Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa setelah salam penutup shalat, Nabi ﷺ tidak langsung berdiri atau bergegas pergi, melainkan duduk sebentar sekadar membaca dzikir singkat: "Allahumma Antas-Salam wa minkas-salam, tabarakta ya Dzal-jalali wal-ikram." Ini mengajarkan kita adab berdzikir setelah shalat dengan tenang dan tidak terburu-buru, serta menetapkan bahwa dzikir ini disyariatkan setelah salam.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 924) dari Aisyah رضي الله عنها, dan juga terdapat dalam Shahih Muslim dari Aisyah dengan lafaz serupa. Imam an-Nawawi menyebutkannya dalam Syarh Shahih Muslim, dan Ibnu Hajar membahasnya dalam Fathul Bari.
Adapun dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan makna "As-Salam" sebagai nama Allah:
QS. Al-Hasyr [59]: 23
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
"Dialah Allah yang tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Merajai, Yang Maha Suci, Yang Maha Memberi Kesejahteraan (As-Salam), Yang Maha Memberi Keamanan, Yang Maha Mengatur, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Memaksa, Yang Maha Megah. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan."
Penjelasan Rinci
Makna hadits secara umum:
Aisyah رضي الله عنها menggambarkan bahwa setelah mengucapkan salam penutup shalat, Nabi ﷺ hanya duduk sejenak—sekadar waktu untuk membaca dzikir tersebut—kemudian beliau berdiri atau berpaling. Ini menunjukkan bahwa dzikir setelah salam adalah sunnah yang ringkas namun rutin, bukan duduk panjang yang memberatkan.
Pemahaman ulama dalam daftar:
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil disunnahkannya membaca "Allahumma Antas-Salam..." setelah salam, dan bahwa makna "As-Salam" adalah Allah Maha Pemberi keselamatan dan kedamaian. Beliau juga menyebut bahwa para ulama menganjurkan membaca dzikir ini sebelum dzikir-dzikir lain yang lebih panjang.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan kesunnahan memulai dzikir setelah shalat dengan pujian kepada Allah sebagai As-Salam, lalu dilanjutkan dengan dzikir lain seperti tasbih, tahmid, dan takbir.
- Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya tentang dzikir (Al-Wabil ash-Shayyib) menegaskan bahwa dzikir setelah shalat memiliki keutamaan besar dan hendaknya dilakukan dengan khusyuk serta tidak tergesa-gesa, mengikuti contoh Nabi ﷺ.
- Syaikh Abdurrahman as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa nama Allah "As-Salam" mengandung makna keselamatan dari segala kekurangan dan pemberian keselamatan kepada makhluk, sehingga pantas dijadikan pembuka dzikir setelah shalat.
Perbedaan pendapat:
Sebagian ulama membahas apakah dzikir ini dibaca sebelum atau sesudah istighfar (Astaghfirullah) tiga kali. Namun yang paling kuat menurut dalil adalah bahwa Nabi ﷺ memulai dengan istighfar kemudian membaca "Allahumma Antas-Salam..." sebagaimana disebutkan dalam Shahih Muslim. Ibnu Hajar menyebutkan bahwa urutan ini adalah yang paling shahih.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Aisyah رضي الله عنها, istri Nabi ﷺ yang paling memahami kebiasaan beliau di rumah, memperhatikan dengan teliti bagaimana Nabi ﷺ berdzikir setelah shalat. Beliau memperhatikan bahwa Nabi ﷺ tidak langsung berdiri, tetapi duduk sejenak membaca dzikir singkat itu. Dari pengamatan inilah umat Islam mengetahui sunnah ini. Hikmahnya: seorang mukmin hendaknya memperhatikan sunnah-sunnah kecil dalam ibadah, karena di situlah letak kecintaan kepada Nabi ﷺ dan kesempurnaan ibadah. (Sumber: Shahih Muslim dan Syarh an-Nawawi)
Kesimpulan Praktis
- Setelah salam penutup shalat, duduklah sejenak dan bacalah: "Allahumma Antas-Salam wa minkas-salam, tabarakta ya Dzal-jalali wal-ikram."
- Awali dzikir setelah shalat dengan istighfar, lalu dzikir ini, kemudian tasbih, tahmid, takbir, dan doa lainnya.
- Jangan tergesa-gesa berdiri atau pergi setelah salam; beri waktu sejenak untuk dzikir.
- Hayati makna "As-Salam": Allah adalah sumber keselamatan, maka mintalah keselamatan dunia dan akhirat.
- Ikuti sunnah Nabi ﷺ dalam urutan dan lafaz dzikir, karena ibadah itu tauqifiyyah (mengikuti contoh Nabi).
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.