Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 4071 tentang Ciri fisik Dajjal dan tipu daya surga-nerakanya

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan sebagian sifat fisik Dajjal dan salah satu fitnah terbesarnya. Dajjal itu buta sebelah matanya (mata kiri), rambutnya lebat, dan ia membawa sesuatu yang tampak seperti surga dan neraka. Namun, yang tampak seperti surga itu sebenarnya adalah neraka, dan yang tampak seperti neraka itu sebenarnya adalah surga. Ini adalah ujian bagi manusia, agar mereka berpegang pada iman dan tidak tertipu oleh penampilan lahiriah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab al-Fitan, Bab Fitnat ad-Dajjal wa Khuruj 'Isa bin Maryam wa Khuruj Ya'juj wa Ma'juj, no. 4071, dari sahabat Hudzaifah bin al-Yaman radhiyallahu 'anhu.

Hadits ini juga memiliki penguat (syawahid) dalam riwayat lain, di antaranya dari sahabat 'Ubadah bin ash-Shamit radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya Dajjal itu buta sebelah matanya, matanya yang buta itu tertutup oleh daging yang tumbuh (tidak jelas), dan ia membawa surga dan neraka. Nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka." (HR. Ahmad, dan dinilai shahih oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah ash-Shahihah no. 2454)

Adapun dalil dari Al-Qur'an tentang hakikat ujian dan tipu daya, Allah Ta'ala berfirman:

وَمَا جَعَلْنَا أَصْحَابَ النَّارِ إِلَّا مَلَائِكَةً وَمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ إِلَّا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا

"Dan Kami tidak menjadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan Kami tidak menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir..." (QS. Al-Muddatsir [74]: 31)

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah menjadikan sebagian hal sebagai ujian dan cobaan bagi hamba-Nya, sebagaimana fitnah Dajjal adalah ujian terbesar di akhir zaman.

Penjelasan Rinci

Para ulama Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa hadits-hadits tentang Dajjal adalah berita ghaib yang wajib diimani, karena datang dari Nabi ﷺ yang jujur dan benar. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Lum'at al-I'tiqad menjelaskan bahwa beriman kepada Dajjal dan fitnahnya termasuk bagian dari beriman kepada hal-hal ghaib yang dikabarkan oleh Rasulullah ﷺ.

Beberapa poin penting dari hadits ini:

  1. Sifat fisik Dajjal: Dajjal itu buta mata kirinya. Ini adalah tanda yang jelas agar kaum muslimin tidak tertipu dengannya. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa di antara kedua matanya tertulis "كَافِر" (kafir) yang dapat dibaca oleh setiap mukmin, baik yang bisa membaca maupun yang buta huruf. Ini menunjukkan bahwa Allah memberikan tanda yang jelas bagi orang beriman untuk mengenalinya.
  2. Rambutnya lebat (jufal asy-sya'r): Ini menggambarkan rambut Dajjal yang tebal dan kusut, sebagaimana disebutkan dalam riwayat-riwayat shahih lainnya.
  3. Fitnah surga dan neraka: Dajjal membawa sesuatu yang tampak seperti surga (indah, hijau, penuh kenikmatan) dan sesuatu yang tampak seperti neraka (api, asap, gelap). Namun hakikatnya terbalik: yang tampak seperti surga itu adalah neraka, dan yang tampak seperti neraka itu adalah surga. Ini adalah ujian terbesar, karena manusia cenderung tertarik pada keindahan dan takut pada hal yang menakutkan.

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka" adalah bahwa apa yang dilihat manusia sebagai surga dari Dajjal, sebenarnya adalah neraka yang akan menyiksa siapa yang memilihnya. Sebaliknya, apa yang dilihat sebagai neraka, sebenarnya adalah surga bagi yang bersabar dan tidak mengikutinya. Ini adalah bentuk ujian keimanan.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam Tafsir-nya menjelaskan prinsip bahwa Allah menguji hamba-Nya dengan hal-hal yang lahiriahnya baik tetapi hakikatnya buruk, dan sebaliknya. Maka orang beriman harus berpegang pada dalil dan petunjuk, bukan pada penampilan.

Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim menyebutkan bahwa Dajjal akan melakukan keajaiban-keajaiban yang menakjubkan manusia, seperti memerintahkan langit untuk hujan maka hujan turun, memerintahkan bumi untuk menumbuhkan tanaman maka tumbuh. Namun semua itu adalah ujian, dan orang beriman tidak akan tertipu karena ia yakin bahwa Dajjal itu buta sebelah matanya dan tertulis "kafir" di dahinya.

Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah dalam Syarh Aqidah al-Wasithiyah menegaskan bahwa beriman kepada fitnah Dajjal adalah bagian dari iman kepada hari akhir, dan kita diperintahkan untuk berlindung dari fitnahnya dalam setiap shalat (tasyahhud akhir), sebagaimana diajarkan Nabi ﷺ.

Story Telling

Dikisahkan bahwa sahabat Hudzaifah bin al-Yaman radhiyallahu 'anhu adalah sahabat yang paling banyak mengetahui tentang fitnah Dajjal. Beliau bertanya kepada Nabi ﷺ tentang kebaikan dan keburukan, dan Nabi ﷺ memberitahunya banyak hal tentang Dajjal. Dalam riwayat shahih (HR. Muslim), Hudzaifah berkata: "Wahai Rasulullah, apa yang akan engkau katakan jika Dajjal muncul sementara aku masih hidup?" Maka Nabi ﷺ bersabda: "Cukuplah bagimu bahwa ia buta sebelah mata, dan tidak ada Rabb kalian yang buta sebelah mata." (HR. Muslim)

Hikmah dari kisah ini: Orang beriman tidak akan tertipu oleh Dajjal karena ia memiliki tanda-tanda yang jelas. Yang paling penting adalah mengenal Allah dan sifat-sifat-Nya, karena siapa yang mengenal Allah dengan benar, ia tidak akan tertipu oleh kebatilan apa pun.

Kesimpulan Praktis

  1. Wajib mengimani berita tentang Dajjal sebagai bagian dari iman kepada hal ghaib yang dikabarkan Nabi ﷺ.
  2. Mengenal tanda-tanda Dajjal agar tidak tertipu, terutama sifat buta mata kirinya dan tulisan "kafir" di dahinya.
  3. Berlindung dari fitnah Dajjal setiap selesai tasyahhud dalam shalat, dengan doa: "Allahumma inni a'udzu bika min 'adzabi jahannam, wa min 'adzabil qabr, wa min fitnatil mahya wal mamat, wa min syarri fitnatil masihid dajjal."
  4. Tidak tertipu penampilan lahiriah: Fitnah Dajjal mengajarkan kita untuk tidak menilai sesuatu hanya dari lahiriahnya, tetapi harus berpegang pada dalil dan petunjuk syariat.
  5. Memperkuat iman dan ilmu, karena hanya orang yang berilmu dan beriman yang selamat dari fitnah Dajjal.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.