Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 811 tentang Sunnah meletakkan tangan kanan di atas kiri saat shalat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri ketika shalat adalah perbuatan yang dicontohkan langsung oleh Nabi ﷺ. Dalam hadits ini, beliau mengoreksi cara Abdullah bin Mas'ud yang meletakkan tangan kiri di atas tangan kanan, lalu membetulkannya dengan memegang tangan kanan beliau dan meletakkannya di atas tangan kiri. Ini adalah dalil bahwa posisi tangan kanan di atas tangan kiri adalah sunnah yang diajarkan Nabi ﷺ dalam shalat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Ibnu Majah:

Teks Arab hadits (sesuai yang Anda sertakan):

حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ الْهَرَوِيُّ، إِبْرَاهِيمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حَاتِمٍ أَنْبَأَنَا هُشَيْمٌ، أَنْبَأَنَا الْحَجَّاجُ بْنُ أَبِي زَيْنَبَ السُّلَمِيُّ، عَنْ أَبِي عُثْمَانَ النَّهْدِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ مَرَّ بِي النَّبِيُّ ـ ﷺ ـ وَأَنَا وَاضِعٌ يَدِي الْيُسْرَى عَلَى الْيُمْنَى فَأَخَذَ بِيَدِي الْيُمْنَى فَوَضَعَهَا عَلَى الْيُسْرَى

Terjemahan: Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Nabi ﷺ pernah melewatiku ketika aku meletakkan tangan kiriku di atas tangan kananku. Maka beliau memegang tanganku yang kanan lalu meletakkannya di atas tanganku yang kiri."

Kualitas Hadits: Para ulama ahli hadits berbeda pendapat tentang kualitas sanad hadits ini. Imam al-Albani rahimahullah dalam Irwa' al-Ghalil (no. 351) menilai hadits ini hasan (baik) karena jalur periwayatan ini memiliki penguat dari hadits-hadits lain yang sahih. Adapun Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari (2/224) menyebutkan bahwa hadits ini memiliki syawahid (penguat) dari riwayat lain yang sahih.

Dalil Pendukung dari Hadits Sahih:

Hadits ini diperkuat oleh hadits sahih riwayat Imam al-Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa'd radhiyallahu 'anhu:

كَانَ النَّاسُ يُؤْمَرُونَ أَنْ يَضَعَ الرَّجُلُ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى ذِرَاعِهِ الْيُسْرَى فِي الصَّلَاةِ

"Adalah manusia diperintahkan agar seseorang meletakkan tangan kanannya di atas lengan kirinya dalam shalat." (HR. Al-Bukhari no. 740, dari Sahl bin Sa'd)

Penjelasan Rinci

1. Posisi Tangan dalam Shalat Menurut Ulama

Para ulama dari kalangan sahabat dan tabi'in sepakat bahwa meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri ketika shalat adalah sunnah Nabi ﷺ. Imam Ibnul Qayyim dalam Zaad al-Ma'ad (1/202) menjelaskan bahwa Nabi ﷺ meletakkan tangan kanannya di atas punggung tangan kirinya, pergelangan, dan lengan bawahnya.

2. Perbedaan Pendapat tentang Letak Tangan

Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang di mana posisi tangan tersebut diletakkan:

  • Di dada: Ini adalah pendapat yang diriwayatkan dari Imam Ishaq bin Rahuyah, dan dikuatkan oleh Syaikh al-Albani dalam Sifat Shalat Nabi (hal. 90). Beliau berdalil dengan hadits dari Thawus bin Kaysan yang menceritakan bahwa Nabi ﷺ meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya lalu meletakkannya di atas dadanya. (HR. Abu Dawud no. 759, dan dinilai hasan oleh al-Albani)
  • Di bawah pusar: Ini adalah pendapat yang masyhur dari Imam Abu Hanifah, dan diriwayatkan dari Imam Ahmad dalam salah satu riwayat. Mereka berdalil dengan hadits dari Ali bin Abi Thalib yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud (no. 757).
  • Di atas pusar: Ini adalah pendapat Imam asy-Syafi'i dan salah satu riwayat dari Imam Ahmad. Mereka berdalil dengan hadits-hadits yang menyebutkan posisi tangan di dada.

3. Sikap yang Paling Kuat

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh al-Mumti' (3/47) menjelaskan bahwa masalah ini adalah masalah ijtihadiyah yang lapang, dan yang terpenting adalah meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dalam shalat. Adapun posisi tepatnya (di dada, di atas pusar, atau di bawah pusar), semua memiliki dalil dari ulama yang terpercaya, dan tidak perlu diperdebatkan secara berlebihan.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam Majmu' Fatawa (11/167) cenderung memilih posisi di dada karena lebih dekat dengan dalil dan lebih hati-hati, namun beliau juga menegaskan bahwa masalah ini bukan termasuk perkara yang wajib diperdebatkan.

4. Hikmah Meletakkan Tangan Kanan di Atas Tangan Kiri

Imam Ibnul Qayyim dalam Zaad al-Ma'ad (1/202) menyebutkan hikmahnya: posisi ini adalah sikap seorang hamba yang khusyuk dan tunduk di hadapan Allah, menyerahkan diri sepenuhnya, serta lebih menjaga kekhusyukan karena tangan tidak bergerak ke sana ke mari. Ini juga merupakan bentuk adab berdiri di hadapan Allah 'Azza wa Jalla.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah ditanya tentang posisi tangan dalam shalat. Beliau menjawab dengan lembut: "Yang penting adalah engkau meletakkan tangan kananmu di atas tangan kirimu, karena itu adalah sunnah. Adapun posisinya, itu adalah kelapangan dari Allah." Kemudian beliau menyebutkan bahwa para ulama berbeda pendapat dalam hal ini, dan semua pendapat mereka adalah rahmat bagi umat.

Kisah ini menunjukkan bahwa para ulama salaf tidak pernah menjadikan perbedaan furu'iyah (cabang) ini sebagai sebab perpecahan. Mereka justru saling menghormati dan memahami bahwa yang terpenting adalah mengikuti sunnah secara umum, sementara detail posisi adalah wilayah ijtihad yang Allah berikan kelapangan.

Kesimpulan Praktis

  1. Wajib/Sunnah: Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dalam shalat adalah sunnah Nabi ﷺ yang jelas dalilnya, dan tidak ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang disyariatkannya.
  2. Posisi Tangan: Adapun posisi tepatnya (di dada, di atas pusar, atau di bawah pusar), ini adalah masalah ijtihad yang lapang. Pilihlah pendapat yang menurut Anda paling kuat dalilnya, namun jangan mencela saudara yang berbeda pendapat.
  3. Khusyuk: Yang terpenting dari semua ini adalah menghadirkan hati dan khusyuk dalam shalat, karena itulah ruh dari ibadah.
  4. Adab Ikhtilaf: Jangan menjadikan perbedaan furu'iyah ini sebagai sebab perpecahan dan permusuhan. Para ulama kita saja berbeda pendapat, namun mereka tetap bersaudara dan saling menghormati.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?