, rujukan ulama, dan hikmah praktis