Bab Siapa yang Menghidupkan Sunnah yang Telah Dimatikan
Dha'if oleh Darussalam
haddatsana muhammadu ibnu yahya, haddatsana ismailu ibnu abi uwaysin, haddatsani katsiru ibnu abdi allahi, an abihi, an jaddihi, qala samitu rasula allahi yaqulu " man ahya sunnahan min sunnati qad umitat badi fainna lahu mina alajri mitsla ajri man amila biha mina annasi la yanqushu min ujuri annasi syayan wamani abtadaa bidahan la yardhaha allahu warasuluhu fainna alayhi mitsla itsmi man amila biha mina annasi la yanqushu min atsami annasi syayan ".
Kathir bin 'Abdullah meriwayatkan dari ayahnya, bahwa kakeknya berkata: 'Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 'Siapa yang menghidupkan sunnahku yang telah mati setelahku, maka baginya pahala yang setara dengan orang-orang yang mengamalkannya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan siapa yang memperkenalkan bid'ah yang tidak diridhai Allah dan Rasul-Nya, maka baginya dosa yang setara dengan orang-orang yang mengamalkannya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.'