Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah salah satu kisah paling menyentuh tentang Nabi ﷺ. Beliau meminta Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu untuk membacakan Al-Qur'an kepada beliau. Ketika bacaan sampai pada ayat tentang saksi dari setiap umat, yaitu QS. An-Nisa' [4]: 41, air mata Nabi ﷺ pun mengalir. Ini menunjukkan betapa dalamnya penghayatan Nabi ﷺ terhadap Al-Qur'an, dan betapa agungnya kedudukan ayat tersebut yang menggambarkan peristiwa besar di hari kiamat.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang dibaca:
QS. An-Nisa' [4]: 41
فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَىٰ هَٰؤُلَاءِ شَهِيدًا
"Maka bagaimanakah (keadaan mereka) apabila Kami mendatangkan seorang saksi dari setiap umat, dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu?"
Hadits Riwayat:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Az-Zuhd, Bab Al-Huzn wal-Buka' (Kesedihan dan Air Mata), no. 4194. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 4582 dan 5050) dan Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 800), dari sahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu.
Penjelasan Ulama:
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan kebolehan bahkan keutamaan membaca Al-Qur'an di hadapan orang yang lebih alim, dan bahwa Nabi ﷺ ingin mendengarkan bacaan orang lain untuk mengambil pelajaran dan kekhusyukan. Beliau juga menyebutkan bahwa menangis karena mendengar ayat Al-Qur'an adalah tanda keimanan yang dalam.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:
- Keutamaan Abdullah bin Mas'ud: Nabi ﷺ secara khusus meminta beliau untuk membacakan Al-Qur'an. Ini menunjukkan kepercayaan dan penghargaan Nabi ﷺ terhadap bacaan dan pemahaman Ibnu Mas'ud. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa ini adalah keutamaan besar bagi Ibnu Mas'ud.
- Makna Ayat: Ayat ini menggambarkan suasana hari kiamat, di mana setiap umat akan didatangkan saksi dari kalangan mereka sendiri (yaitu para nabi mereka), dan Nabi Muhammad ﷺ akan menjadi saksi atas umatnya. Syaikh Abdurrahman as-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa ayat ini mengandung ancaman dan peringatan keras bagi orang-orang kafir dan pendosa, karena saksi-saksi tersebut akan memberikan kesaksian yang benar tentang amal perbuatan mereka.
- Mengapa Nabi ﷺ Menangis? Para ulama menjelaskan bahwa tangisan Nabi ﷺ di sini adalah karena:
- Rasa takut dan cemas akan keadaan umatnya di hari kiamat. Beliau ﷺ sangat khawatir jika ada di antara umatnya yang tidak menjalankan perintah Allah.
- Kebesaran dan keagungan gambaran hari kiamat yang begitu dahsyat, di mana beliau sendiri akan menjadi saksi.
- Rasa haru dan syukur karena Allah telah memberikan kedudukan yang agung ini kepadanya, namun di sisi lain beliau merasa berat dengan amanah besar tersebut.
- Adab Membaca Al-Qur'an: Hadits ini mengajarkan bahwa membaca Al-Qur'an dengan tadabbur (perenungan) dan penghayatan adalah amalan yang sangat dianjurkan. Imam Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin menjelaskan bahwa tujuan utama membaca Al-Qur'an adalah untuk memahami dan merenungkan maknanya, bukan sekadar membaca cepat tanpa pemahaman.
- Menangis karena Al-Qur'an: Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'iful Ma'arif menyebutkan bahwa menangis ketika mendengar atau membaca Al-Qur'an adalah sifat orang-orang yang beriman dan tanda hidupnya hati. Beliau mengutip firman Allah dalam QS. Maryam [19]: 58 yang menyebutkan bahwa para nabi menangis ketika dibacakan ayat-ayat Allah.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa pada kesempatan lain, Nabi ﷺ bersabda kepada Abdullah bin Mas'ud: "Bacakanlah Al-Qur'an kepadaku." Ibnu Mas'ud berkata, "Wahai Rasulullah, apakah aku akan membacakan Al-Qur'an kepadamu, padahal Al-Qur'an itu diturunkan kepadamu?" Nabi ﷺ menjawab, "Sesungguhnya aku suka mendengarnya dari orang lain." Maka Ibnu Mas'ud membacakan Surat An-Nisa' hingga sampai pada ayat ke-41. Ketika itu, Ibnu Mas'ud melihat air mata Nabi ﷺ mulai mengalir. Maka Ibnu Mas'ud pun berhenti dan tidak melanjutkan bacaannya. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Hikmah dari kisah ini:
Kisah ini menunjukkan betapa lembutnya hati Nabi ﷺ dan betapa dalamnya penghayatan beliau terhadap Al-Qur'an. Meskipun beliau adalah penerima wahyu, beliau tetap ingin mendengar Al-Qur'an dibacakan oleh sahabatnya. Ini juga mengajarkan kita untuk tidak merasa sombong dengan ilmu yang kita miliki, dan selalu terbuka untuk belajar dari orang lain. Air mata Nabi ﷺ adalah bukti cinta dan takutnya beliau kepada Allah, serta kepedulian beliau yang luar biasa terhadap umatnya.
Kesimpulan Praktis
Beberapa hal yang bisa kita amalkan dari hadits ini:
- Membaca Al-Qur'an dengan tadabbur - Jangan terburu-buru, tetapi renungkan setiap ayat yang dibaca.
- Menangis karena Al-Qur'an - Jika hati tersentuh dan mata meneteskan air mata saat membaca atau mendengar Al-Qur'an, itu adalah karunia Allah yang agung. Jangan ditahan-tahan.
- Belajar dari orang lain - Nabi ﷺ saja meminta orang lain membacakan Al-Qur'an untuk beliau. Kita seharusnya lebih rendah hati untuk saling belajar dan mengingatkan.
- Merenungkan hari kiamat - Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap amal akan dipersaksikan. Mari kita perbaiki amal dan ibadah kita.
- Menghidupkan sunnah menangis karena takut kepada Allah - Ini adalah sifat para nabi dan orang-orang shalih.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.