Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa memakan daging (termasuk daging yang dimasak) tidak membatalkan wudhu. Yang dilakukan Nabi ﷺ setelah makan daging bahu domba hanyalah berkumur dan mencuci tangan, bukan berwudhu kembali. Ini adalah dalil bahwa wudhu tidak batal karena makan daging, dan berkumur setelah makan hanyalah untuk membersihkan sisa makanan di mulut, bukan karena wudhu batal.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits riwayat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu:
Teks Arab hadits (sesuai riwayat Ibnu Majah):
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي الشَّوَارِبِ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ الْمُخْتَارِ، حَدَّثَنَا سُهَيْلٌ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ـ ﷺ ـ أَكَلَ كَتِفَ شَاةٍ فَمَضْمَضَ وَغَسَلَ يَدَيْهِ وَصَلَّى
Makna ringkas: Rasulullah ﷺ makan daging bahu domba, lalu beliau berkumur dan mencuci tangan, kemudian beliau langsung shalat tanpa berwudhu.
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 208) dan Imam Muslim (no. 358) dengan redaksi yang semakna, dari jalur Suhail bin Abi Shalih dari ayahnya dari Abu Hurairah.
Kaitan dengan ulama:
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (1/278) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya shalat setelah makan daging tanpa berwudhu, dan berkumur hanyalah sunnah untuk membersihkan mulut. Imam an-Nawawi dalam Al-Majmu' (2/64) juga menyebutkan bahwa hadits ini menjadi dalil bagi jumhur ulama bahwa makan daging tidak membatalkan wudhu.
Penjelasan Rinci
Para ulama dari kalangan sahabat dan tabi'in berbeda pendapat mengenai apakah makan daging unta membatalkan wudhu atau tidak. Namun untuk daging selain unta (seperti domba, sapi, kambing), para ulama sepakat bahwa hal itu tidak membatalkan wudhu.
Adapun mengenai daging unta, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama:
- Pendapat pertama (mayoritas ulama dari kalangan Hanafiyah, Malikiyah, Syafi'iyah, dan salah satu riwayat dari Imam Ahmad): Makan daging unta tidak membatalkan wudhu. Mereka berdalil dengan hadits ini dan hadits-hadits lain yang menunjukkan Nabi ﷺ makan daging dan shalat tanpa berwudhu. Imam asy-Syafi'i dalam Al-Umm (1/24) menyebutkan bahwa tidak ada dalil shahih yang menunjukkan batalnya wudhu karena makan daging unta.
- Pendapat kedua (Imam Ahmad dalam riwayat yang masyhur, dan sebagian ulama Hanabilah): Makan daging unta membatalkan wudhu, berdasarkan hadits Jabir bin Samurah bahwa Nabi ﷺ ditanya tentang wudhu dari daging unta, beliau menjawab: "Berwudhulah kalian" (HR. Abu Dawud no. 184, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani).
Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah dalam Majmu' Fatawa (21/216) cenderung memilih pendapat bahwa makan daging unta membatalkan wudhu, karena haditsnya shahih dan tidak ada yang memalingkannya. Namun beliau juga menegaskan bahwa untuk selain daging unta, tidak ada batalnya wudhu.
Adapun hadits yang sedang kita bahas ini (tentang daging domba), para ulama sepakat bahwa tidak ada batal wudhu di dalamnya. Yang dilakukan Nabi ﷺ hanyalah berkumur dan mencuci tangan — ini adalah perkara kebersihan dan kesunnahan, bukan karena wudhu beliau batal.
Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad (1/196) menjelaskan bahwa berkumur setelah makan adalah perkara yang dianjurkan untuk membersihkan sisa makanan, dan ini tidak berkaitan dengan wudhu sama sekali.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu — perawi hadits ini — adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Suatu ketika, beliau ditanya oleh sebagian orang tentang hukum wudhu karena makan daging. Maka beliau menyebutkan hadits ini sebagai jawaban: bahwa Nabi ﷺ makan daging bahu domba, lalu beliau hanya berkumur dan mencuci tangan, kemudian langsung shalat.
Kisah ini menunjukkan bagaimana para sahabat sangat teliti dalam menyampaikan sunnah Nabi ﷺ. Mereka memperhatikan detail-detail kecil dalam kehidupan beliau, termasuk cara beliau makan dan bersuci, agar bisa menjadi teladan bagi umat. Ini mengajarkan kita untuk tidak mudah berlebihan dalam beragama (ghuluw), namun juga tidak meremehkan sunnah-sunnah kecil.
Kesimpulan Praktis
- Makan daging (selain unta) tidak membatalkan wudhu. Anda boleh langsung shalat setelah makan daging tanpa berwudhu kembali.
- Berkumur dan mencuci tangan setelah makan adalah sunnah yang dicontohkan Nabi ﷺ, untuk membersihkan sisa makanan dan menjaga kebersihan.
- Untuk daging unta, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Yang paling hati-hati adalah berwudhu setelah memakannya, karena ada hadits shahih yang memerintahkan hal itu.
- Jangan berlebihan dalam beragama dengan mewajibkan sesuatu yang tidak diwajibkan oleh syariat. Agama ini mudah dan tidak menyulitkan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.