Bab Keutamaan Orang yang Belajar Al-Qur'an dan Mengajarkannya
Shahih oleh Darussalam
haddatsana muhammadu ibnu bassyarin, wamuhammadu ibnu almutsanna, qala haddatsana yahya ibnu saidin, an syubaha, an qatadaha, an anasi ibni malikin, an abi musa alasyariyyi, ani annabiyyi qala " matsalu almumini adzi yaqrau alqurana kamatsali alutrujjahi thamuha thayyibun warihuha thayyibun wamatsalu almumini adzi la yaqrau alqurana kamatsali attamrahi thamuha thayyibun wala riha laha wamatsalu almunafiqi adzi yaqrau alqurana kamatsali arrayhanahi rihuha thayyibun wathamuha murrun wamatsalu almunafiqi adzi la yaqrau alqurana kamatsali alhanzhalahi thamuha murrun wala riha laha ".
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bashar dan Muhammad bin Al-Muthanna, mereka berkata: "Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id, dari Syub'ah, dari Qatadah, dari Anas bin Malik, dari Abu Musa Al-Ash'ari, bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Perumpamaan orang beriman yang membaca Al-Qur'an adalah seperti buah sitrun, rasanya enak dan baunya harum. Perumpamaan orang beriman yang tidak membaca Al-Qur'an adalah seperti kurma, rasanya enak tetapi tidak berbau. Perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur'an adalah seperti kemangi, baunya harum tetapi rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur'an adalah seperti buah harun, rasanya pahit dan tidak berbau."
Ringkasan, rujukan ulama, dan hikmah praktis