Bab Apa yang Dikatakan Mengenai Ghibah dan Perkataan Kasar bagi Orang yang Berpuasa

HR. Ibnu Majah no. 1691Shahih · Darussalam

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ، أَنْبَأَنَا جَرِيرٌ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ " إِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ. فَإِنْ جَهِلَ عَلَيْهِ أَحَدٌ، فَلْيَقُلْ: إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ " .

Cara baca (latin)

haddatsana muhammadu ibnu asshabbahi, anbaana jarirun, ani alamasyi, an abi shalihin, an abi hurayraha, qala: qala rasulu allahi " idza kana yawmu shawmi ahadikum fala yarfuts wala yajhal. fain jahila alayhi ahadun, falyaqul: inni amruun shaimun ".

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Apabila salah seorang di antara kalian berpuasa, maka janganlah ia berkata kotor atau berbuat bodoh. Jika ada yang mengajaknya berdebat, maka katakanlah: 'Sesungguhnya aku adalah orang yang berpuasa.'"