Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan keutamaan luar biasa dari dua amalan ringan dalam Islam: mengucapkan salam dan mengucapkan "Amin" setelah membaca Al-Fatihah. Orang-orang Yahudi iri kepada umat Islam karena dua amalan ini memiliki keistimewaan dan pahala yang besar yang tidak mereka miliki. Ini menjadi motivasi bagi kita untuk menjaga dan membiasakan kedua amalan ini dalam kehidupan sehari-hari.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an:
Tidak ada ayat spesifik yang secara langsung membahas iri Yahudi terhadap salam dan amin, namun ada ayat yang menyebutkan sifat iri (hasad) secara umum:
QS. An-Nisa' [4]: 54
أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَىٰ مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ ۖ فَقَدْ آتَيْنَا آلَ إِبْرَاهِيمَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَآتَيْنَاهُم مُّلْكًا عَظِيمًا
"Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) atas karunia yang telah diberikan Allah kepadanya? Sungguh, Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepada mereka kerajaan yang besar."
Hadits:
Hadits yang dimaksud diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan Ibnu Majah, Kitab Pelaksanaan Shalat dan Sunnahnya, Bab Mengucapkan Amin, no. 856. Juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad Ahmad dan Imam al-Bukhari dalam Al-Adab al-Mufrad.
Kaitan dengan Ulama:
- Imam an-Nawawi (dalam Al-Adzkar dan Syarh Shahih Muslim) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan mengucapkan amin, karena ia adalah doa yang diamini oleh para malaikat.
- Ibnu Hajar al-Asqalani (dalam Fath al-Bari) menegaskan bahwa iri (hasad) yang dimaksud adalah kekaguman dan penyesalan mereka karena tidak memiliki amalan yang mulia ini.
- Imam asy-Syafi'i (dalam Al-Umm) menyebutkan bahwa mengeraskan amin dalam shalat jahriyyah adalah sunnah, dan hadits ini menjadi salah satu dalilnya.
Penjelasan Rinci
Hadits ini diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Orang-orang Yahudi tidak pernah iri kepada kalian kecuali dalam hal Salam dan (mengucapkan) Amin."
Makna "Hasad" (Iri):
Hasad di sini bukanlah hasad tercela yang mengharapkan hilangnya nikmat dari orang lain. Menurut Ibnu Hajar al-Asqalani, hasad dalam konteks ini berarti kekaguman dan penyesalan yang mendalam karena mereka tidak memiliki amalan tersebut. Mereka mengakui keutamaan salam dan amin, namun enggan mengamalkannya karena kesombongan.
Keutamaan Salam:
Salam adalah doa keselamatan dan rahmat. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa menyebarkan salam adalah sunnah yang mendatangkan cinta dan persaudaraan. Orang Yahudi iri karena salam adalah simbol persaudaraan dan keamanan yang tidak mereka miliki dalam hubungan mereka.
Keutamaan Amin:
Mengucapkan "Amin" setelah Al-Fatihah berarti "Ya Allah, kabulkanlah doa kami." Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal sepakat bahwa amin adalah doa yang dianjurkan. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah (dalam Zad al-Ma'ad) menjelaskan bahwa amin memiliki keistimewaan karena diucapkan bersamaan dengan malaikat, sehingga dosa-dosa yang telah lalu diampuni (berdasarkan hadits shahih riwayat al-Bukhari dan Muslim).
Mengapa Yahudi Iri?
Menurut Ibnu Katsir (dalam tafsirnya), orang Yahudi mengetahui dari kitab-kitab mereka bahwa umat ini akan diberi keistimewaan dalam doa dan ibadah. Amin adalah kunci dikabulkannya doa, dan salam adalah simbol keselamatan. Mereka iri karena dua amalan ini tidak ada dalam syariat mereka dengan keutamaan yang sama.
Story Telling
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu (dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim), bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Jika imam mengucapkan 'Amin', maka ucapkanlah 'Amin', karena siapa yang ucapannya bertepatan dengan ucapan malaikat, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni."
Kisah ini menunjukkan betapa besar rahmat Allah kepada umat ini. Sebuah amalan yang ringan, hanya mengucapkan satu kata "Amin", bisa menjadi sebab pengampunan dosa. Orang Yahudi yang membaca Taurat tidak memiliki amalan semudah ini. Maka, iri mereka adalah wajar, namun mereka menolak kebenaran karena kesombongan.
Kesimpulan Praktis
- Biasakan mengucapkan salam ketika bertemu sesama muslim, karena itu adalah doa dan simbol persaudaraan.
- Ucapkan "Amin" dengan khusyuk setelah membaca Al-Fatihah, baik dalam shalat maupun di luar shalat, karena ia adalah doa yang diamini malaikat.
- Jangan meremehkan amalan ringan, karena bisa jadi ia memiliki keutamaan besar di sisi Allah.
- Jauhi sifat hasad (iri) yang tercela, namun ambillah pelajaran dari iri Yahudi: mereka mengakui keutamaan amalan ini, tapi enggan mengamalkannya. Jadilah muslim yang istiqamah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.