Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ mengucapkan salam ketika keluar dari shalat dengan menoleh ke kanan dan ke kiri, hingga terlihat putih pipi beliau yang mulia. Lafaz salam yang beliau ucapkan adalah "Assalamu 'alaikum wa rahmatullah" (semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepada kalian). Ini adalah salah satu bentuk tuntunan shalat yang agung, menunjukkan bahwa shalat ditutup dengan salam sebagai tanda keluar dari ibadah yang mulia ini.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Ibnu Majah:
Teks Arab hadits (sesuai yang disampaikan):
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ، حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ عُبَيْدٍ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ أَبِي الأَحْوَصِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ـ ﷺ ـ كَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ حَتَّى يُرَى بَيَاضُ خَدِّهِ "السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ".
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (Kitab Shalat, Bab Salam), dari sahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu. Imam Muslim meriwayatkan dengan lafaz:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ، حَتَّى يُرَى بَيَاضُ خَدِّهِ
Artinya: "Dari Abdullah bin Mas'ud, bahwa Rasulullah ﷺ mengucapkan salam ke kanan dan ke kirinya: 'Assalamu 'alaikum wa rahmatullah, assalamu 'alaikum wa rahmatullah', hingga terlihat putih pipinya."
Dalil Al-Qur'an yang Terkait:
Allah Ta'ala berfirman dalam QS. Al-Ahzab [33]: 56:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."
Ayat ini menunjukkan perintah untuk bershalawat dan mengucapkan salam kepada Nabi ﷺ, dan salam dalam shalat adalah bagian dari ibadah yang dicontohkan beliau.
Penjelasan Rinci
1. Makna Hadits:
Hadits ini menjelaskan tata cara salam dalam shalat yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ. Beliau mengucapkan salam dua kali—ke kanan dan ke kiri—dengan lafaz "Assalamu 'alaikum wa rahmatullah" (semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepada kalian). Ungkapan "hingga terlihat putih pipinya" menunjukkan bahwa beliau benar-benar menoleh dengan sempurna ke arah kanan dan kiri, bukan sekadar menoleh sedikit.
2. Pandangan Ulama tentang Hukum Salam:
Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum mengucapkan salam dalam shalat:
- Imam Abu Hanifah, Imam Malik, dan Imam asy-Syafi'i berpendapat bahwa salam pertama (ke kanan) adalah rukun shalat yang wajib, sedangkan salam kedua (ke kiri) adalah sunnah. Ini berdasarkan hadits-hadits yang menunjukkan bahwa Nabi ﷺ terkadang hanya mengucapkan satu salam.
- Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa kedua salam (ke kanan dan ke kiri) adalah wajib, berdasarkan hadits Ibnu Mas'ud ini dan hadits-hadits lain yang menunjukkan konsistensi Nabi ﷺ dalam mengucapkan dua salam.
- Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa pendapat yang lebih kuat adalah bahwa salam pertama adalah rukun, sedangkan salam kedua adalah sunnah yang dianjurkan. Beliau menukil bahwa para sahabat dan tabi'in berbeda pendapat, namun yang terkuat adalah pendapat jumhur (mayoritas ulama).
3. Hikmah Dua Salam:
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh al-Arba'in menjelaskan bahwa hikmah mengucapkan salam ke dua arah adalah untuk mencakup seluruh jamaah yang berada di kanan dan kiri imam. Ini menunjukkan keindahan syariat Islam yang memperhatikan kondisi jamaah dalam shalat berjamaah.
4. Kedudukan Hadits:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ibnu Majah, dan Imam an-Nasa'i. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menyebutkan bahwa hadits ini shahih dan menjadi dalil utama dalam bab salam dalam shalat.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal pernah ditanya tentang seseorang yang hanya mengucapkan satu salam dalam shalatnya. Beliau menjawab bahwa hal itu diperbolehkan, namun yang lebih utama adalah mengikuti sunnah Nabi ﷺ dengan mengucapkan dua salam. Kemudian beliau menyebutkan hadits Ibnu Mas'ud ini sebagai dalil.
Kisah ini menunjukkan keindahan para ulama dalam menyikapi perbedaan—mereka tidak memaksakan pendapat, namun tetap mengajak kepada yang lebih utama dan lebih sempurna dalam mengikuti sunnah.
Kesimpulan Praktis
- Salam dalam shalat adalah penutup ibadah yang agung, dilakukan dengan menoleh ke kanan dan ke kiri.
- Lafaz salam yang paling sempurna adalah "Assalamu 'alaikum wa rahmatullah" (semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepada kalian).
- Hukumnya: Salam pertama (ke kanan) adalah rukun menurut jumhur ulama, sedangkan salam kedua (ke kiri) adalah sunnah yang sangat dianjurkan.
- Yang utama adalah mengucapkan dua salam sebagaimana kebiasaan Nabi ﷺ, karena ini lebih sempurna dan lebih lengkap.
- Jangan meremehkan perbedaan pendapat ulama dalam masalah ini—semuanya memiliki dalil, dan kita dianjurkan mengikuti yang lebih utama.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.