Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 786 tentang Keutamaan shalat berjamaah dua puluh derajat lebih utama

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan shalat berjamaah di masjid. Pahalanya lebih tinggi dua puluh derajat dibandingkan shalat sendirian di rumah atau di pasar. Ini adalah dorongan besar dari Nabi ﷺ agar kita bersemangat menghadiri shalat berjamaah, karena setiap derajatnya sangat besar nilainya di sisi Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Ibnu Majah:

Teks Arab hadits (sesuai riwayat Ibnu Majah):

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ " صَلاَةُ الرَّجُلِ فِي جَمَاعَةٍ تَزِيدُ عَلَى صَلاَتِهِ فِي بَيْتِهِ وَصَلاَتِهِ فِي سُوقِهِ بِضْعًا وَعِشْرِينَ دَرَجَةً "

Makna: "Shalat seorang laki-laki dalam berjamaah lebih tinggi dua puluh derajat dibandingkan shalatnya di rumahnya atau di pasar."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Dalam riwayat Al-Bukhari disebutkan: "Shalat berjamaah lebih utama dua puluh lima derajat dibandingkan shalat sendirian." Sedangkan dalam riwayat Muslim: "Dua puluh tujuh derajat."

Kaitan dengan Ulama:

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam kitab Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa perbedaan angka dalam riwayat-riwayat ini (dua puluh, dua puluh lima, atau dua puluh tujuh) bukanlah pertentangan, melainkan Nabi ﷺ menyebutkan angka yang berbeda sesuai keadaan dan kondisi orang yang shalat. Semakin sempurna kekhusyukan dan keikhlasannya, semakin besar pahalanya. Beliau juga menegaskan bahwa semua angka ini menunjukkan besarnya keutamaan shalat berjamaah.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan shalat berjamaah yang sangat besar. Kata "bidth'an" (بِضْعًا) dalam bahasa Arab berarti angka antara tiga sampai sembilan. Jadi maknanya adalah dua puluh lebih, bisa dua puluh satu sampai dua puluh sembilan.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya As-Salat wa Hukmu Tarikiha menjelaskan bahwa keutamaan shalat berjamaah ini karena di dalamnya terkumpul banyak kebaikan: berjalan ke masjid, menunggu shalat, shalat bersama kaum muslimin, mendengarkan adzan dan iqamah, serta kebersamaan hati dalam beribadah. Semua ini menambah pahala yang besar.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa shalat berjamaah adalah syiar Islam yang agung. Beliau menegaskan bahwa shalat berjamaah di masjid bagi laki-laki adalah wajib berdasarkan dalil-dalil yang kuat, dan hadits ini termasuk dalil yang menunjukkan besarnya keutamaan dan dorongan untuk menjaganya.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah juga menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan shalat berjamaah, dan para ulama berbeda pendapat tentang hukumnya: sebagian mengatakan wajib, sebagian lagi mengatakan sunnah muakkadah (sangat dianjurkan). Namun beliau cenderung kepada pendapat yang mengatakan wajib bagi laki-laki yang mampu, berdasarkan dalil-dalil yang banyak.

Perbedaan angka dalam riwayat-riwayat hadits ini dijelaskan oleh Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari bahwa hal ini menunjukkan keutamaan yang berbeda-beda sesuai kondisi orang yang shalat. Semakin jauh jarak masjid, semakin banyak langkahnya, semakin sempurna kekhusyuannya, maka semakin besar pahalanya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Ummi Maktum radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat yang buta, pernah meminta keringanan kepada Nabi ﷺ untuk tidak menghadiri shalat berjamaah karena rumahnya jauh dan tidak ada penuntun. Maka Nabi ﷺ bersabda: "Apakah engkau mendengar panggilan adzan?" Ia menjawab, "Ya." Maka Nabi ﷺ bersabda: "Maka penuhilah (panggilan itu)." Beliau tidak memberikan keringanan kepadanya. (HR. Muslim)

Ini menunjukkan betapa pentingnya shalat berjamaah, bahkan bagi orang buta sekalipun tidak diberi keringanan. Maka bagaimana dengan kita yang sehat dan mampu? Ini menjadi cambuk bagi kita untuk bersemangat menghadirinya.

Kesimpulan Praktis

  1. Shalat berjamaah di masjid memiliki keutamaan yang sangat besar, pahalanya berlipat ganda dibandingkan shalat sendirian.
  2. Semakin sempurna kekhusyukan dan semakin besar pengorbanan kita (seperti berjalan jauh), semakin besar pahala yang kita peroleh.
  3. Bagi laki-laki yang mampu, shalat berjamaah adalah kewajiban yang sangat ditekankan, sebagaimana dipahami oleh mayoritas ulama dari dalil-dalil yang ada.
  4. Hendaknya kita bersemangat menghadiri shalat berjamaah di masjid, karena ini adalah syiar Islam dan tanda keimanan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?