Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 4295 tentang Rahmat Allah mengalahkan murka-Nya

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kabar yang sangat menggembirakan bagi seluruh umat manusia. Hadits ini mengajarkan bahwa rahmat (kasih sayang) Allah Subhanahu wa Ta'ala jauh lebih besar dan mengalahkan murka-Nya. Ini adalah bukti nyata bahwa Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, dan pintu taubat serta harapan akan ampunan-Nya selalu terbuka lebar bagi hamba-Nya yang mau kembali kepada-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Zuhud, Bab "Apa yang Diharapkan dari Rahmat Allah di Hari Kiamat", nomor 4295, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (nomor 2751) dengan lafaz yang semakna.

Teks Hadits (dari riwayat Imam Muslim):

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: لَمَّا قَضَى اللهُ الْخَلْقَ كَتَبَ عِنْدَهُ فَوْقَ عَرْشِهِ: إِنَّ رَحْمَتِي سَبَقَتْ غَضَبِي

Artinya: "Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: 'Ketika Allah menciptakan makhluk, Dia menulis di sisi-Nya di atas 'Arsy-Nya: Sesungguhnya rahmat-Ku mendahului murka-Ku.'" (HR. Muslim)

Dalil dari Al-Qur'an:

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

"Katakanlah: 'Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'" (QS. Az-Zumar [39]: 53)

Penjelasan Rinci

Hadits yang mulia ini mengandung salah satu prinsip terbesar dalam agama Islam, yaitu tentang luasnya rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala. Mari kita renungkan penjelasan para ulama:

  1. Makna "Ketika Allah menciptakan makhluk": Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa ini menunjukkan bahwa penetapan rahmat Allah mendahului segala sesuatu. Sebelum alam semesta dan seluruh isinya diciptakan, Allah telah menetapkan bahwa rahmat-Nya akan meliputi seluruh ciptaan-Nya. Ini adalah kabar baik yang abadi.
  2. Makna "Rahmat-Ku mendahului/mengalahkan murka-Ku": Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa sifat rahmat (kasih sayang) adalah sifat yang dominan pada Allah. Murka-Nya hanya akan menimpa orang-orang yang memang pantas mendapatkannya, yaitu orang-orang kafir dan ahli maksiat yang tidak bertaubat. Namun, rahmat-Nya meliputi segala sesuatu, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-A'raf [7]: 156: وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ("Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu").
  3. Konsekuensi dari Hadits Ini: Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam kitabnya Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa hadits ini memberikan harapan yang sangat besar bagi orang-orang yang beriman. Jika rahmat Allah mendahului murka-Nya, maka seorang hamba tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah, sebesar apa pun dosa yang telah ia lakukan. Pintu taubat selalu terbuka selama nyawa masih di kerongkongan.
  4. Perbedaan Riwayat: Dalam riwayat Imam Ibnu Majah disebutkan "Rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku" (تَغْلِبُ), sedangkan dalam riwayat Imam Muslim disebutkan "Rahmat-Ku mendahului murka-Ku" (سَبَقَتْ). Kedua lafaz ini saling melengkapi. Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah menjelaskan bahwa makna "mengalahkan" dan "mendahului" pada hakikatnya sama, yaitu menunjukkan bahwa rahmat Allah lebih kuat dan lebih dahulu ada daripada murka-Nya. Murka Allah adalah konsekuensi dari perbuatan hamba, sedangkan rahmat adalah sifat asal Allah.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya Allah memiliki seratus rahmat. Dia menurunkan satu rahmat di antara jin, manusia, hewan, dan binatang melata. Dengan rahmat itulah mereka saling menyayangi, dan dengan rahmat itulah binatang buas menyayangi anaknya. Dan Allah menahan sembilan puluh sembilan rahmat untuk memberikan rahmat kepada hamba-hamba-Nya pada hari Kiamat." (HR. Muslim)

Imam an-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa besarnya rahmat Allah yang akan Dia curahkan kepada hamba-Nya di hari Kiamat. Jika satu rahmat saja sudah cukup untuk membuat seluruh makhluk di dunia saling menyayangi, maka bagaimana dengan sembilan puluh sembilan rahmat yang Allah simpan untuk hari pembalasan? Tentu itu akan menjadi rahmat yang sangat agung bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa.

Kisah ini mengajarkan kita bahwa Allah tidak pernah pelit dalam memberikan kasih sayang-Nya. Justru kitalah yang sering kali menjauhkan diri dari rahmat-Nya melalui perbuatan dosa dan maksiat.

Kesimpulan Praktis

  1. Jangan Berputus Asa: Sebesar apa pun dosa yang kita lakukan, jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Bertaubatlah dengan sungguh-sungguh, karena Allah Maha Pengampun.
  2. Perbanyak Istighfar: Biasakan diri untuk selalu memohon ampunan kepada Allah, karena rahmat-Nya mengalahkan murka-Nya.
  3. Berbaik Sangka kepada Allah: Ketika berdoa dan beribadah, yakinlah bahwa Allah akan menerima amal kita dan mengampuni dosa kita. Jangan pernah berprasangka buruk kepada Allah.
  4. Sebarkan Kabar Gembira: Sampaikan kabar gembira tentang luasnya rahmat Allah ini kepada sesama muslim, agar mereka juga tidak berputus asa dan semakin semangat dalam beribadah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?