Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menegaskan bahwa syafaat Nabi ﷺ benar-benar nyata dan akan mengeluarkan sekelompok orang beriman yang berdosa dari neraka. Mereka disebut Al-Jahannamiyyin karena pernah masuk neraka, lalu dikeluarkan dengan syafaat beliau ﷺ. Ini menunjukkan luasnya rahmat Allah dan kedudukan agung syafaat Nabi ﷺ bagi umatnya yang bertauhid.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang berkaitan:
QS. Al-Isra' [17]: 79
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا
Terjemahan: "Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji (maqam mahmud)."
Imam Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa maqam mahmud adalah kedudukan syafaat agung yang diberikan Allah kepada Nabi ﷺ pada hari kiamat, sebagaimana disebutkan dalam banyak hadits shahih.
Hadits terkait:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imran bin Husain radhiyallahu 'anhu, dikeluarkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Zuhud, Bab Penyebutan Syafaat (no. 4315). Hadits semakna juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah dan Anas bin Malik radhiyallahu 'anhuma tentang syafaat Nabi ﷺ.
Kaitan dengan ulama:
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa syafaat Nabi ﷺ terbagi beberapa jenis, salah satunya syafaat bagi pelaku dosa besar dari umat beliau yang telah masuk neraka agar dikeluarkan.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menegaskan bahwa hadits-hadits syafaat mutawatir maknanya dan menjadi akidah Ahlus Sunnah.
- Ibn Abi al-'Izz (murid dan pengikut Ibn Taymiyyah) — namun karena beliau tidak termasuk daftar, cukup kita sandarkan pada Ibn Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa yang menegaskan syafaat ini khusus bagi umat Muhammad ﷺ dan bagi ahli tauhid.
Penjelasan Rinci
Makna hadits:
Sabda Nabi ﷺ "لَيَخْرُجَنَّ قَوْمٌ مِنَ النَّارِ بِشَفَاعَتِي" — "Sungguh akan keluar sekelompok orang dari neraka dengan syafaatku." Kata layakhrujanna memakai lam dan nun taukid yang menunjukkan penegasan kuat: pasti dan tidak mungkin tidak terjadi.
Kata Al-Jahannamiyyin adalah penisbatan kepada Jahannam, artinya "orang-orang yang dinisbatkan kepada neraka Jahannam" — yaitu mereka yang pernah memasukinya karena dosa, lalu dikeluarkan dengan syafaat Nabi ﷺ.
Pemahaman ulama:
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Muslim menjelaskan bahwa syafaat Nabi ﷺ ada beberapa macam:
- Syafaat 'Uzhma (agung) di padang mahsyar untuk memulai hisab.
- Syafaat untuk ahli tauhid yang seharusnya masuk neraka agar tidak masuk.
- Syafaat untuk mengeluarkan ahli tauhid yang sudah masuk neraka — inilah yang dimaksud hadits ini.
- Syafaat untuk mengangkat derajat sebagian ahli surga.
- Ibn Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menegaskan bahwa syafaat tidak diberikan kepada orang kafir, dan tidak pula kepada orang yang meninggalkan tauhid. Syafaat hanya berlaku bagi ahli tauhid yang berdosa.
- Ibn Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa hadits-hadits tentang keluarnya umat Nabi ﷺ dari neraka mencapai derajat mutawatir, dan ini termasuk pokok akidah Ahlus Sunnah.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa nama Al-Jahannamiyyin diberikan karena mereka pernah berada di dalam Jahannam, bukan karena mereka kekal di dalamnya.
Perbedaan pendapat:
Sebagian ulama berbeda dalam rincian berapa kali syafaat dikeluarkan. Namun kesimpulan yang paling kuat — sebagaimana ditegaskan Ibn Katsir dan Ibnu Hajar — bahwa syafaat Nabi ﷺ berulang beberapa kali hingga tidak tersisa seorang pun dari ahli tauhid di dalam neraka, sesuai hadits panjang dalam Shahihain.
Story Telling
Diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda tentang syafaatnya:
Nabi ﷺ menyebutkan bahwa Allah akan berfirman: "Keluarkanlah dari neraka orang yang pernah mengucapkan 'La ilaha illallah' dan pernah mengerjakan kebaikan seberat biji sawi." Maka mereka pun dikeluarkan dalam keadaan hangus terbakar, lalu dicelupkan ke sungai kehidupan (Nahr al-Hayah), sehingga mereka tumbuh kembali seperti biji yang tumbuh di tepi air.
Hikmah: Betapa besar rahmat Allah dan betapa agungnya kedudukan Nabi ﷺ. Sahabat Imran bin Husain — perawi hadits ini — adalah seorang sahabat yang dikenal zuhud dan wara', dan beliau menyampaikan hadits ini agar umat tidak berputus asa dari rahmat Allah, namun juga tidak bermudah-mudahan dalam dosa.
Kesimpulan Praktis
- Yakinlah bahwa syafaat Nabi ﷺ adalah haq dan akan terjadi, khususnya bagi umat beliau yang bertauhid.
- Jagalah tauhid — karena syafaat hanya berlaku bagi ahli tauhid, bukan bagi orang yang berbuat syirik.
- Jangan berputus asa dari rahmat Allah jika terjatuh dalam dosa, selama masih di atas tauhid.
- Jangan bermudah-mudahan dalam dosa dengan bersandar pada syafaat; syafaat adalah rahmat, bukan alasan untuk meremehkan larangan Allah.
- Perbanyak doa dengan syafaat Nabi ﷺ, seperti doa setelah adzan: "Ya Allah, berikanlah kepada Nabi ﷺ wasilah dan keutamaan, dan bangkitkanlah beliau pada maqam mahmud yang Engkau janjikan."
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.