Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 820 tentang Bacaan surat Al-Mu'minun dalam shalat Subuh

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ pernah membaca surat Al-Mu'minun dalam shalat Subuh. Ketika sampai pada ayat yang menyebut tentang Nabi Isa, beliau terserang batuk (syaqah/sa'lah), lalu langsung rukuk. Hadits ini menjadi dalil bahwa bacaan shalat Subuh boleh panjang, dan bahwa batuk atau halangan kecil tidak membatalkan shalat serta boleh mempercepat rukuk.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits utama — Sunan Ibnu Majah no. 820, dari Abdullah bin as-Sa'ib radhiyallahu 'anhu, melalui jalur Hisyam bin Ammar ← Sufyan bin Uyainah ← Ibnu Juraij ← Ibnu Abi Mulaikah ← Abdullah bin as-Sa'ib.

Ayat yang berkaitan dengan penyebutan Isa 'alaihissalam dalam surat Al-Mu'minun, di antaranya:

وَجَعَلْنَا ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ آيَةً وَآوَيْنَاهُمَا إِلَىٰ رَبْوَةٍ ذَاتِ قَرَارٍ وَمَعِينٍ

"Dan Kami jadikan (Isa) putra Maryam beserta ibunya sebagai suatu tanda (kekuasaan Kami), dan Kami menempatkan mereka di suatu tempat yang tinggi, yang datar lagi mempunyai mata air." (QS. Al-Mu'minun [23]: 50)

Hadits pendukung tentang panjangnya bacaan Subuh, diriwayatkan oleh Jabir bin Samurah radhiyallahu 'anhu dalam Shahih Muslim, bahwa Nabi ﷺ membaca surat Qaf dan sejenisnya dalam shalat Subuh. Ini menunjukkan bacaan Subuh memang panjang.

Kaitan ulama: Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari dan Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa bacaan shalat Subuh disunnahkan lebih panjang daripada shalat lain karena disaksikan malaikat malam dan siang (berdasarkan QS. Al-Isra' [17]: 78). Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ terkadang membaca surat panjang dan terkadang pendek dalam Subuh, sesuai keadaan.

Penjelasan Rinci

Makna hadits secara umum:

Abdullah bin as-Sa'ib radhiyallahu 'anhu — seorang sahabat yang pernah menjadi imam shalat di Mekkah setelah penaklukan — mengabarkan bahwa beliau menyaksikan atau mendengar Nabi ﷺ membaca surat Al-Mu'minun dalam shalat Subuh. Ketika bacaan beliau sampai pada bagian yang menyebut Nabi Isa 'alaihissalam, beliau terserang batuk, sehingga beliau langsung rukuk tanpa menyelesaikan surat.

Kata شَرْقَةٌ (syarqah) dijelaskan oleh perawi sendiri sebagai سَعْلَةٌ (sa'lah), yaitu batuk atau tersedak. Ini menunjukkan bahwa rukuk beliau bukan karena lupa atau sengaja memotong bacaan tanpa alasan, melainkan karena adanya udzur (halangan) berupa batuk.

Pemahaman para ulama:

  1. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya memotong bacaan surat karena adanya kebutuhan atau halangan, seperti batuk, dan langsung rukuk. Beliau juga menyebutkan bahwa ini menjadi dalil bahwa bacaan shalat Subuh disunnahkan panjang.
  2. Imam an-Nawawi dalam Al-Majmu' dan Syarh Muslim menegaskan bahwa memotong bacaan surat di tengah-tengah karena udzur seperti batuk, lupa, atau keperluan mendesak adalah boleh, dan tidak ada kewajiban mengulang dari awal. Yang penting rukuk dan sujud tetap dikerjakan dengan tuma'ninah.
  3. Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa di antara sunnah Nabi ﷺ adalah membaca surat panjang dalam shalat Subuh, dan beliau terkadang memotong bacaan karena suatu sebab. Ini menunjukkan syariat itu mudah dan tidak memberatkan.
  4. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Mumti' menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa batuk dalam shalat tidak membatalkan shalat, dan boleh langsung rukuk jika bacaan terputus karena udzur. Beliau juga menegaskan bahwa bacaan Subuh disunnahkan lebih panjang dari shalat fardhu lainnya.
  5. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Taisir Karim ar-Rahman ketika menafsirkan surat Al-Mu'minun menjelaskan bahwa penyebutan Isa 'alaihissalam dalam surat ini adalah bagian dari penetapan kenabian dan kehambaan beliau kepada Allah, serta bantahan terhadap orang yang mengangkat beliau melebihi kedudukannya.

Perbedaan pendapat:

Sebagian ulama berbeda pendapat tentang apakah memotong bacaan surat tanpa udzur itu boleh. Jumhur ulama (mayoritas) dari kalangan Syafi'iyah, Hanafiyah, dan Hanabilah berpendapat boleh memotong bacaan surat dan langsung rukuk, baik karena udzur maupun tidak, meskipun yang lebih utama adalah menyempurnakan surat. Dalilnya adalah hadits ini dan hadits-hadits lain yang menunjukkan Nabi ﷺ terkadang membaca sebagian surat saja. Pendapat yang paling kuat adalah pendapat jumhur, karena hadits ini shahih dan tidak ada dalil tegas yang mewajibkan menyempurnakan surat.

Story Telling

Abdullah bin as-Sa'ib radhiyallahu 'anhu adalah seorang sahabat yang dikenal sebagai salah satu imam shalat di Mekkah. Beliau meriwayatkan hadits ini untuk mengajarkan kepada umat bagaimana Nabi ﷺ shalat. Dalam riwayat lain, beliau juga menyebutkan bahwa Nabi ﷺ membaca surat Al-Mu'minun dan ketika sampai pada ayat tentang Isa, batuk beliau datang. Beliau tidak memaksakan diri melanjutkan bacaan, tetapi langsung rukuk dengan tenang. Ini mengajarkan kepada kita bahwa shalat itu bukan ajang memaksakan diri, tetapi ibadah yang penuh kelembutan dan kemudahan. Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa di antara hikmah ini adalah agar umat tidak merasa berat dalam beribadah, dan agar mereka tahu bahwa udzur-udzur kecil tidak mengurangi pahala shalat.

Kesimpulan Praktis

  1. Bacaan shalat Subuh disunnahkan panjang, dan Nabi ﷺ pernah membaca surat Al-Mu'minun di dalamnya.
  2. Batuk atau tersedak saat shalat tidak membatalkan shalat, dan boleh langsung rukuk jika bacaan terputus karena udzur.
  3. Memotong bacaan surat di tengah karena udzur atau kebutuhan adalah boleh, meskipun menyempurnakan surat lebih utama.
  4. Shalat itu mudah, jangan memaksakan diri hingga memberatkan, tetapi tetap jaga tuma'ninah dan kekhusyukan.
  5. Penyebutan Isa 'alaihissalam dalam Al-Qur'an mengajarkan kita untuk menempatkan beliau pada kedudukan yang benar: hamba dan rasul Allah, bukan Tuhan atau anak Tuhan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?