Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 4326 tentang Api tidak menghanguskan bekas sujud

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa api neraka akan menghanguskan seluruh tubuh manusia kecuali bekas sujud (anggota sujud), karena Allah mengharamkan neraka menyentuh bekas sujud tersebut. Ini menunjukkan besarnya keutamaan sujud dan pentingnya menjaga shalat serta memperbanyak sujud kepada Allah. Hadits ini juga menjadi peringatan agar tidak meninggalkan shalat dan tidak meremehkan ibadah sujud.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab az-Zuhd, Bab Sifat an-Nar, dari jalur Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dengan lafaz yang semakna, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari dan Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim.

Adapun dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan tema ini:

QS. Al-Hajj [22]: 18

```

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ۖ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَابُ ۗ وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ

```

Terjemahan: "Apakah kamu tidak mengetahui bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang melata, dan sebagian besar manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah, maka tidak seorang pun yang memuliakannya. Sungguh, Allah berbuat apa yang Dia kehendaki."

QS. As-Sajdah [32]: 15

```

إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

```

Terjemahan: "Sesungguhnya orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengannya (ayat-ayat Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, dan mereka tidak menyombongkan diri."

Penjelasan Rinci

Makna umum hadits:

Hadits ini menerangkan bahwa pada hari kiamat, api neraka akan membakar seluruh tubuh anak Adam, kecuali anggota tubuh yang digunakan untuk sujud — yaitu dahi, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung-ujung kaki. Allah mengharamkan neraka untuk menghanguskan bekas sujud tersebut.

Pemahaman para ulama dalam daftar:

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa yang dimaksud "atsar as-sujud" (bekas sujud) adalah anggota-anggota sujud yang tujuh, dan ini merupakan keutamaan khusus bagi orang yang bersujud kepada Allah dengan ikhlas. Beliau juga menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa sujud adalah ibadah yang paling membedakan antara orang mukmin dan orang kafir, karena orang kafir tidak bersujud kepada Allah.

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menerangkan bahwa hadits ini menjadi dalil bahwa sujud adalah amalan yang sangat mulia, dan bahwa anggota sujud akan tetap utuh di akhirat sebagai tanda keimanan seseorang. Beliau juga menegaskan bahwa hadits ini tidak berarti tubuh orang mukmin tidak akan merasakan panasnya neraka sama sekali jika ia masuk neraka karena dosa-dosanya, tetapi yang dimaksud adalah bahwa bekas sujud tidak akan dihanguskan oleh api neraka.

Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa hadits ini termasuk bab keutamaan sujud dan anjuran memperbanyak sujud, karena sujud adalah amalan yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabb-nya, sebagaimana disebutkan dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah: "Sedekat-dekatnya seorang hamba kepada Rabb-nya adalah ketika ia bersujud."

Ibn Katsir dalam tafsirnya ketika menjelaskan ayat-ayat tentang sujud menyebutkan bahwa sujud adalah ciri khas orang beriman, dan Allah akan menjaga tanda sujud tersebut di akhirat sebagai bentuk kemuliaan bagi orang yang bersujud dengan ikhlas.

Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Hadi al-Arwah menjelaskan bahwa anggota sujud akan tetap utuh sebagai tanda pengenal bagi orang mukmin di akhirat, dan ini adalah bentuk keutamaan yang Allah berikan kepada orang-orang yang bersujud kepada-Nya dengan penuh keikhlasan.

Perbedaan pendapat:

Sebagian ulama dalam daftar, seperti Ibn Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa, menyebutkan bahwa hadits ini berlaku bagi orang mukmin yang masuk neraka karena dosa-dosanya, namun bekas sujudnya tidak akan dihanguskan. Adapun orang kafir, maka seluruh tubuhnya akan dihanguskan karena tidak ada bekas sujud yang sah pada dirinya. Pendapat ini dikuatkan oleh Ibn Qayyim dan Ibn Rajab.

Yang paling kuat adalah pendapat yang menyatakan bahwa bekas sujud yang dimaksud adalah anggota sujud orang mukmin yang bersujud dengan ikhlas kepada Allah, dan ini merupakan keutamaan khusus yang Allah berikan kepada mereka, sebagaimana dipahami oleh Ibnu Hajar, an-Nawawi, dan Ibn Rajab.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, sahabat yang meriwayatkan hadits ini, adalah seorang yang sangat rajin bersujud dan memperbanyak shalat. Beliau pernah berkata: "Aku adalah orang yang paling banyak bersujud di antara kalian." (disebutkan oleh Al-Bukhari dalam Shahih-nya). Ini menunjukkan bahwa beliau memahami betul keutamaan sujud yang disebutkan dalam hadits ini, sehingga beliau berusaha memperbanyak sujud sepanjang hidupnya.

Al-Hasan al-Bashri rahimahullah, salah satu ulama tabi'in yang disebutkan dalam daftar, pernah menasihati murid-muridnya: "Perbanyaklah sujud, karena sujud adalah amalan yang tidak akan pernah dihanguskan oleh api neraka." Nasihat ini beliau sampaikan berdasarkan hadits Nabi ﷺ ini dan ayat-ayat tentang keutamaan sujud.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyak sujud dalam shalat dan ibadah lainnya, karena sujud adalah amalan yang paling dekat antara hamba dengan Rabb-nya dan bekasnya tidak akan dihanguskan oleh api neraka.
  2. Jaga shalat wajib dan jangan tinggalkan, karena shalat adalah amalan yang mengandung sujud, dan sujud adalah tanda keimanan yang akan dikenali di akhirat.
  3. Ikhlas dalam bersujud, karena yang menyelamatkan bukan sekadar gerakan sujud, tetapi sujud yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah dan sesuai tuntunan Nabi ﷺ.
  4. Jangan meremehkan dosa, karena hadits ini juga menjadi peringatan bahwa orang mukmin yang berdosa bisa saja masuk neraka, namun bekas sujudnya akan tetap terjaga sebagai tanda keimanannya.
  5. Berdoa dan memohon ampunan kepada Allah agar dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga-Nya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?