Bab Siapa yang Tidak Diperhatikan
Dha'if oleh Darussalam
حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ عُبَيْدٍ الْحِمْصِيُّ، حَدَّثَنَا أَيُّوبُ بْنُ سُوَيْدٍ، عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أُمَامَةَ الْحَارِثِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ " الْبَذَاذَةُ مِنَ الإِيمَانِ " . قَالَ الْبَذَاذَةُ الْقَشَافَةُ يَعْنِي التَّقَشُّفَ .
haddatsana katsiru ibnu ubaydin alhimshiyyu, haddatsana ayyubu ibnu suwaydin, an usamaha ibni zaydin, an abdi allahi ibni abi umamaha alharitsiyyi, an abihi, qala qala rasulu allahi " albadzadzahu mina alimani ". qala albadzadzahu alqasyafahu yani attaqassyufa.
Telah menceritakan kepada kami Kethir bin Ubaid Al-Himsiy, telah menceritakan kepada kami Ayyub bin Suwaid, dari Usamah bin Zaid, dari Abdullah bin Abi Umamah Al-Harithi, dari ayahnya, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: 'Kesederhanaan adalah bagian dari iman.' Dikatakan bahwa kesederhanaan adalah sikap sederhana yang berarti berpenampilan sederhana.