Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 4099 tentang Ciri-ciri kaum yang diperangi sebelum kiamat

Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 4099

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini termasuk tanda-tanda besar Hari Kiamat yang bersifat ghaib. Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa akan terjadi peperangan melawan suatu kaum dengan ciri fisik tertentu (mata kecil, wajah lebar seperti perisai, mata seperti belalang) dan kebiasaan tertentu (bersepatu bulu, berperisai, mengikat kuda di pohon kurma). Tugas kita adalah membenarkan kabar Nabi ﷺ tanpa memaksakan penafsiran tertentu pada sosok atau zaman tertentu, karena penetapan wujudnya adalah hak Allah. Yang paling penting adalah mengambil pelajaran: hendaknya kita bersiap dengan iman dan amal, bukan sibuk menebak-nebak identitas kaum tersebut.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-A'raf [7]: 187

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۖ يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Terjemahan: "Mereka menanyakan kepadamu tentang Kiamat: 'Kapan terjadinya?' Katakanlah: 'Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu hanya pada Tuhanku. Tidak seorang pun dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.' Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: 'Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu hanya di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.'"

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Fitnah, Bab "Menyisakan". Sanadnya: Al-Hasan bin 'Arafah → 'Ammar bin Muhammad → Al-A'masy → Abu Shalih → Abu Sa'id Al-Khudri (radhiyallahu 'anhu).

Hadits semakna juga terdapat dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim dari Abu Hurairah dan lainnya, dengan lafaz menyebutkan ciri-ciri kaum tersebut. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits-hadits tentang tanda Kiamat wajib diimani sebagaimana adanya, dan tidak boleh dipaksakan penakwilannya tanpa dalil.

Kaitan dengan ulama:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa ciri-ciri fisik yang disebutkan dalam hadits-hadits fitnah dan tanda Kiamat adalah kabar yang harus dibenarkan, dan sebagian ulama memahaminya sebagai bangsa tertentu (seperti bangsa Tartar/Mongol) berdasarkan kesesuaian sifat, namun penetapan final diserahkan kepada Allah.
  • Ibnu Katsir dalam An-Nihayah fil Fitan wal Malahim menyebutkan hadits-hadits semakna dan mengaitkannya dengan peperangan besar sebelum Kiamat.
  • Ibnu Taymiyyah dalam Minhaj as-Sunnah menegaskan bahwa beriman kepada tanda-tanda Kiamat adalah bagian dari aqidah, dan tidak boleh menolak atau mengingkarinya.

Penjelasan Rinci

Hadits ini berbicara tentang salah satu tanda Kiamat: akan terjadi peperangan antara kaum Muslimin dengan suatu kaum yang memiliki ciri-ciri khusus. Mari kita uraikan maknanya:

1. "Tidak akan terjadi Kiamat hingga kalian memerangi suatu kaum..."

Ini menunjukkan bahwa peperangan tersebut pasti terjadi sebelum Kiamat. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ini termasuk asyrath as-sa'ah (tanda-tanda Kiamat) yang bersifat ghaib dan wajib diimani.

2. Ciri-ciri fisik yang disebutkan:

  • "Mata kecil" (صِغَارَ الأَعْيُنِ) — mata mereka kecil dan sipit.
  • "Wajah lebar" (عِرَاضَ الْوُجُوهِ) — wajah mereka lebar dan bulat.
  • "Seolah mata mereka adalah pupil belalang" (كَأَنَّ أَعْيُنَهُمْ حَدَقُ الْجَرَادِ) — perumpamaan yang menggambarkan mata hitam kecil dan menonjol.
  • "Seolah wajah mereka adalah perisai yang dipukul" (كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الْمَجَانُّ الْمُطْرَقَةُ) — wajah lebar dan tebal seperti perisai kulit yang dilapisi.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa sebagian ulama memahami ciri-ciri ini sebagai gambaran bangsa Tartar (Mongol) yang memang memiliki ciri fisik demikian. Namun beliau juga menegaskan bahwa penetapan pasti siapa kaum tersebut adalah perkara ghaib yang tidak boleh dipastikan tanpa dalil tegas.

3. Kebiasaan mereka:

  • "Mereka mengenakan sepatu dari rambut" (يَنْتَعِلُونَ الشَّعَرَ) — alas kaki mereka terbuat dari bulu/rambut.
  • "Menggunakan perisai kulit" (وَيَتَّخِذُونَ الدَّرَقَ) — mereka memakai perisai sebagai pelindung.
  • "Mengikat kuda mereka pada pohon kurma" (يَرْبِطُونَ خَيْلَهُمْ بِالنَّخْلِ) — menunjukkan mereka adalah pasukan berkuda yang kuat.

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa semua ini adalah kabar dari Nabi ﷺ yang wajib dibenarkan. Beliau juga mengingatkan agar kita tidak sibuk menakwil atau menebak-nebak secara berlebihan, karena yang terpenting adalah mempersiapkan diri dengan iman dan amal shalih.

Perbedaan pendapat di antara ulama:

Sebagian ulama (seperti yang dinukil Ibnu Hajar dari beberapa ulama) memahami kaum ini sebagai bangsa Tartar/Mongol yang menyerang dunia Islam pada abad ke-7 H. Sebagian lain berpendapat bahwa ini adalah kaum yang akan muncul di akhir zaman dan belum tentu sudah muncul. Ibnu Katsir dan Ibnu Taymiyyah cenderung tidak memastikan identitas mereka, dan menyerahkan ilmu kepada Allah.

Yang paling kuat: kita wajib membenarkan kabar Nabi ﷺ, dan tidak memastikan identitas kaum tersebut kecuali dengan dalil yang tegas. Sikap yang benar adalah tawaqquf (berhenti dari memastikan) sambil tetap bersiap dengan iman dan amal.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Sa'id Al-Khudri (radhiyallahu 'anhu), sahabat yang meriwayatkan hadits ini, adalah salah satu sahabat yang banyak meriwayatkan hadits tentang fitnah dan tanda Kiamat. Beliau hidup hingga masa fitnah besar terjadi, dan beliau selalu mengingatkan kaum Muslimin untuk berpegang teguh pada sunnah Nabi ﷺ dan tidak terpecah belah.

Al-Hasan al-Bashri (rahimahullah), seorang tabi'in yang terkenal, pernah ditanya tentang tanda-tanda Kiamat. Beliau menjawab: "Yang terpenting bagi kalian bukanlah mengetahui kapan Kiamat terjadi, tetapi mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Sebab orang yang siap, tidak akan terkejut ketika Kiamat datang."

Hikmahnya: hadits-hadits tentang tanda Kiamat bukan untuk membuat kita sibuk menebak-nebak, tetapi untuk membuat kita semakin taat dan waspada.

Kesimpulan Praktis

  1. Imani kabar Nabi ﷺ tentang tanda-tanda Kiamat, termasuk hadits ini, tanpa menolak atau mengingkari.
  2. Jangan sibuk menebak-nebak identitas kaum yang disebutkan, karena itu perkara ghaib. Cukup benarkan dan serahkan ilmu kepada Allah.
  3. Persiapkan diri dengan iman dan amal shalih, karena Kiamat datang tiba-tiba.
  4. Jauhi ghuluw (berlebihan) dalam membahas tanda Kiamat, dan jangan jadikan bahan spekulasi atau perpecahan.
  5. Berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah dengan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah, sebagaimana yang diajarkan oleh Imam an-Nawawi, Ibnu Hajar, Ibnu Katsir, dan Ibnu Taymiyyah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?