Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 670 tentang Bacaan Al-Qur'an saat Subuh disaksikan malaikat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan keutamaan besar shalat Subuh: bacaan Al-Qur'an di waktu Subuh disaksikan langsung oleh para malaikat malam dan malaikat siang. Ini menunjukkan betapa mulianya waktu Subuh dan mendorong kita untuk benar-benar menjaga shalat Subuh berjamaah serta memperbanyak bacaan Al-Qur'an di dalamnya.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat yang dibaca Nabi ﷺ dalam hadits ini adalah:

QS. Al-Isra' [17]: 78

وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Terjemahan: "Dan (dirikanlah pula) bacaan Al-Qur'an di waktu Subuh. Sesungguhnya bacaan Al-Qur'an di waktu Subuh itu disaksikan."

Hadits terkait:

  • Hadits Abu Hurairah riwayat Ibnu Majah (no. 670, Kitab Shalat, Bab Waktu Shalat Subuh) — sebagaimana teks yang Anda bawakan.
  • Makna yang sama juga diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, bahwa Nabi ﷺ bersabda tentang ayat ini: para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul (menyaksikan) shalat Subuh. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari dan Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan makna "disaksikan" yaitu malaikat malam dan malaikat siang hadir menyaksikannya.

Penjelasan Rinci

Makna umum ayat dan hadits:

Allah memerintahkan mendirikan shalat dan membaca Al-Qur'an pada waktu Subuh (yaitu shalat Subuh). Kata "قُرْآنَ الْفَجْرِ" ditafsirkan oleh para ulama sebagai shalat Subuh itu sendiri, karena di dalamnya terdapat bacaan Al-Qur'an yang panjang.

Penjelasan para ulama dalam daftar:

  • Mujahid bin Jabr dan Qatadah bin Di'amah (dua mufassir tabi'in) menafsirkan "قُرْآنَ الْفَجْرِ" sebagai shalat Subuh. Ini disebutkan Ibnu Katsir dalam tafsirnya ketika membahas QS. Al-Isra' [17]: 78.
  • Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "مَشْهُودًا" berarti shalat Subuh disaksikan oleh malaikat malam dan malaikat siang. Malaikat malam mencatat amal di malam hari, lalu malaikat siang menggantikan mereka di pagi hari, dan keduanya berkumpul pada waktu Subuh.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa para malaikat naik dan turun pada waktu Subuh dan Ashar, dan pada dua waktu itulah amal hamba dilaporkan kepada Allah.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa penyaksian malaikat ini adalah bentuk pemuliaan (takrim) terhadap orang yang shalat Subuh berjamaah.
  • As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa penyaksian malaikat mengandung janji pahala besar dan dorongan untuk menghadirinya.

Perbedaan pendapat:

Sebagian ulama menafsirkan "disaksikan" sebagai disaksikan oleh Allah, sebagian lagi oleh malaikat. Namun yang paling kuat dan didukung hadits shahih adalah pendapat yang menyatakan disaksikan oleh malaikat malam dan siang, sebagaimana ditegaskan langsung oleh Nabi ﷺ dalam hadits ini.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah — sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits — sangat bersemangat menyampaikan keutamaan shalat Subuh kepada kaum muslimin. Beliau memahami bahwa waktu Subuh adalah waktu yang berat bagi jiwa (karena masih gelap dan mengantuk), sehingga Nabi ﷺ memberi kabar gembira: barangsiapa menegakkannya, para malaikat malam dan siang akan menjadi saksi baginya di hadapan Allah. Bayangkan, dua kelompok malaikat yang mulia hadir menyaksikan shalat kita — sungguh sebuah kehormatan yang seharusnya membuat kita bersemangat, bukan bermalas-malasan.

Kesimpulan Praktis

  1. Jagalah shalat Subuh berjamaah di masjid, karena di situlah penyaksian malaikat terjadi secara sempurna.
  2. Perpanjang bacaan Al-Qur'an dalam shalat Subuh, mengikuti sunnah Nabi ﷺ.
  3. Ingatlah bahwa amal kita dilaporkan kepada Allah pada waktu Subuh dan Ashar — jadikan kedua waktu itu sebagai momen terbaik kita.
  4. Tidur lebih awal dan siapkan diri agar bisa bangun untuk Subuh, karena keutamaannya sangat besar.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?