Bab Kebencian Meludah di Dalam Masjid
Shahih oleh Darussalam
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ الْمِصْرِيُّ، أَنْبَأَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، قَالَ رَأَى رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ نُخَامَةً فِي قِبْلَةِ الْمَسْجِدِ وَهُوَ يُصَلِّي بَيْنَ يَدَىِ النَّاسِ فَحَتَّهَا ثُمَّ قَالَ حِينَ انْصَرَفَ مِنَ الصَّلاَةِ " إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا كَانَ فِي الصَّلاَةِ كَانَ اللَّهُ قِبَلَ وَجْهِهِ فَلاَ يَتَنَخَّمَنَّ أَحَدُكُمْ قِبَلَ وَجْهِهِ فِي الصَّلاَةِ " .
Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Umar berkata: "Rasulullah ﷺ melihat ada ludah di arah kiblat masjid, ketika beliau sedang shalat di depan orang-orang. Beliau menghapusnya, kemudian ketika shalat selesai, beliau bersabda: 'Ketika salah seorang di antara kalian sedang shalat, Allah berada di hadapannya, maka janganlah salah seorang dari kalian meludah ke arah depan saat shalat.'"