Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 901 tentang Bacaan tasyahhud awal dalam shalat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu dalil utama tentang bacaan tasyahhud dalam shalat. Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada para sahabat lafaz tasyahhud yang diawali dengan bacaan "At-Tahiyyatut-tayyibatus-salawatu lillah..." dan beliau menyebutnya sebagai "tujuh kalimat yang merupakan penghormatan dalam shalat." Hadits ini menunjukkan bahwa tasyahhud adalah bagian dari shalat yang diajarkan langsung oleh Nabi ﷺ, dan lafaznya bisa bervariasi selama maknanya sesuai dengan yang dicontohkan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Ibnu Majah:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya (no. 901), dari sahabat Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu. Lafaz ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 403) dari jalur lain dengan redaksi yang hampir sama.

Ayat Al-Qur'an yang Terkait:

Meskipun tidak ada ayat yang secara spesifik menyebutkan lafaz tasyahhud, Allah ﷻ berfirman tentang perintah shalat:

QS. Thaha [20]: 14

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

"Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku."

Ayat ini menunjukkan bahwa shalat adalah ibadah yang diperintahkan Allah, dan di dalamnya terdapat dzikir-dzikir seperti tasyahhud yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ.

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam Asy-Syafi'i dalam Al-Umm dan Imam Ahmad bin Hanbal dalam Al-Musnad menggunakan hadits ini sebagai dalil tentang disyariatkannya tasyahhud.
  • Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' Syarh Al-Muhadzdzab menjelaskan bahwa hadits Abu Musa ini termasuk dalil bahwa tasyahhud itu wajib dalam shalat menurut salah satu pendapat ulama Syafi'iyah.
  • Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibni Majah menilai hadits ini shahih.

Penjelasan Rinci

1. Kedudukan Hadits Ini dalam Masalah Tasyahhud

Hadits Abu Musa Al-Asy'ari ini termasuk hadits shahih yang menjelaskan tentang bacaan tasyahhud. Yang menarik, dalam hadits ini Rasulullah ﷺ menyebut bacaan tasyahhud sebagai "tujuh kalimat" (سَبْعُ كَلِمَاتٍ). Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah:

  1. التَّحِيَّاتُ (segala penghormatan)
  2. الطَّيِّبَاتُ (segala hal yang baik)
  3. الصَّلَوَاتُ (segala doa/sholawat)
  4. لِلَّهِ (milik Allah)
  5. السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ (keselamatan atas Nabi, rahmat dan berkah-Nya)
  6. السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ (keselamatan atas kami dan hamba-hamba Allah yang saleh)
  7. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ (syahadat)

2. Makna "Tahiyyat" dalam Tasyahhud

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa kata "tahiyyat" berasal dari kata tahiyyah yang berarti penghormatan dan pengagungan. Dalam konteks tasyahhud, maknanya adalah: "Segala bentuk penghormatan, pengagungan, dan doa yang baik hanyalah milik Allah semata."

Syaikh Abdurrahman As-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa tasyahhud mengandung pengakuan keesaan Allah dan kesaksian bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ini adalah inti dari tauhid dan risalah.

3. Hukum Membaca Tasyahhud

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum membaca tasyahhud:

  • Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad dalam salah satu riwayatnya berpendapat bahwa tasyahhud adalah wajib dalam shalat. Dalilnya adalah hadits ini dan hadits Ibnu Mas'ud yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, di mana Nabi ﷺ mengajarkan tasyahhud dengan redaksi "Jika salah seorang dari kalian duduk dalam shalat, maka ucapkanlah..." yang menunjukkan perintah.
  • Imam Abu Hanifah dan Imam Malik berpendapat bahwa tasyahhud adalah sunnah (bukan wajib). Namun mereka tetap menganjurkan untuk membacanya.

Pendapat yang lebih kuat menurut Syaikh Al-Albani dan Syaikh Ibnu Baz adalah bahwa tasyahhud itu wajib, karena perintah Nabi ﷺ dalam hadits ini bersifat tegas dan beliau menyebutnya sebagai bagian dari "sunnah shalat" yang diajarkan.

4. Variasi Lafaz Tasyahhud

Hadits ini menunjukkan bahwa lafaz tasyahhud yang diajarkan Nabi ﷺ tidak hanya satu. Ada beberapa riwayat:

  • Tasyahhud Ibnu Mas'ud (paling masyhur, diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim)
  • Tasyahhud Abu Musa Al-Asy'ari (hadits di atas)
  • Tasyahhud Ibnu Abbas (riwayat Muslim)
  • Tasyahhud Umar bin Khathab (riwayat Ad-Daruquthni)

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa semua lafaz ini shahih dan boleh dibaca, karena semuanya diajarkan oleh Nabi ﷺ. Yang penting adalah maknanya sesuai: mengandung pujian kepada Allah, salam kepada Nabi ﷺ, salam kepada hamba-hamba yang saleh, dan syahadat.

5. Hikmah di Balik Bacaan Tasyahhud

Imam Ibnul Qayyim dalam Zad Al-Ma'ad menjelaskan bahwa tasyahhud mengandung hikmah yang dalam:

  • Mengajarkan bahwa segala penghormatan hanya layak untuk Allah
  • Mengajarkan kecintaan kepada Nabi ﷺ dengan mengucapkan salam kepadanya
  • Mengajarkan persaudaraan sesama muslim dengan mendoakan keselamatan bagi hamba-hamba Allah yang saleh
  • Menguatkan keimanan melalui syahadat

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal sangat memperhatikan masalah tasyahhud ini. Beliau ditanya tentang lafaz tasyahhud yang paling utama, maka beliau menjawab: "Semua lafaz yang shahih dari Nabi ﷺ boleh dibaca. Namun yang paling aku sukai adalah yang diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud, karena ia adalah yang paling masyhur dan paling banyak diamalkan para sahabat."

Kisah ini menunjukkan bahwa para ulama salaf sangat memperhatikan detail ibadah seperti tasyahhud. Mereka tidak memilih-milih berdasarkan hawa nafsu, tetapi berdasarkan dalil dan ke-shahih-an riwayat.

Kesimpulan Praktis

  1. Hafalkan lafaz tasyahhud dengan benar, minimal salah satu versi yang shahih dari Nabi ﷺ.
  2. Baca tasyahhud dengan khusyuk karena ini adalah momen penting dalam shalat.
  3. Pahami maknanya agar hati kita hadir saat mengucapkannya, bukan sekadar lisan yang bergerak.
  4. Jangan meremehkan tasyahhud, karena ia adalah bagian dari shalat yang diajarkan langsung oleh Nabi ﷺ.
  5. Boleh memilih lafaz tasyahhud yang shahih, selama sesuai dengan yang dicontohkan Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.