Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 759 tentang Perintah menyucikan dan mewangikan masjid

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan perhatian besar Nabi ﷺ terhadap masjid: beliau memerintahkan agar masjid dibangun di tengah pemukiman (kampung/desa), lalu dijaga kebersihannya dan diberi wangi-wangian. Ini mengajarkan bahwa masjid bukan sekadar tempat shalat, tetapi rumah Allah yang harus dihormati, disucikan, dan dirawat dengan baik. Merawat masjid termasuk bentuk pengagungan syiar Allah dan tanda keimanan.

Rujukan Ulama & Dalil

Dalil Al-Qur'an tentang memakmurkan dan mengagungkan masjid:

QS. At-Taubah [9]: 18

﴿إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَن يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ﴾

Terjemahan: "Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut kepada siapa pun selain kepada Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk."

Dalil tentang mengagungkan syiar Allah:

QS. Al-Hajj [22]: 32

﴿ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ﴾

Terjemahan: "Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati."

Hadits terkait:

Hadits dari Aisyah رضي الله عنها ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Masjid dan Jamaah, Bab Penyucian dan Pewangian Masjid (no. 759). Sanadnya: Rizqullah bin Musa ← Ya'qub bin Ishaq al-Hadhrami ← Zaidah bin Qudamah ← Hisyam bin Urwah ← dari ayahnya (Urwah bin az-Zubair) ← dari Aisyah رضي الله عنها.

Hadits ini juga memiliki penguat dari riwayat lain, dan maknanya dijelaskan oleh para ulama seperti Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari serta Imam an-Nawawi dalam kitab-kitab syarahnya, bahwa membangun masjid di pemukiman dan merawat kebersihannya adalah sunnah yang dianjurkan.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

Pertama: Perintah membangun masjid di pemukiman (الدُّور).

Kata "الدُّور" berarti rumah-rumah atau pemukiman/kampung. Maksudnya, masjid hendaknya dibangun dekat dengan tempat tinggal manusia agar mereka mudah menunaikan shalat berjamaah. Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa hal ini menunjukkan syariat menghendaki masjid menjadi pusat kehidupan kaum muslimin di setiap lingkungan, bukan hanya di kota besar saja. Ini juga menjadi dalil bahwa shalat berjamaah di masjid sangat ditekankan.

Kedua: Perintah menyucikan masjid (تُطَهَّرَ).

Yakni membersihkan masjid dari kotoran, najis, debu, dan segala hal yang mengganggu. Imam an-Nawawi menegaskan bahwa menjaga kebersihan masjid termasuk perkara yang disepakati kebaikannya oleh para ulama. Membersihkan masjid adalah ibadah yang berpahala, karena termasuk memuliakan rumah Allah.

Ketiga: Perintah memberi wangi-wangian (تُطَيَّبَ).

Yakni memberikan aroma yang baik pada masjid, agar jamaah merasa nyaman dan masjid terjaga kehormatannya. Ibn Rajab al-Hanbali menyebutkan bahwa mengharumkan masjid termasuk bentuk pengagungan terhadap syiar Allah, sejalan dengan QS. Al-Hajj [22]: 32.

Perbedaan pendapat ulama daftar:

Para ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal dan Ishaq bin Rahuyah menegaskan anjuran membangun masjid di setiap pemukiman dan merawatnya. Sebagian ulama menyebutkan bahwa memberi wangi-wangian hukumnya sunnah, bukan wajib, sedangkan membersihkan dari najis hukumnya wajib. Pendapat yang paling kuat menurut dalil adalah: kebersihan dari najis itu wajib, sedangkan pewangian dan perawatan keindahan masjid hukumnya sunnah yang sangat dianjurkan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Umar bin al-Khattab رضي الله عنه — sebagaimana disebutkan dalam riwayat-riwayat salaf — sangat memperhatikan kebersihan masjid. Beliau pernah memerintahkan agar masjid disapu dan dibersihkan, bahkan memberi perhatian khusus pada orang yang merawatnya. Ini menunjukkan bahwa para khalifah setelah Nabi ﷺ meneruskan perhatian beliau terhadap masjid.

Al-Hasan al-Bashri رحمه الله juga dikenal mengajarkan kepada murid-muridnya untuk memuliakan masjid, menjaga adab di dalamnya, dan tidak menjadikannya tempat urusan dunia yang sia-sia. Hikmahnya: masjid yang bersih dan harum akan menarik hati manusia untuk beribadah dengan khusyuk, dan menjadi sebab datangnya keberkahan di lingkungan sekitar.

Kesimpulan Praktis

  1. Dirikan dan makmurkan masjid di lingkungan tempat tinggal kita, agar shalat berjamaah mudah ditegakkan.
  2. Jaga kebersihan masjid: buang sampah, bersihkan lantai, dan jauhi najis — ini wajib.
  3. Berikan wangi-wangian pada masjid sebagai bentuk penghormatan — ini sunnah yang berpahala.
  4. Ajarkan kepada keluarga dan anak-anak untuk mencintai dan merawat masjid sejak dini.
  5. Jadikan masjid sebagai pusat kebaikan, bukan tempat urusan dunia yang melalaikan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?