Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 900 tentang Bacaan tasyahhud yang diajarkan Rasulullah seperti surah Al-Qur'an

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa tasyahhud adalah bacaan penting dalam shalat yang diajarkan langsung oleh Nabi ﷺ, bahkan beliau mengajarkannya dengan penuh perhatian sebagaimana mengajarkan surah Al-Qur'an. Bacaan tasyahhud berisi pujian kepada Allah, salam kepada Nabi ﷺ, salam kepada diri sendiri dan hamba-hamba saleh, serta dua kalimat syahadat. Para ulama menjelaskan bahwa tasyahhud adalah bagian yang sangat ditekankan dalam shalat dan hendaknya dipelajari dengan benar.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 900) dari jalur Muhammad bin Rumh, dari Al-Layts bin Sa'd, dari Abu Zubair, dari Sa'id bin Jubair dan Tawus, dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.

Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya dari Ibnu Abbas, dan oleh Al-Bukhari serta Muslim dari jalur lain. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil disyariatkannya tasyahhud dan pentingnya mempelajarinya.

Adapun dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan perintah mengingat Allah dalam shalat dan bershalawat kepada Nabi ﷺ:

QS. Al-Ahzab [33]: 56

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Terjemahan: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan kemuliaan Nabi ﷺ dan perintah bagi umat Islam untuk bershalawat serta mengucapkan salam kepadanya — yang salah satu wujudnya adalah bacaan salam dalam tasyahhud.

Penjelasan Rinci

Kedudukan tasyahhud dalam shalat:

Hadits ini secara tegas menunjukkan bahwa Nabi ﷺ memberikan perhatian khusus dalam mengajarkan tasyahhud. Perkataan Ibnu Abbas "beliau mengajarkan kepada kami tasyahhud sebagaimana beliau mengajarkan kepada kami sebuah surah dari Al-Qur'an" menunjukkan betapa pentingnya bacaan ini dan betapa seriusnya Nabi ﷺ dalam memastikan para sahabat menghafal dan memahami tasyahhud dengan benar.

Makna lafazh tasyahhud:

  1. التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ — Segala penghormatan yang penuh berkah, shalat, dan kebaikan hanya milik Allah. Imam an-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa para ulama berbeda pendapat tentang makna "tahiyyat", namun yang paling kuat adalah segala bentuk penghormatan dan pengagungan hanya layak bagi Allah.
  2. السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ — Salam kepada Nabi ﷺ. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa penggunaan "ka" (kepada engkau) dalam salam ini adalah bentuk penghormatan yang tetap berlaku, karena Nabi ﷺ tetap hidup dalam alam barzakh dan salam umatnya sampai kepadanya.
  3. السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ — Salam kepada diri sendiri dan hamba-hamba Allah yang saleh. Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa ini mencakup seluruh hamba saleh di langit dan bumi.
  4. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ — Dua kalimat syahadat, yang merupakan inti dari keimanan.

Pendapat ulama tentang hukum tasyahhud:

  • Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam asy-Syafi'i berpendapat bahwa tasyahhud adalah rukun shalat yang tidak boleh ditinggalkan.
  • Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa tasyahhud adalah wajib, dan meninggalkannya dengan sengaja membatalkan shalat, namun jika lupa harus diganti dengan sujud sahwi.
  • Imam Malik berpendapat bahwa tasyahhud adalah sunnah muakkadah.

Pendapat yang paling kuat menurut dalil adalah bahwa tasyahhud merupakan bagian yang sangat ditekankan (rukun menurut jumhur ulama selain Hanafiyah), karena Nabi ﷺ tidak pernah meninggalkannya dalam shalat dan memerintahkan umatnya untuk mengajarkannya secara turun-temurun.

Catatan tentang riwayat ini:

Hadits ini melalui jalur Al-Layts bin Sa'd — seorang ulama yang termasuk dalam daftar tabi'ut tabi'in — dari Abu Zubair, dari Sa'id bin Jubair dan Tawus, keduanya dari Ibnu Abbas. Sanad ini hasan, dan hadits ini memiliki syawahid (penguat) dari riwayat Bukhari dan Muslim.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma — seorang sahabat muda yang sangat tekun menuntut ilmu — meriwayatkan hadits ini dengan penuh perhatian. Beliau menyadari betapa Nabi ﷺ sangat serius mengajarkan tasyahhud, sampai-sampai beliau mengumpamakannya dengan pengajaran surah Al-Qur'an. Ini menunjukkan bahwa para sahabat tidak hanya menghafal bacaan shalat, tetapi juga memahami maknanya dan mengajarkannya kepada generasi berikutnya dengan penuh tanggung jawab.

Imam Al-Layts bin Sa'd, yang meriwayatkan hadits ini, dikenal sebagai ulama Mesir yang sangat teliti dalam meriwayatkan hadits. Beliau termasuk ulama yang diakui keilmuannya oleh Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad.

Kesimpulan Praktis

  1. Pelajari tasyahhud dengan benar — bacaan ini adalah bagian penting dalam shalat yang diajarkan langsung oleh Nabi ﷺ.
  2. Pahami maknanya — tasyahhud mengandung tauhid, penghormatan kepada Nabi ﷺ, dan doa untuk seluruh hamba saleh.
  3. Ajarkan kepada keluarga — sebagaimana Nabi ﷺ mengajarkan kepada para sahabat dengan penuh perhatian.
  4. Jangan meremehkan — meskipun sebagian ulama menyebutnya sunnah, meninggalkannya dengan sengaja tidak dibenarkan dalam shalat.
  5. Perhatikan perbedaan riwayat — ada beberapa lafazh tasyahhud yang shahih dari Nabi ﷺ, dan semuanya boleh diamalkan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?