Sunan Ibnu Majah · Kitab Thaharah dan Sunnah-sunnahnya · No. 556

Bab Apa yang Dikatakan tentang Waktu dalam Mengusap bagi yang Tinggal dan yang Bepergian

Hasan oleh Darussalam

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، وَبِشْرُ بْنُ هِلاَلٍ الصَّوَّافُ، قَالاَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ عَبْدِ الْمَجِيدِ، قَالَ حَدَّثَنَا الْمُهَاجِرُ أَبُو مَخْلَدٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ النَّبِيِّ ـ ﷺ ـ أَنَّهُ رَخَّصَ لِلْمُسَافِرِ إِذَا تَوَضَّأَ وَلَبِسَ خُفَّيْهِ ثُمَّ أَحْدَثَ وُضُوءًا أَنْ يَمْسَحَ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ وَلَيَالِيَهُنَّ وَلِلْمُقِيمِ يَوْمًا وَلَيْلَةً ‏"‏ ‏.‏

Dari 'Abdur-Rahman bin Abu Bakrah, dari ayahnya, bahwa: Nabi ﷺ memberikan keringanan kepada para pelancong: "Jika seorang pelancong berwudhu dan mengenakan kaus kaki kulit, kemudian dia berwudhu lagi, dia bisa mengusap kaus kaki kulitnya selama tiga hari dan malam; sedangkan bagi yang tinggal bisa melakukannya selama satu hari dan satu malam."