Bab Wudhu dari Mazi
Shahih oleh Darussalam
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ، حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ، عَنْ سَالِمٍ أَبِي النَّضْرِ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ، عَنِ الْمِقْدَادِ بْنِ الأَسْوَدِ، أَنَّهُ سَأَلَ النَّبِيَّ ـ ﷺ ـ عَنِ الرَّجُلِ يَدْنُو مِنِ امْرَأَتِهِ فَلاَ يُنْزِلُ قَالَ " إِذَا وَجَدَ أَحَدُكُمْ ذَلِكَ فَلْيَنْضِحْ فَرْجَهُ - يَعْنِي لِيَغْسِلْهُ - وَيَتَوَضَّأْ " .
Diriwayatkan dari Miqdad bin Aswad bahwa dia bertanya kepada Nabi ﷺ tentang seorang lelaki yang mendekati istrinya, tetapi tidak ejakulasi. Dia berkata: "Jika salah satu dari kalian mengalami hal itu, maka hendaklah dia menyiramkan air ke bagian kemaluannya (artinya dia harus mencucinya) dan melakukan wudhu."