Bab Waktu Shalat Ashar
Shahih oleh Darussalam
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ، أَنْبَأَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّهُ أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ـ ﷺ ـ كَانَ يُصَلِّي الْعَصْرَ وَالشَّمْسُ مُرْتَفِعَةٌ حَيَّةٌ فَيَذْهَبُ الذَّاهِبُ إِلَى الْعَوَالِي وَالشَّمْسُ مُرْتَفِعَةٌ .
Dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah ﷺ biasa shalat Ashar ketika matahari masih panas dan tinggi, dan jika seseorang pergi ke pinggiran (Al-Madinah) dia akan dapat mencapainya sementara matahari masih panas dan tinggi.