Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan adab penting ketika berada di dalam masjid, yaitu menjaga kebersihan dan kesucian masjid. Rasulullah ﷺ melarang kita meludah ke arah depan (kiblat) atau ke arah kanan ketika shalat, dan memerintahkan untuk meludah ke arah kiri atau di bawah kaki kiri. Ini adalah bentuk pengagungan terhadap masjid sebagai rumah Allah dan menjaga kenyamanan para jamaah lainnya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Ibnu Majah:
Teks hadits yang Anda berikan adalah hadits dari Abu Hurairah dan Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhuma. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dengan redaksi yang serupa.
Dalil dari Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman:
فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ
"Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang." (QS. An-Nur [24]: 36)
Ayat ini menunjukkan perintah Allah untuk memuliakan masjid, dan menjaga kebersihannya adalah bagian dari kemuliaan tersebut.
Kaitan dengan Ulama:
Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu' menjelaskan bahwa para ulama sepakat (ijma') tentang haramnya meludah ke arah kiblat di dalam masjid. Beliau juga menyebutkan bahwa membersihkan masjid dari kotoran adalah perbuatan yang sangat dianjurkan.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memberikan beberapa pelajaran penting:
- Larangan meludah ke arah kiblat (depan wajah): Para ulama menjelaskan bahwa arah kiblat adalah arah yang paling mulia. Ketika seorang muslim menghadap kiblat dalam shalat, ia sedang bermunajat kepada Allah. Meludah ke arah tersebut dianggap tidak menghormati kesucian arah kiblat.
- Larangan meludah ke kanan: Sisi kanan adalah sisi yang mulia. Dalam banyak hadits, Rasulullah ﷺ menganjurkan untuk mendahulukan yang kanan dalam hal-hal yang baik (seperti memakai sandal, masuk masjid, dll). Karena itu, meludah ke kanan dianggap tidak pantas.
- Perintah meludah ke kiri atau di bawah kaki kiri: Ini adalah solusi praktis yang diajarkan Nabi ﷺ. Jika seseorang terpaksa harus meludah saat di masjid, maka ia boleh meludah ke arah kiri atau ke bawah kaki kirinya, lalu menggosoknya dengan alas kaki agar hilang bekasnya.
- Tindakan Nabi ﷺ membersihkan ludah: Dalam hadits ini, Nabi ﷺ tidak hanya memberi nasihat, tetapi juga memberikan contoh langsung dengan membersihkan ludah yang ada di dinding masjid menggunakan batu. Ini menunjukkan bahwa membersihkan masjid adalah bagian dari pengamalan iman.
Pandangan Ulama:
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa larangan meludah di masjid ini bersifat umum, baik saat shalat maupun di luar shalat, karena masjid adalah tempat yang suci dan harus dijaga kebersihannya.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menegaskan bahwa jika seseorang sudah terlanjur meludah di masjid, maka ia wajib membersihkannya. Jika tidak, maka ia telah berbuat dosa karena mengotori masjid.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah ﷺ melihat ludah di dinding masjid. Beliau tidak langsung marah, tetapi dengan tenang beliau mengambil batu kecil dan menggosok ludah tersebut hingga bersih. Setelah itu, beliau menghadap para sahabat dan menyampaikan nasihat yang penuh hikmah ini.
Perhatikanlah kelembutan Nabi ﷺ dalam mengajarkan adab. Beliau tidak mencela pelakunya secara langsung, tetapi beliau membersihkannya sendiri dan kemudian memberikan tuntunan yang jelas. Ini adalah metode pendidikan yang sangat indah—memberikan contoh nyata sebelum memberikan instruksi.
Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ هَذِهِ الْمَسَاجِدَ لَا تَصْلُحُ لِشَيْءٍ مِنْ هَذَا الْبَوْلِ وَلَا الْقَذَرِ
"Sesungguhnya masjid-masjid ini tidak layak untuk kencing dan kotoran." (HR. Muslim)
Hikmah dari kisah ini adalah bahwa menjaga kebersihan masjid adalah tanggung jawab setiap muslim, dan cara terbaik untuk mengajarkan kebaikan adalah dengan memberikan teladan yang baik.
Kesimpulan Praktis
Beberapa poin yang bisa kita amalkan dari hadits ini:
- Jaga kebersihan masjid—jangan membuang ludah, dahak, atau sampah di dalamnya.
- Jika terpaksa meludah saat shalat, lakukan ke arah kiri atau di bawah kaki kiri, lalu bersihkan.
- Hindari meludah ke arah kiblat atau ke kanan karena itu adalah arah yang dimuliakan.
- Bersihkan jika melihat kotoran di masjid—ini adalah amal yang sangat dicintai Allah.
- Ajarkan adab ini kepada keluarga dan orang lain dengan cara yang lembut dan penuh hikmah, sebagaimana dicontohkan Nabi ﷺ.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.