Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ berwudhu dengan membasuh setiap anggota wudhu sebanyak tiga kali. Ini adalah salah satu cara wudhu yang paling sempurna dan utama, dan merupakan bentuk kesempurnaan dalam mengikuti sunnah Nabi ﷺ. Para ulama sepakat bahwa membasuh tiga kali adalah yang paling afdhal (utama), sementara membasuh sekali atau dua kali juga diperbolehkan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Ibnu Majah:
Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda berikan):
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ حَيَّانَ، عَنْ سَالِمٍ أَبِي الْمُهَاجِرِ، عَنْ مَيْمُونِ بْنِ مِهْرَانَ، عَنْ عَائِشَةَ، وَأَبِي، هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ ـ ﷺ ـ تَوَضَّأَ ثَلاَثًا ثَلاَثًا
Hadits-hadits lain yang senada:
- Dari Abdullah bin Zaid radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Nabi ﷺ berwudhu dua kali dua kali." (HR. Bukhari no. 158, Muslim no. 235)
- Dari Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu, ia berwudhu tiga kali tiga kali, kemudian berkata: "Aku melihat Rasulullah ﷺ berwudhu seperti wudhuku ini." (HR. Bukhari no. 159, Muslim no. 226)
Dalil Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai ke kedua mata kaki." (QS. Al-Ma'idah [5]: 6)
Ayat ini memerintahkan wudhu secara umum, dan hadits-hadits Nabi ﷺ menjelaskan tata caranya, termasuk jumlah basuhan.
Kaitan dengan Ulama:
- Imam Asy-Syafi'i dalam kitab Al-Umm menjelaskan bahwa membasuh tiga kali adalah yang paling sempurna, dan membasuh sekali adalah yang paling minimal yang mencukupi.
- Imam Ahmad bin Hanbal dalam Masail (riwayat putranya Abdullah) juga menyebutkan bahwa wudhu tiga kali adalah yang utama.
- Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (3/108) menjelaskan bahwa para ulama sepakat (ijma') bahwa membasuh tiga kali adalah sunnah, dan membasuh sekali atau dua kali diperbolehkan.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa tata cara wudhu Nabi ﷺ bervariasi: kadang beliau membasuh sekali, kadang dua kali, dan kadang tiga kali. Namun yang paling sering dan paling sempurna adalah tiga kali.
Pendapat Ulama tentang Jumlah Basuhan:
- Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat bahwa membasuh tiga kali adalah yang paling utama, karena ini yang paling sering dilakukan Nabi ﷺ dan merupakan bentuk kesempurnaan wudhu.
- Imam Abu Hanifah dan Imam Malik juga sepakat bahwa tiga kali adalah sunnah, namun membasuh sekali adalah yang wajib (minimal).
- Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Al-Mumti' (1/203) menjelaskan bahwa wudhu Nabi ﷺ kadang satu kali, dua kali, dan tiga kali. Namun yang paling sempurna adalah tiga kali, dan ini yang beliau anjurkan.
Hikmah Membasuh Tiga Kali:
- Imam Ibnul Qayyim dalam Zad Al-Ma'ad (1/193) menjelaskan bahwa membasuh tiga kali mengandung hikmah kebersihan yang maksimal dan merupakan bentuk ibadah yang dicontohkan langsung oleh Nabi ﷺ.
- Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa wudhu yang sempurna akan menjadi cahaya bagi seorang hamba di hari kiamat, sebagaimana disebutkan dalam hadits tentang "ghurratul muhajjilin" (cahaya di wajah dan kaki).
Catatan Penting:
Para ulama menegaskan bahwa membasuh tiga kali bukanlah kewajiban, melainkan sunnah. Jika seseorang membasuh sekali saja dengan sempurna, maka wudhunya sah. Namun untuk mendapatkan kesempurnaan dan keutamaan, dianjurkan membasuh tiga kali.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu pernah berwudhu di hadapan para sahabat. Beliau membasuh setiap anggota wudhunya tiga kali, kemudian berkata:
"Aku melihat Rasulullah ﷺ berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian beliau bersabda: 'Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian shalat dua rakaat tanpa berkata-kata (sia-sia) di dalamnya, maka diampuni dosanya yang telah lalu.'" (HR. Bukhari no. 159, Muslim no. 226)
Kisah ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat antusias untuk meniru persis tata cara wudhu Nabi ﷺ, termasuk membasuh tiga kali, karena mereka memahami bahwa dalam mengikuti sunnah terdapat keberkahan dan ampunan.
Kesimpulan Praktis
- Membasuh tiga kali adalah cara wudhu yang paling utama dan sempurna, sebagaimana yang paling sering dilakukan Nabi ﷺ.
- Membasuh sekali atau dua kali juga diperbolehkan dan wudhunya sah, namun kurang sempurna.
- Niatkan wudhu untuk menghilangkan hadats dan sebagai ibadah kepada Allah, bukan sekadar rutinitas.
- Jaga kesempurnaan wudhu karena akan menjadi cahaya di hari kiamat, sebagaimana disebutkan dalam hadits.
- Ajarkan tata cara wudhu yang benar kepada keluarga dan orang-orang di sekitar kita.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.