Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 4076 tentang Fitnah Ya'juj Ma'juj sebagai ujian besar umat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengabarkan salah satu peristiwa besar di akhir zaman, yaitu setelah Allah membinasakan Ya'juj dan Ma'juj, kaum Muslimin akan menggunakan senjata-senjata mereka (busur, anak panah, dan perisai) sebagai kayu bakar selama tujuh tahun. Ini menunjukkan betapa banyaknya peralatan perang yang ditinggalkan oleh pasukan Ya'juj dan Ma'juj yang jumlahnya sangat besar. Hadits ini juga menegaskan bahwa kemenangan dan keamanan yang Allah berikan kepada kaum Muslimin pada masa itu sangatlah sempurna.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab al-Fitan, Bab Fitnat ad-Dajjal wa Khuruj 'Isa bin Maryam wa Khuruj Ya'juj wa Ma'juj, no. 4076. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dalam Sunan-nya (no. 3153) dan Imam Ibnu Hibban dalam Shahih-nya (no. 6839) dari jalur yang berbeda. Syaikh al-Albani menilai hadits ini shahih dalam Shahih Sunan Ibni Majah (no. 3288).

Teks Hadits (dengan harakat lengkap):

حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ، حَدَّثَنَا ابْنُ جَابِرٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ جَابِرٍ الطَّائِيِّ، حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّهُ سَمِعَ النَّوَّاسَ بْنَ سَمْعَانَ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ: "سَيُوقِدُ الْمُسْلِمُونَ مِنْ قِسِيِّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَنُشَّابِهِمْ وَأَتْرِسَتِهِمْ سَبْعَ سِنِينَ".

Terjemahan: "Orang-orang Muslim akan menggunakan busur, anak panah, dan perisai dari Ya'juj dan Ma'juj sebagai kayu bakar selama tujuh tahun."

Ayat Al-Qur'an yang Terkait:

Allah Ta'ala berfirman tentang kehancuran Ya'juj dan Ma'juj:

فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ رَبِّي جَعَلَهُ دَكَّاءَ ۖ وَكَانَ وَعْدُ رَبِّي حَقًّا ۝ وَتَرَكْنَا بَعْضَهُمْ يَوْمَئِذٍ يَمُوجُ فِي بَعْضٍ ۖ وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَجَمَعْنَاهُمْ جَمْعًا

"Maka apabila telah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya (Ya'juj dan Ma'juj) hancur luluh. Dan janji Tuhanku itu adalah benar. Dan pada hari itu Kami biarkan mereka (Ya'juj dan Ma'juj) bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka semuanya." (QS. Al-Kahfi [18]: 98-99)

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini adalah bagian dari rangkaian kisah panjang tentang Ya'juj dan Ma'juj yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Nawwas bin Sam'an radhiyallahu 'anhu. Dalam riwayat lengkap tersebut, Rasulullah ﷺ menceritakan bahwa setelah Nabi Isa 'alaihis salam membunuh Dajjal, Allah mewahyukan kepadanya untuk mengumpulkan hamba-hamba-Nya ke bukit Thur, lalu Allah mengeluarkan Ya'juj dan Ma'juj yang jumlahnya sangat banyak. Kemudian Nabi Isa dan kaum Muslimin berdoa kepada Allah, lalu Allah mengirimkan ulat ke leher-leher mereka sehingga mereka binasa semuanya dalam satu malam.

Setelah itu, Nabi Isa 'alaihis salam dan kaum Muslimin turun dari bukit, dan mereka mendapati bumi telah penuh dengan bangkai dan bau busuk. Mereka kembali berdoa kepada Allah, lalu Allah mengirimkan burung-burung besar yang membawa bangkai-bangkai tersebut dan melemparkannya ke laut. Kemudian Allah menurunkan hujan yang membersihkan bumi, lalu bumi menjadi bersih seperti cermin.

Makna "سَيُوقِدُ الْمُسْلِمُونَ" (kaum Muslimin akan menyalakan api):

Yaitu mereka akan menggunakan busur, anak panah, dan perisai dari Ya'juj dan Ma'juj sebagai kayu bakar untuk memasak dan menghangatkan diri selama tujuh tahun. Ini menunjukkan bahwa jumlah senjata yang ditinggalkan sangatlah banyak, karena pasukan Ya'juj dan Ma'juj jumlahnya sangat besar — disebutkan dalam hadits bahwa mereka adalah "seribu seribu" (sejuta) dari setiap suku.

Hikmah dari hadits ini:

  1. Kekuasaan Allah yang mutlak: Pasukan yang sangat besar dan kuat yang tidak bisa dikalahkan oleh manusia, tiba-tiba binasa dalam semalam oleh makhluk kecil (ulat) yang Allah kirimkan. Ini mengajarkan kita bahwa kekuatan sejati hanyalah milik Allah.
  2. Kemenangan kaum Muslimin: Setelah masa ujian yang panjang, Allah memberikan keamanan dan ketenangan kepada kaum Muslimin. Mereka bisa hidup dengan tenang, bahkan menggunakan peralatan perang musuh sebagai kayu bakar — sesuatu yang mustahil terjadi kecuali setelah kemenangan total.
  3. Berkah dan kecukupan: Selama tujuh tahun mereka tidak kekurangan bahan bakar, karena Allah mencukupkan mereka dari rampasan perang tersebut. Ini menunjukkan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-hamba-Nya yang beriman.

Imam Ibn Katsir dalam an-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan besarnya jumlah senjata Ya'juj dan Ma'juj, dan bahwa kaum Muslimin pada masa itu hidup dalam kelimpahan dan keamanan setelah Allah membinasakan musuh-musuh mereka.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh al-Arba'in an-Nawawiyah ketika membahas tanda-tanda besar kiamat menyebutkan bahwa peristiwa ini adalah bagian dari mukjizat Nabi ﷺ yang mengabarkan hal-hal ghaib, dan semuanya pasti terjadi karena Allah telah menetapkannya.

Story Telling

Dari hadits panjang yang diriwayatkan Imam Muslim dari Nawwas bin Sam'an radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Ketika Allah telah membinasakan Ya'juj dan Ma'juj, Nabi Isa 'alaihis salam dan para sahabatnya turun dari bukit Thur. Mereka tidak mendapati satu jengkal pun di bumi kecuali penuh dengan bangkai dan bau busuk mereka. Maka Nabi Isa dan para sahabatnya berdoa kepada Allah, lalu Allah mengirimkan burung-burung yang lehernya seperti leher unta, yang membawa bangkai-bangkai tersebut dan melemparkannya ke suatu tempat yang Allah kehendaki. Kemudian Allah menurunkan hujan yang tidak meninggalkan satu rumah pun dari tanah liat maupun bulu, lalu bumi dibersihkan seperti cermin."

Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda: "Lalu dikatakan kepada bumi: 'Tumbuhkan buah-buahanmu dan kembalikan berkahmu.' Maka pada hari itu sekelompok orang akan makan dari satu buah delima dan berlindung di bawah kulitnya. Dan susu seekor unta betina akan mencukupi sekelompok orang banyak."

Hikmah: Kisah ini mengajarkan kita bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan, dan bahwa Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya yang beriman dalam kesulitan selamanya. Sebagaimana firman Allah: فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan) — QS. Asy-Syarh [94]: 5.

Kesimpulan Praktis

  1. Iman kepada perkara ghaib: Kita wajib mengimani berita-berita tentang akhir zaman yang disampaikan oleh Rasulullah ﷺ, meskipun akal kita belum mampu membayangkannya, karena itu adalah wahyu dari Allah.
  2. Mengambil pelajaran tentang kekuasaan Allah: Tidak ada kekuatan di dunia ini yang bisa menandingi kekuasaan Allah. Pasukan Ya'juj dan Ma'juj yang sangat besar binasa oleh ulat kecil, maka janganlah kita sombong dengan kekuatan atau harta yang kita miliki.
  3. Yakin bahwa pertolongan Allah pasti datang: Sebagaimana kaum Muslimin mendapatkan kemenangan dan keamanan setelah masa ujian yang panjang, maka kita pun harus yakin bahwa pertolongan Allah akan datang kepada hamba-hamba-Nya yang bersabar dan bertakwa.
  4. Bersyukur atas nikmat keamanan: Hadits ini mengingatkan kita untuk mensyukuri nikmat keamanan dan ketenangan yang kita rasakan sekarang, karena itu adalah nikmat yang sangat besar dari Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?