Bab Siapa yang Berhutang dan Berniat untuk Membayarnya
Hasan oleh Darussalam
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا عَبِيدَةُ بْنُ حُمَيْدٍ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ زِيَادِ بْنِ عَمْرِو بْنِ هِنْدٍ، عَنِ ابْنِ حُذَيْفَةَ، - هُوَ عِمْرَانُ - عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ، مَيْمُونَةَ قَالَ كَانَتْ تَدَّانُ دَيْنًا فَقَالَ لَهَا بَعْضُ أَهْلِهَا لاَ تَفْعَلِي وَأَنْكَرَ ذَلِكَ عَلَيْهَا قَالَتْ بَلَى إِنِّي سَمِعْتُ نَبِيِّي وَخَلِيلِي ﷺ يَقُولُ " مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدَّانُ دَيْنًا يَعْلَمُ اللَّهُ مِنْهُ أَنَّهُ يُرِيدُ أَدَاءَهُ إِلاَّ أَدَّاهُ اللَّهُ عَنْهُ فِي الدُّنْيَا " .
Diriwayatkan bahwa: Ibu para Mukmin Maimunah sering berhutang, dan beberapa keluarganya berkata: "Jangan lakukan itu," dan mereka mengecamnya karena itu. Ia berkata: "Tidak. Aku mendengar Nabiku ﷺ dan sahabatku berkata: 'Tidak ada seorang Muslim pun yang berhutang dan Allah (SWT) mengetahui bahwa ia berniat untuk membayarnya, melainkan Allah (SWT) akan membayarkannya untuknya di dunia.'"