Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ biasa mengucapkan salam ketika selesai shalat ke arah kanan dan ke arah kiri. Ini adalah salah satu bentuk tuntunan shalat yang diajarkan oleh para ulama, dan menjadi dasar bagi pendapat bahwa salam dalam shalat itu dua kali, ke kanan dan ke kiri.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Ibnu Majah:
Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda cantumkan):
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ السَّرِيِّ، عَنْ مُصْعَبِ بْنِ ثَابِتِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ، عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ـ ﷺ ـ كَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ يَسَارِهِ
Terjemahan: Dari Amir bin Sa'd, dari ayahnya (Sa'd bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu), bahwa Rasulullah ﷺ biasa mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.
Hadits-hadits lain yang senada:
- Hadits riwayat Imam Muslim dari sahabat 'Ammar bin Yasir radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Nabi ﷺ mengucapkan salam ke kanan dan ke kirinya: 'Assalamu'alaikum warahmatullah, Assalamu'alaikum warahmatullah'." (HR. Muslim no. 582)
- Hadits riwayat Imam Abu Dawud dari sahabat Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri hingga terlihat putih pipinya. (HR. Abu Dawud no. 996)
Kaitan dengan Ulama:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya. Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjadikan hadits-hadits ini sebagai dalil utama tentang tata cara salam dalam shalat.
Penjelasan Rinci
Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum dan tata cara salam dalam shalat, namun semuanya kembali kepada dalil-dalil dari hadits-hadits shahih.
- Pendapat Pertama (Mayoritas Ulama - Madzhab Syafi'i, Maliki, dan Hanbali): Salam dalam shalat dilakukan dua kali, yaitu ke kanan dan ke kiri. Ini adalah pendapat yang paling kuat berdasarkan banyaknya hadits shahih yang menjelaskan hal ini, di antaranya hadits dari Sa'd bin Abi Waqqash yang Anda tanyakan ini, serta hadits dari 'Ammar bin Yasir dan Ibnu Mas'ud. Imam Asy-Syafi'i rahimahullah dalam kitabnya Al-Umm menjelaskan bahwa salam dua kali ke kanan dan ke kiri adalah sunnah yang dilakukan oleh Nabi ﷺ secara kontinu.
- Pendapat Kedua (Madzhab Hanafi): Salam dalam shalat cukup satu kali ke arah depan (kanan sedikit). Pendapat ini berdalil dengan hadits dari sahabat 'Aisyah radhiyallahu 'anha yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwa Nabi ﷺ menutup shalatnya dengan satu salam. Namun, para ulama yang berpendapat salam dua kali menjelaskan bahwa hadits 'Aisyah ini tidak menafikan adanya salam kedua, karena bisa jadi beliau menceritakan salam yang pertama saja atau karena ada uzur tertentu.
Analisis dan Pendapat yang Lebih Kuat:
Pendapat yang lebih kuat dan lebih hati-hati adalah pendapat mayoritas ulama, yaitu salam dua kali ke kanan dan ke kiri. Ini karena banyaknya hadits shahih yang secara eksplisit menyebutkan hal tersebut, termasuk hadits yang Anda tanyakan. Adapun hadits satu salam dari 'Aisyah, para ulama seperti Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits tersebut tidak bertentangan dengan hadits-hadits salam dua kali, karena bisa jadi beliau menceritakan salam yang pertama saja atau karena ada uzur tertentu.
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari juga menguatkan pendapat bahwa salam dua kali adalah yang paling utama, karena banyaknya riwayat yang menyebutkan hal itu. Beliau juga menjelaskan bahwa perbedaan ini adalah perbedaan dalam masalah furu' (cabang) yang tidak perlu diperdebatkan secara keras, selama semua tata cara tersebut memiliki dalil.
Story Telling
Dahulu, para sahabat sangat memperhatikan detail shalat Nabi ﷺ. Suatu ketika, sahabat 'Ammar bin Yasir radhiyallahu 'anhu yang baru saja masuk Islam dan sangat cinta kepada Nabi ﷺ, memperhatikan dengan seksama bagaimana Nabi ﷺ mengucapkan salam. Beliau melihat Nabi ﷺ menoleh ke kanan hingga terlihat putih pipinya, lalu mengucapkan salam, kemudian menoleh ke kiri hingga terlihat putih pipinya yang lain, lalu mengucapkan salam lagi. 'Ammar kecil yang cerdas ini kemudian menceritakan apa yang dilihatnya kepada orang lain, dan dari sinilah kita mendapatkan salah satu riwayat tentang tata cara salam dua kali. Ini menunjukkan betapa para sahabat sangat antusias untuk meniru setiap gerakan dan ucapan Nabi ﷺ dalam shalat, karena mereka tahu bahwa shalat adalah tiang agama dan kunci penerimaan amal.
Kesimpulan Praktis
- Salam dua kali ke kanan dan ke kiri adalah tuntunan yang paling kuat dari Nabi ﷺ berdasarkan banyak hadits shahih.
- Niatkan salam sebagai penutup shalat dan sebagai doa keselamatan bagi para malaikat dan orang-orang yang shalat di samping kita.
- Jangan terlalu cepat dalam mengucapkan salam, berikan jeda yang cukup antara salam pertama dan kedua.
- Jangan memperdebatkan masalah ini secara keras, karena perbedaan ini adalah perbedaan dalam masalah cabang yang telah dimaklumi oleh para ulama. Yang penting, kita semua berusaha untuk meneladani Nabi ﷺ dalam shalat kita.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.