Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 4170 tentang Kesehatan dan waktu luang sering disia-siakan

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengingatkan kita tentang dua nikmat besar yang sering dilupakan manusia: kesehatan dan waktu luang. Banyak orang baru menyadari nilainya setelah kehilangan keduanya. Sebagai muslim, kita wajib memanfaatkan kesehatan dan waktu luang untuk ketaatan kepada Allah, bukan untuk kemaksiatan atau hal sia-sia.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat:

  • Imam Bukhari meriwayatkan hadits serupa dalam Shahih al-Bukhari, Kitab ar-Riqaq, Bab: "Kesehatan dan Waktu Luang" (no. 6412), dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.
  • Imam Ibnu Majah meriwayatkannya dalam Sunan Ibnu Majah, Kitab Zuhd, Bab Hikmah (no. 4170) dengan sanad yang shahih.

Teks Hadits (dengan harakat lengkap):

حَدَّثَنَا الْعَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ الْعَظِيمِ الْعَنْبَرِيُّ، حَدَّثَنَا صَفْوَانُ بْنُ عِيسَى، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِنْدٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ، يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ ‏"‏ نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ ‏"‏ ‏.‏

Terjemahan:

"Dua nikmat yang banyak disia-siakan oleh banyak orang: Kesehatan dan waktu luang."

Penjelasan Ulama:

Imam Ibn Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fath al-Bari (11/234) menjelaskan bahwa kata "مَغْبُونٌ" (maghbun) berarti tertipu atau dirugikan. Maksudnya, banyak orang yang tidak memanfaatkan kedua nikmat ini dengan baik, sehingga mereka rugi di dunia dan akhirat.

Imam Ibn Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam (1/463) berkata: "Kesehatan dan waktu luang adalah dua nikmat yang sering membuat manusia lalai. Jika seseorang sehat tetapi sibuk dengan urusan dunia, atau memiliki waktu luang tetapi tidak mengisinya dengan ibadah, maka ia termasuk orang yang merugi."

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung peringatan yang sangat penting. Rasulullah ﷺ menyebut dua nikmat yang sering "digadaikan" atau "disia-siakan" oleh manusia:

1. Nikmat Kesehatan (الصِّحَّةُ)

Kesehatan adalah modal utama untuk beribadah dan beramal. Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah rahimahullah dalam Zad al-Ma'ad (4/7) menjelaskan bahwa kesehatan adalah nikmat yang paling besar setelah iman. Tanpa kesehatan, seseorang sulit melaksanakan shalat, puasa, haji, jihad, dan amal-amal lainnya.

2. Nikmat Waktu Luang (الْفَرَاغُ)

Waktu luang adalah kesempatan yang diberikan Allah untuk berbuat kebaikan. Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (15/94) mengatakan bahwa waktu luang adalah nikmat yang sering membuat manusia lalai karena mereka menggunakannya untuk bersantai-santai atau bermaksiat.

Peringatan Ulama:

  • Imam al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata: "Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau hanyalah kumpulan hari-hari. Setiap hari yang berlalu, sebagian dari dirimu telah pergi." (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam az-Zuhd)
  • Imam Fudail bin 'Iyadh rahimahullah berkata: "Aku tidak pernah melihat sesuatu yang lebih berat dihisab daripada dua perkara: waktu luang dan kesehatan." (Diriwayatkan oleh Imam adz-Dzahabi dalam Siyar A'lam an-Nubala)

Hikmah Hadits:

Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa banyak orang tertipu dengan kedua nikmat ini. Mereka mengira kesehatan dan waktu luang akan terus ada, padahal keduanya bisa hilang kapan saja. Orang yang sehat sering lupa bersyukur, dan orang yang memiliki waktu luang sering mengisinya dengan hal yang tidak bermanfaat.

Story Telling

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, beliau berkata: "Rasulullah ﷺ bersabda: 'Dua nikmat yang banyak disia-siakan oleh banyak orang: Kesehatan dan waktu luang.'" (HR. Bukhari no. 6412)

Imam Ibn Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fath al-Bari (11/234) menceritakan bahwa para salaf sangat menjaga waktu mereka. Misalnya, Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah ditanya: "Kapan engkau beristirahat?" Beliau menjawab: "Ketika aku masuk surga." Ini menunjukkan betapa mereka memanfaatkan setiap detik untuk kebaikan.

Kisah lain, Imam al-Hasan al-Bashri rahimahullah melihat seorang pemuda yang duduk-duduk di pasar tanpa melakukan apa-apa. Beliau berkata: "Wahai anak muda, apakah engkau tidak malu kepada Allah? Engkau memiliki waktu luang dan kesehatan, tetapi engkau menyia-nyiakannya?" Pemuda itu pun menangis dan bertaubat.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersyukur dengan kesehatan dengan menggunakannya untuk ibadah dan ketaatan.
  2. Manfaatkan waktu luang untuk belajar ilmu, berdzikir, beramal shalih, dan membantu sesama.
  3. Jangan menunda kebaikan karena waktu bisa berubah dan kesehatan bisa hilang.
  4. Evaluasi diri setiap hari apakah kita sudah memanfaatkan kedua nikmat ini dengan baik.
  5. Jadikan setiap detik bernilai di sisi Allah, karena waktu adalah modal utama menuju akhirat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk memanfaatkan kesehatan dan waktu luang dalam ketaatan kepada-Nya, serta menjauhkan kita dari kelalaian dan penyesalan. Aamiin.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.