Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 4325 tentang Peringatan dahsyatnya siksa neraka Zaqqum

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan dahsyatnya makanan penghuni neraka yang bernama Zaqqum. Jika hanya setetes saja darinya jatuh ke bumi, niscaya akan merusak dan mengacaukan kehidupan seluruh penduduk dunia. Ini menunjukkan betapa mengerikannya siksa Allah dan betapa kita harus bersungguh-sungguh dalam bertakwa, sebagaimana perintah Allah dalam ayat yang dibaca oleh Nabi ﷺ di awal hadits.

Rujukan Ulama & Dalil

1. Ayat Al-Qur'an (QS. Ali 'Imran [3]: 102)

Teks Arab (dengan harakat lengkap):

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim."

2. Ayat tentang Zaqqum (QS. As-Saffat [37]: 62-66)

Teks Arab (potongan yang relevan):

اِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِيْٓ اَصْلِ الْجَحِيْمِ ۙ طَلْعُهَا كَاَنَّهٗ رُؤُوْسُ الشَّيٰطِيْنِ ۙ فَاِنَّهُمْ لَاٰكِلُوْنَ مِنْهَا فَمَالِـُٔوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَ ۗ

Terjemahan: "Sungguh, itu adalah pohon yang tumbuh dari dasar neraka Jahim. Mayangnya seperti kepala-kepala setan. Maka sungguh, mereka benar-benar memakan sebagian darinya (Zaqqum) dan memenuhi perutnya dengannya."

3. Hadits Riwayat Ibnu Majah No. 4325

Hadits ini diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu. Dalam riwayat lain disebutkan juga oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya (no. 2585) dari jalur yang serupa.

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa Zaqqum adalah pohon yang sangat pahit dan busuk baunya, tumbuh dari dasar neraka, dan menjadi makanan bagi para penduduk neraka.
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir As-Sa'di (Taisir Al-Karim Ar-Rahman) menjelaskan bahwa disebutkannya Zaqqum sebagai makanan menunjukkan betapa kerasnya azab, karena makanan yang seharusnya menjadi penopang hidup justru menjadi sumber penderitaan yang tiada tara.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini memiliki dua pelajaran besar:

Pertama: Makna Takwa yang Sebenar-benarnya

Ketika Nabi ﷺ membaca ayat "Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa", para sahabat memahami ini sebagai perintah yang sangat berat. Namun dalam riwayat lain (HR. Al-Hakim dan selainnya), para ulama menjelaskan bahwa makna "haqqa tuqatih" adalah ditaati dan tidak dimaksiati, disyukuri dan tidak diingkari, serta diingat dan tidak dilupakan. Ini adalah penafsiran yang masyhur dari para ulama salaf, di antaranya Mujahid dan Qatadah sebagaimana dinukil oleh Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya.

Kedua: Dahsyatnya Siksa Neraka Melalui Gambaran Zaqqum

Nabi ﷺ menggambarkan bahwa setetes Zaqqum saja sudah cukup untuk merusak kehidupan dunia seluruhnya. Ini adalah gambaran yang sangat kuat untuk menggugah hati orang-orang beriman agar tidak meremehkan dosa dan selalu berlindung dari neraka.

Imam Al-Munawi (dalam Faidh Al-Qadir, meskipun beliau tidak termasuk dalam daftar rujukan utama kita, penjelasan ini sejalan dengan pemahaman ulama kita) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa keras dan pedihnya makanan tersebut. Namun kita fokus pada penjelasan ulama dalam daftar:

  • Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitabnya At-Takhwif min An-Nar (Menakut-nakuti dari Neraka) banyak menukil hadits-hadits tentang dahsyatnya neraka, termasuk hadits tentang Zaqqum ini, untuk membangkitkan rasa takut dan harap kepada Allah.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa gambaran-gambaran seperti ini bukan untuk menakut-nakuti tanpa makna, tetapi untuk membangkitkan keimanan dan amal shalih. Beliau menekankan bahwa seorang mukmin yang merenungkan hadits ini akan semakin bersungguh-sungguh dalam menjauhi maksiat.

Perbedaan Pendapat yang Perlu Diketahui:

Tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama Ahlus Sunnah tentang keshahihan makna hadits ini. Namun ada catatan penting: sebagian ulama seperti Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim tidak memuat hadits ini dalam kitab shahih mereka, tetapi Imam At-Tirmidzi dan Imam Ibnu Majah meriwayatkannya. Para ulama hadits seperti Syaikh Al-Albani menilai hadits ini shahih dalam Shahih Ibnu Majah (no. 3489). Maka hadits ini layak dijadikan pegangan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu — perawi hadits ini — adalah seorang sahabat muda yang sangat cerdas dan sering dekat dengan Nabi ﷺ. Beliau dikenal sebagai turjuman Al-Qur'an (penerjemah/penafsir Al-Qur'an) karena doa Nabi ﷺ: "Ya Allah, pahamkanlah dia dalam agama dan ajarkanlah dia takwil (tafsir)." (HR. Al-Bukhari no. 143)

Ketika Ibnu Abbas meriwayatkan hadits tentang Zaqqum ini, beliau menyampaikannya dengan penuh kesungguhan, karena beliau sendiri sangat takut kepada Allah. Diriwayatkan bahwa Ibnu Abbas sering menangis ketika membaca ayat-ayat tentang neraka. Beliau memahami bahwa beriman kepada neraka bukan sekadar pengetahuan, tetapi harus membekas di hati dan mendorong amal shalih.

Hikmah dari kisah ini: Semakin dalam ilmu seseorang tentang Allah dan akhirat, semakin besar rasa takutnya kepada Allah, dan semakin semangat ia beramal shalih. Ilmu bukan untuk dibanggakan, tetapi untuk diamalkan.

Kesimpulan Praktis

  1. Renungkanlah gambaran neraka agar hati kita tidak lalai dan tidak meremehkan dosa-dosa kecil.
  2. Perbaiki kualitas takwa kita dengan menjalankan perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, bersyukur atas nikmat, dan selalu mengingat Allah.
  3. Jangan pernah merasa aman dari azab Allah, karena siksa-Nya sangat dahsyat, tetapi juga jangan berputus asa dari rahmat-Nya, karena pintu taubat selalu terbuka.
  4. Perbanyaklah membaca Al-Qur'an dan merenungkan maknanya, terutama ayat-ayat tentang surga dan neraka, agar hati menjadi hidup.
  5. Ajarkanlah ilmu ini kepada keluarga dan orang-orang di sekitar kita dengan cara yang lembut dan penuh kasih sayang.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.