Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 806 tentang Doa istiftah dalam memulai shalat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan salah satu bentuk doa istiftah (pembuka shalat) yang diajarkan Nabi ﷺ. Doa ini berisi pujian dan pensucian kepada Allah, penetapan keberkahan nama-Nya, pengagungan kebesaran-Nya, dan pengakuan bahwa tiada Tuhan selain Dia. Hadits ini diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anha, dan para ulama menjelaskan bahwa doa ini termasuk doa istiftah yang shahih dan boleh diamalkan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits yang dimaksud:

Teks hadits yang Anda sampaikan adalah riwayat dari Aisyah radhiyallahu 'anha. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa'i dengan lafaz yang serupa.

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Thaha [20]: 14

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

"Sungguh, Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah shalat untuk mengingat-Ku."

Kaitan dengan ulama:

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa doa istiftah adalah sunnah yang diajarkan Nabi ﷺ. Di antara ulama yang membahasnya:

  • Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya menyebutkan hadits ini dan menilai bahwa para ulama mengamalkannya.
  • Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' menjelaskan bahwa doa istiftah hukumnya sunnah, dan berbagai lafaz yang shahih dari Nabi ﷺ boleh diamalkan.
  • Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam Irwa' al-Ghalil (no. 341) menilai hadits ini shahih dan menyebutkan bahwa doa ini termasuk doa istiftah yang sah.

Penjelasan Rinci

Makna doa istiftah secara umum:

Doa istiftah adalah doa yang dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca Al-Fatihah. Tujuannya adalah memuji Allah, mensucikan-Nya, dan mempersiapkan hati untuk menghadap kepada-Nya dalam shalat.

Makna kalimat demi kalimat:

  1. سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ - "Mahasuci Engkau, ya Allah, dan segala puji bagi-Mu." Ini adalah pengakuan bahwa Allah Mahasuci dari segala kekurangan dan aib, dan pujian hanya layak bagi-Nya.
  2. تَبَارَكَ اسْمُكَ - "Diberkati nama-Mu." Maksudnya, nama-nama Allah mengandung keberkahan yang besar, dan menyebut nama Allah membawa kebaikan.
  3. وَتَعَالَى جَدُّكَ - "Dan Maha Tinggi kebesaran-Mu." Kata jadduka di sini bermakna keagungan dan kebesaran Allah. Allah Maha Tinggi dari segala sesuatu yang tidak layak bagi-Nya.
  4. وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ - "Tidak ada Tuhan selain Engkau." Ini adalah penetapan tauhid, bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah.

Pandangan ulama tentang hadits ini:

  • Imam At-Tirmidzi menyebutkan bahwa hadits ini diriwayatkan dari Aisyah dan ia berkata: "Para ulama mengamalkan hadits ini." Ini menunjukkan bahwa doa ini dianggap sah dan boleh diamalkan.
  • Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fath al-Bari menyebutkan bahwa doa istiftah memiliki banyak lafaz yang shahih, dan semuanya boleh diamalkan secara bergantian.
  • Syaikh Al-Albani menilai hadits ini shahih dan menyebutkan bahwa doa ini termasuk doa istiftah yang dianjurkan.

Catatan penting:

Para ulama menjelaskan bahwa doa istiftah memiliki banyak bentuk yang diajarkan Nabi ﷺ. Di antaranya:

  • Doa istiftah yang masyhur: "Allahumma ba'id bayni wa bayna khatayaya..." (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)
  • Doa istiftah dengan "Subhanak Allahumma wa bihamdika..." (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan lainnya)

Semua bentuk ini sah dan boleh diamalkan. Yang terpenting adalah seorang muslim membaca doa istiftah dengan khusyuk dan memahami maknanya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal - semoga Allah merahmatinya - sangat memperhatikan doa istiftah dalam shalatnya. Beliau dikenal sebagai ulama yang sangat teliti dalam mengikuti sunnah Nabi ﷺ. Suatu ketika, beliau ditanya tentang doa istiftah yang paling utama, dan beliau menjawab bahwa semua doa istiftah yang shahih dari Nabi ﷺ boleh diamalkan, dan yang terpenting adalah keikhlasan dan kekhusyukan dalam membacanya.

Kisah ini menunjukkan bahwa para ulama salaf sangat memperhatikan detail ibadah, termasuk doa istiftah. Mereka tidak menganggap remeh hal-hal kecil dalam shalat, karena shalat adalah tiang agama dan momen menghadap kepada Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Doa istiftah adalah sunnah yang diajarkan Nabi ﷺ dan dibaca setelah takbiratul ihram sebelum Al-Fatihah.
  2. Hadits ini shahih dan boleh diamalkan, sebagaimana dinilai oleh para ulama seperti Imam At-Tirmidzi, Imam An-Nawawi, dan Syaikh Al-Albani.
  3. Ada banyak bentuk doa istiftah yang shahih dari Nabi ﷺ, dan seorang muslim boleh memilih salah satunya atau bergantian.
  4. Yang terpenting adalah memahami maknanya dan membacanya dengan khusyuk, karena doa ini adalah pujian dan pengagungan kepada Allah sebelum memulai pembicaraan dengan-Nya dalam shalat.
  5. Jangan meninggalkan doa istiftah karena ia adalah sunnah yang dianjurkan, meskipun shalat tetap sah tanpa membacanya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.