Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 4278 tentang Manusia berdiri dalam keringat di hari kebangkitan

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan dahsyatnya hari kiamat, tepatnya ketika seluruh manusia dibangkitkan dan berdiri menghadap Allah Rabbul 'alamin. Pada hari itu, keringat akan membasahi tubuh manusia hingga mencapai setengah telinga mereka, sebagai bagian dari kengerian dan kesulitan hari tersebut. Ini adalah peringatan agar kita mempersiapkan diri dengan amal shalih dan takut kepada Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

1. Dalil Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ

"Yauma yaqūmun-nāsu lirabbil-'ālamīn"

Artinya: "(Yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam." (QS. Al-Muthaffifin [83]: 6)

2. Hadits Riwayat Ibnu Majah:

Hadits yang Anda tanyakan diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Az-Zuhd, Bab "Penyebutan Kebangkitan", no. 4278, dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma. Lafaz haditsnya:

> "يَقُومُ أَحَدُهُمْ فِي رَشْحِهِ إِلَى أَنْصَافِ أُذُنَيْهِ"

>

> "Salah seorang dari mereka berdiri dalam keringatnya hingga setengah telinganya."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 6538) dan Imam Muslim (no. 2862) dengan redaksi yang serupa.

3. Kaitan dengan Ulama:

  • Imam Ibn Katsir dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa ayat ini menggambarkan keadaan manusia pada hari kiamat ketika mereka berdiri di hadapan Allah, dan beliau mengutip hadits-hadits yang menjelaskan tentang keringat yang menenggelamkan manusia sesuai dengan kadar amal mereka.
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir As-Sa'di (Taisir Karimir Rahman) menjelaskan bahwa pada hari itu manusia berdiri dalam keadaan yang sangat sulit, dan keringat menjadi salah satu tanda kesulitan tersebut.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hari kiamat adalah hari yang sangat dahsyat. Pada hari itu, Allah mengumpulkan seluruh manusia dari zaman Nabi Adam hingga manusia terakhir di satu tempat (mauqif) untuk dihisab. Keadaan mereka berbeda-beda sesuai dengan amal perbuatan mereka di dunia.

1. Makna "Berdiri Menghadap Rabbul 'Alamin":

Imam Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan keagungan Allah dan kedudukan manusia yang hina di hadapan-Nya. Manusia berdiri dalam waktu yang sangat lama, dan tidak ada seorang pun yang berani berbicara kecuali dengan izin Allah. Ini adalah hari yang penuh keagungan dan kewibawaan Allah.

2. Makna "Keringat Hingga Setengah Telinga":

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa keringat pada hari kiamat berbeda-beda kadarannya sesuai dengan amal manusia. Ada yang keringatnya hanya sampai mata kaki, ada yang sampai lutut, ada yang sampai pinggang, dan ada yang sampai tenggorokan. Adapun orang-orang mukmin yang berbuat baik, Allah akan melindungi mereka dari kesusahan tersebut.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa keringat tersebut adalah bagian dari kesusahan hari kiamat. Namun, bagi orang-orang yang bertakwa, Allah akan memberikan naungan di bawah 'Arsy-Nya pada hari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya.

3. Hikmah dari Hadits Ini:

  • Hari kiamat adalah hari yang nyata dan pasti terjadi.
  • Keringat yang mencapai setengah telinga menunjukkan betapa dahsyatnya hari tersebut.
  • Kita harus mempersiapkan diri dengan amal shalih, karena amal itulah yang akan meringankan kesusahan hari kiamat.
  • Hadits ini juga menunjukkan bahwa manusia akan dibangkitkan dalam keadaan telanjang, tidak berkhitan, dan tidak membawa harta benda, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih lainnya.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda:

> "Manusia akan berkeringat pada hari kiamat hingga keringat mereka meresap ke dalam bumi sejauh tujuh puluh hasta, dan keringat itu akan menenggelamkan mereka hingga ke mulut mereka." (HR. Al-Bukhari no. 6539 dan Muslim no. 2864)

Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ menceritakan bahwa ada sebagian orang yang keringatnya mencapai mata kaki, ada yang mencapai lutut, ada yang mencapai pinggang, dan ada yang mencapai tenggorokan. (HR. Muslim no. 2864)

Kisah ini menggambarkan bahwa keadaan manusia pada hari kiamat berbeda-beda sesuai dengan amal mereka. Orang yang banyak berbuat baik akan diringankan kesusahannya, sedangkan orang yang lalai akan merasakan kesulitan yang lebih berat. Maka, mari kita perbanyak amal shalih dan memohon perlindungan Allah dari kesusahan hari kiamat.

Kesimpulan Praktis

  1. Iman kepada hari kiamat adalah bagian dari rukun iman yang wajib diyakini.
  2. Berdiri menghadap Allah pada hari kiamat adalah kepastian yang harus kita persiapkan.
  3. Perbanyak amal shalih dan istiqamah dalam ketaatan, karena amal itulah yang akan meringankan hisab kita.
  4. Perbanyak doa memohon perlindungan dari kesusahan hari kiamat, seperti doa yang diajarkan Nabi ﷺ.
  5. Jangan lalai dengan kesenangan dunia, karena dunia hanyalah persinggahan sementara menuju kampung akhirat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.