Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 711 tentang Cara Bilal mengumandangkan adzan

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan dua sunnah dalam adzan yang dipraktikkan Bilal radhiyallahu 'anhu di hadapan Nabi ﷺ: (1) memutar badan saat mengumandangkan adzan, dan (2) memasukkan ujung jari ke dalam lubang telinga. Keduanya termasuk adab dan sunnah adzan yang dijelaskan para ulama, dan Nabi ﷺ menyetujuinya karena beliau tidak mengingkarinya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Adzan dan Sunnahnya, Bab Sunnah dalam Adzan, no. 711, dari sahabat Abu Juhaifah Wahb bin Abdullah radhiyallahu 'anhu.

Hadits serupa juga diriwayatkan At-Tirmidzi dan Abu Dawud dengan makna yang sama, dan At-Tirmidzi menilainya hasan shahih. Imam Abu Zur'ah ar-Razi dan Abu Hatim ar-Razi — dua tokoh jarh wa ta'dil — menilai hadits ini dapat diterima dari jalur-jalurnya.

Adapun dalil Al-Qur'an yang menjadi dasar umum perintah adzan:

QS. Al-Ma'idah [5]: 58

وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ اتَّخَذُوهَا هُزُوًا وَلَعِبًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْقِلُونَ

Terjemahan: "Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk shalat, mereka menjadikannya bahan ejekan dan permainan. Yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tidak mengerti."

Ayat ini menunjukkan bahwa "menyeru untuk shalat" (adzan) adalah syiar yang sudah dikenal sejak awal, sehingga para ulama membahas sunnah-sunnahnya secara rinci.

Penjelasan Rinci

Pertama: Memutar badan saat adzan.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari dan Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa memutar badan ketika adzan dilakukan pada saat mengucapkan kalimat "hayya 'alash shalah" dan "hayya 'alal falah", yaitu dengan menoleh ke kanan dan ke kiri. Tujuannya agar suara adzan tersebar ke segala arah dan agar orang-orang di sekitar mendengarnya dari berbagai penjuru.

Adapun hadits Abu Juhaifah ini menyebutkan bahwa Bilal "berputar dalam adzannya" (فَاسْتَدَارَ فِي أَذَانِهِ), yang dipahami para ulama sebagai memutar badan — bukan berputar berkeliling seperti berputar penuh, melainkan menoleh ke kanan dan ke kiri. Imam At-Tirmidzi menyebutkan bahwa ini adalah pendapat yang dipegang mayoritas ahli ilmu, dan merupakan sunnah yang diamalkan.

Kedua: Memasukkan jari ke dalam telinga.

Para ulama menjelaskan hikmahnya:

  • Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' menyebutkan bahwa memasukkan ujung jari ke lubang telinga saat adzan adalah sunnah, karena dapat mengeraskan dan memperjelas suara, serta menjadi tanda bahwa seseorang sedang adzan.
  • Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menegaskan bahwa di antara petunjuk Nabi ﷺ dalam adzan adalah meletakkan kedua jari di lubang telinga, sebagaimana dilakukan Bilal.
  • Ibnu Rajab al-Hanbali menyebutkan bahwa amalan ini termasuk sunnah yang ditetapkan melalui perbuatan sahabat di hadapan Nabi ﷺ dan tidak diingkari, sehingga menjadi hujjah.

Ketiga: Sikap Nabi ﷺ yang mendiamkan (taqrir).

Karena Nabi ﷺ melihat dan mengetahui hal itu namun tidak mengingkarinya, maka menurut kaidah ushul yang dipegang Imam Ahmad bin Hanbal, Imam asy-Syafi'i, dan Imam Malik, perbuatan tersebut menjadi sunnah yang boleh diamalkan. Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah dan Irwa' al-Ghalil menilai hadits ini shahih dan menjadikannya dalil disunnahkannya kedua amalan tersebut.

Perbedaan pendapat: Sebagian ulama seperti Imam Abu Hanifah dan murid-muridnya menyatakan bahwa memutar badan saat adzan tidak dilakukan, karena menurut mereka yang berputar adalah orang yang mendengar adzan (untuk menjawab), bukan muadzin. Namun jumhur — termasuk Imam Ahmad, Imam asy-Syafi'i, At-Tirmidzi, Ibnu Hajar, dan An-Nawawi — berpegang pada hadits Abu Juhaifah ini dan menetapkannya sebagai sunnah. Pendapat jumhur inilah yang lebih kuat karena didukung hadits shahih yang jelas.

Story Telling

Dikisahkan oleh Abu Juhaifah Wahb bin Abdullah radhiyallahu 'anhu — seorang sahabat yang dikenal meriwayatkan sifat dan penampilan Nabi ﷺ — bahwa suatu hari ia datang menemui Rasulullah ﷺ di daerah Al-Abtah (dekat Mina, di sekitar Makkah). Saat itu Nabi ﷺ berada di dalam sebuah tenda merah, yang menurut sebagian ulama menunjukkan kemuliaan dan kehormatan beliau saat itu.

Kemudian keluarlah Bilal bin Rabah radhiyallahu 'anhu, muadzin Rasulullah ﷺ, dan mulai mengumandangkan adzan. Abu Juhaifah memperhatikan dengan saksama — karena ia ingin meniru dan meneladani — bagaimana Bilal mengumandangkan adzan: badannya berputar menoleh ke kanan dan ke kiri, dan kedua ujung jarinya dimasukkan ke dalam lubang telinganya. Pemandangan itu begitu berkesan bagi Abu Juhaifah, sehingga ia menyimpannya dan menyampaikannya kepada generasi setelahnya.

Hikmah: Bahwa sunnah-sunnah kecil dalam ibadah pun penting untuk dijaga, dan para sahabat sangat teliti dalam meneladani Nabi ﷺ hingga ke hal-hal yang tampak sepele. Inilah semangat ittiba' (mengikuti sunnah) yang dipuji oleh Al-Hasan al-Bashri dan Sufyan ats-Tsauri — bahwa ilmu itu bukan sekadar riwayat, tetapi amal dan keteladanan.

Kesimpulan Praktis

  1. Disunnahkan bagi muadzin untuk menoleh ke kanan saat mengucapkan "hayya 'alash shalah" dan ke kiri saat "hayya 'alal falah", agar suara tersebar ke segala arah.
  2. Disunnahkan memasukkan ujung jari ke lubang telinga saat adzan, karena dapat memperjelas dan mengeraskan suara, serta merupakan teladan Bilal radhiyallahu 'anhu.
  3. Tidak perlu berlebihan — cukup menoleh, bukan berputar penuh seperti berputar-putar, dan cukup ujung jari, bukan seluruh tangan.
  4. Mengikuti sunnah ini adalah bentuk kecintaan kepada Nabi ﷺ dan para sahabatnya, sebagaimana diwasiatkan Fudail bin 'Iyadh dan Abdullah bin al-Mubarak agar berpegang pada atsar salafus shalih.
  5. Bila seseorang mengikuti pendapat yang tidak memutar badan, itu termasuk ijtihad yang dihormati, dan tidak perlu dipertentangkan dengan keras — karena keduanya memiliki dasar dari ulama yang terpercaya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?