Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 4293 tentang Rahmat Allah dibagi, 99 disimpan untuk Hari Kiamat

Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 4293

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan luasnya rahmat Allah. Dari seratus rahmat yang Allah miliki, hanya satu yang diturunkan ke dunia — dan dengan satu rahmat itu seluruh makhluk bisa saling mengasihi, bahkan binatang buas menyayangi anaknya. Sembilan puluh sembilan rahmat lainnya disimpan Allah untuk diberikan kepada hamba-hamba-Nya di Hari Kiamat. Maka jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Az-Zumar [39]: 53

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

"Katakanlah: 'Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.'"

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dan terdapat juga dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim dengan lafaz yang semakna. Imam Ibnu Majah meriwayatkannya dalam Sunan-nya, Kitab az-Zuhd, bab tentang harapan terhadap rahmat Allah pada Hari Kiamat.

Kaitan dengan ulama:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa penyebutan "seratus" di sini menunjukkan angka yang sempurna dan banyak, bukan berarti Allah hanya memiliki seratus rahmat secara bilangan yang terbatas — karena rahmat Allah tidak terbatas.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa hadits ini memotivasi hamba untuk berharap kepada rahmat Allah dan tidak berputus asa.
  • Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menekankan bahwa hadits ini menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya di akhirat dibandingkan dengan kasih sayang di dunia.

Penjelasan Rinci

Makna umum hadits:

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran mendasar:

Pertama, Allah memiliki rahmat yang sangat luas. Penyebutan angka seratus adalah cara untuk memudahkan pemahaman manusia, karena rahmat Allah sesungguhnya tidak terbatas oleh bilangan. Sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar al-Asqalani, angka dalam hadits kadang digunakan untuk menunjukkan makna yang besar dan sempurna, bukan pembatasan hakiki.

Kedua, satu bagian rahmat yang diturunkan ke dunia inilah yang menjadi sumber segala kasih sayang di antara makhluk. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kasih sayang antara ibu dan anak, antara sesama manusia, bahkan naluri binatang buas terhadap anaknya, semuanya bersumber dari satu bagian rahmat Allah yang ada di dunia ini.

Ketiga, sembilan puluh sembilan rahmat disimpan untuk Hari Kiamat. Ini menunjukkan bahwa pada Hari Kiamat, rahmat Allah akan jauh lebih besar dan luas bagi hamba-hamba-Nya yang beriman. Ibnu Rajab al-Hanbali menjelaskan bahwa ini adalah bentuk harapan (raja') yang harus dimiliki setiap mukmin — bahwa di akhirat nanti, rahmat Allah akan meliputi orang-orang beriman dengan cara yang tidak bisa dibayangkan di dunia.

Keempat, hadits ini juga mengajarkan tentang pentingnya raja' (harapan) kepada rahmat Allah. Imam an-Nawawi menegaskan bahwa seorang Muslim harus seimbang antara khauf (takut) dan raja' (harap). Hadits ini condong kepada sisi harapan, terutama bagi orang yang merasa dosanya banyak.

Perbedaan pendapat di antara ulama:

Sebagian ulama membahas apakah angka "seratus" bersifat hakiki atau majazi. Ibnu Hajar al-Asqalani cenderung memahami bahwa angka tersebut adalah hakiki dalam penyebutan, namun makna rahmat Allah tetap tidak terbatas. Ibnu Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa sifat-sifat Allah termasuk rahmat-Nya tidak boleh dibatasi dengan bilangan makhluk, karena rahmat Allah sesuai dengan keagungan-Nya. Pendapat yang paling kuat adalah bahwa angka tersebut disebutkan sebagai pemberitahuan dari Nabi ﷺ yang bersifat hakiki dalam penyebutan, namun kita tidak membatasi rahmat Allah hanya pada angka itu, karena rahmat Allah jauh lebih luas dari apa yang bisa dibayangkan.

Story Telling

Diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim dari Umar bin al-Khattab radhiyallahu 'anhu, bahwa suatu ketika ada tawanan perang yang dibawa kepada Nabi ﷺ. Di antara mereka ada seorang wanita yang mencari-cari anaknya. Ketika ia menemukan anaknya, ia langsung memeluk dan menyusuinya. Melihat itu, Nabi ﷺ bertanya kepada para sahabat: "Apakah menurut kalian wanita ini akan tega melemparkan anaknya ke dalam api?" Para sahabat menjawab: "Tidak, demi Allah, selama ia mampu menahan diri." Maka Nabi ﷺ bersabda: "Sungguh, Allah lebih penyayang kepada hamba-hamba-Nya daripada wanita ini kepada anaknya."

Kisah ini — sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari — menggambarkan bahwa kasih sayang seorang ibu hanyalah sebagian kecil dari satu rahmat yang Allah turunkan ke dunia. Betapa besar rahmat Allah yang disimpan untuk Hari Kiamat bagi hamba-hamba-Nya yang beriman.

Kesimpulan Praktis

  1. Jangan berputus asa dari rahmat Allah, sekalipun dosa kita banyak. Sembilan puluh sembilan rahmat Allah disimpan untuk Hari Kiamat bagi hamba-Nya yang beriman.
  2. Renungkan kasih sayang di dunia — cinta ibu kepada anak, kasih antara suami-istri, bahkan naluri binatang — semuanya berasal dari satu bagian kecil rahmat Allah. Ini menunjukkan betapa luasnya rahmat yang Allah simpan di akhirat.
  3. Seimbangkan rasa takut dan harapan. Takutlah kepada azab Allah, tetapi jangan sampai berputus asa dari rahmat-Nya. Hadits ini mengajarkan kita untuk selalu berharap kepada ampunan dan kasih sayang Allah.
  4. Perbanyak amal saleh dan doa agar termasuk hamba yang mendapatkan curahan sembilan puluh sembilan rahmat Allah di Hari Kiamat.
  5. Sebarkan kasih sayang di dunia sebagai wujud syukur atas rahmat yang Allah titipkan, karena dengan rahmat itulah kita bisa saling mengasihi.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?