Bab Apa yang Dihalalkan bagi Pria Setelah Melempar Jumrah Aqabah
Shahih oleh Darussalam
haddatsana abu bakri ibnu abi syaybaha, waaliyyu ibnu muhammadin, qala haddatsana wakiun, h wahaddatsana abu bakri ibnu khaladin albahiliyyu, haddatsana yahya ibnu saidin, wawakiun, waabdu arrahmani ibnu mahdiyyin, qalu haddatsana sufyanu, an salamaha ibni kuhaylin, ani alhasani aluraniyyi, ani abni abbasin, qala idza ramaytumu aljamraha faqad halla lakum kullu syain ila annisaa. faqala lahu rajulun ya abna abbasin waatthibu faqala amma ana faqad raaytu rasula allahi yudhammikhu rasahu bialmiski afathibun dzalika am la.
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Shaibah dan Ali bin Muhammad, keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami Waki', dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Khalad al-Bahili, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id, dan Waki', dan Abdurrahman bin Mahdi, mereka berkata: Telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Salamah bin Kuhail, dari al-Hasan al-Uraani, dari Ibn Abbas, ia berkata: "Jika kalian telah melempar jumrah, maka semua hal menjadi halal bagi kalian kecuali istri-istri kalian." Seorang lelaki berkata kepadanya: "Wahai Ibn Abbas, bagaimana dengan wewangian?" Ia menjawab: "Saya melihat Rasulullah ﷺ mengharumkan kepalanya dengan minyak kesturi. Apakah itu termasuk wewangian atau tidak?"
Ringkasan, rujukan ulama, dan hikmah praktis