Bab Apa yang Dikatakan Mengenai Ghibah dan Perkataan Kasar bagi Orang yang Berpuasa
Shahih oleh Darussalam
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ، أَنْبَأَنَا جَرِيرٌ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ " إِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ. فَإِنْ جَهِلَ عَلَيْهِ أَحَدٌ، فَلْيَقُلْ: إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ " .
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Apabila salah seorang di antara kalian berpuasa, maka janganlah ia berkata kotor atau berbuat bodoh. Jika ada yang mengajaknya berdebat, maka katakanlah: 'Sesungguhnya aku adalah orang yang berpuasa.'"