Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah peringatan keras dari Nabi ﷺ tentang besarnya dosa menyakiti hewan, bahkan hingga menyebabkan seseorang masuk neraka. Ini menunjukkan bahwa Allah Maha Adil dan Maha Teliti dalam menghisab setiap perbuatan, sekecil apa pun. Hadits ini juga mengajarkan kita untuk tidak meremehkan hak-hak makhluk hidup di sekitar kita, karena kelalaian yang tampak sepele bisa menjadi sebab kebinasaan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Az-Zuhd, Bab Penyebutan Taubat, nomor 4256. Juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Teks Arab Hadits (dengan harakat lengkap):
قَالَ الزُّهْرِيُّ وَحَدَّثَنِي حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ـ ﷺ ـ قَالَ : " دَخَلَتِ امْرَأَةٌ النَّارَ فِي هِرَّةٍ رَبَطَتْهَا فَلَا هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَلَا هِيَ أَرْسَلَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ حَتَّى مَاتَتْ " . قَالَ الزُّهْرِيُّ : لِئَلَّا يَتَّكِلَ رَجُلٌ وَلَا يَيْأَسَ رَجُلٌ .
Terjemahan: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang dia ikat, tidak dia beri makan, dan tidak pula dia lepaskan sehingga kucing itu bisa memakan serangga di bumi, hingga kucing itu mati." Az-Zuhri berkata: "Agar seseorang tidak bersandar (pada amalnya) dan tidak pula berputus asa."
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
QS. Az-Zalzalah [99]: 7-8
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ * وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
"Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah (atom), niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya."
Penjelasan Rinci
Hadits ini adalah salah satu dalil yang sangat kuat tentang larangan menyakiti hewan dan pentingnya berbuat baik kepada semua makhluk. Mari kita telaah beberapa poin penting:
- Kesalahan Wanita Tersebut: Kesalahan utama wanita ini bukanlah memiliki kucing, tetapi karena dia mengikat kucing tersebut tanpa memberinya makan dan minum, serta tidak melepaskannya agar bisa mencari makan sendiri. Ini adalah bentuk kezaliman dan pengabaian hak hidup makhluk lain. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa dosa wanita ini adalah karena dia menahan kucing tersebut dari makanan dan minuman hingga mati, dan ini adalah bentuk siksa yang sangat kejam terhadap hewan.
- Hikmah dari Az-Zuhri: Perkataan Az-Zuhri, "Agar seseorang tidak bersandar (pada amalnya) dan tidak pula berputus asa," adalah pelajaran yang sangat dalam. Ini mengajarkan dua hal:
- Jangan Bersandar pada Amal: Seseorang tidak boleh merasa aman dan sombong dengan amal ibadahnya yang banyak, lalu meremehkan dosa-dosa kecil. Bisa jadi, dosa yang dianggap remeh seperti menyakiti hewan, menjadi sebab seseorang terjerumus ke dalam neraka.
- Jangan Berputus Asa: Di sisi lain, seseorang yang bergelimang dosa tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah. Taubat yang tulus bisa menghapus dosa-dosa sebesar apa pun, sebagaimana disebutkan dalam bab taubat ini.
- Pandangan Ulama: Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah, seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim, sering kali membawakan hadits ini untuk menunjukkan bahwa keadilan Allah itu sempurna. Allah menghisab setiap perbuatan, termasuk perbuatan terhadap hewan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin juga menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan haramnya menyiksa hewan dengan cara apa pun, termasuk dengan mengurungnya tanpa memberi makan.
- Perbandingan dengan Hadits Lain: Dalam riwayat lain yang shahih, disebutkan bahwa ada seorang wanita pezina yang diampuni dosanya karena memberi minum seekor anjing yang kehausan. Ini menunjukkan bahwa perbuatan baik sekecil apa pun kepada makhluk hidup bisa menjadi sebab ampunan, dan perbuatan buruk sekecil apa pun bisa menjadi sebab adzab. Ini menegaskan keadilan Allah yang mutlak.
Story Telling
Dari kisah ini, kita bisa mengambil pelajaran tentang betapa telitinya Allah dalam membalas setiap perbuatan. Ada sebuah kisah dari salafus shalih tentang seorang ulama yang sangat takut kepada Allah. Suatu hari, dia melihat seekor semut terjatuh ke dalam air dan berusaha menyelamatkannya. Ketika ditanya mengapa dia begitu peduli pada semut, dia menjawab, "Aku takut jika Allah menghisabku atas kelalaianku terhadap makhluk-Nya yang kecil ini, sebagaimana Dia menghisab wanita yang mengurung kucing."
Kisah ini menunjukkan bahwa kekhawatiran akan hisab Allah yang teliti membuat seorang mukmin sangat berhati-hati dalam berinteraksi dengan semua makhluk, sekecil apa pun. Ini adalah buah dari iman yang sejati.
Kesimpulan Praktis
- Bersikap Lembut kepada Hewan: Jangan pernah menyakiti hewan, baik dengan memukul, mengurung tanpa memberi makan, atau membebaninya di luar kemampuannya.
- Penuhi Hak-Hak Hewan: Jika memiliki hewan peliharaan, berikanlah makan, minum, dan tempat tinggal yang layak. Ini adalah tanggung jawab kita.
- Jangan Meremehkan Dosa Kecil: Sadarilah bahwa dosa kecil yang dilakukan terus-menerus atau dilakukan dengan zalim bisa menjadi besar di sisi Allah. Jangan pernah meremehkan perbuatan buruk sekecil apa pun.
- Jangan Berputus Asa: Sebaliknya, jika kita pernah berbuat zalim, segeralah bertaubat kepada Allah dengan taubat nasuha. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
- Ambil Pelajaran dari Setiap Kisah: Jadikan kisah-kisah dalam Al-Qur'an dan hadits sebagai pelajaran berharga untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.