Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengabarkan tentang sebagian tanda-tanda dekatnya hari kiamat, yaitu akan terjadi tiga perkara besar di tengah umat Nabi ﷺ: khosf (gempa bumi yang membenamkan), maskh (perubahan bentuk manusia menjadi hewan), dan qadzf (pelemparan dari langit berupa batu atau petir). Ini adalah peringatan keras dari Nabi ﷺ agar umatnya senantiasa istiqamah di atas iman dan menjauhi kemaksiatan yang menjadi sebab turunnya adzab tersebut.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab al-Fitan, Bab al-Khusuf (Gempa Bumi), no. 4062. Juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud, dan at-Tirmidzi dengan redaksi yang semakna.
Teks hadits yang disebutkan di atas sudah benar dan lengkap. Berikut kami tuliskan kembali dengan harakat sesuai periwayatan:
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، وَمُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ، عَنِ الْحَسَنِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ " يَكُونُ فِي أُمَّتِي خَسْفٌ وَمَسْخٌ وَقَذْفٌ "
Makna ringkas: Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa di kalangan umatnya akan terjadi khosf (pembenaman ke bumi), maskh (perubahan bentuk), dan qadzf (pelemparan dari langit).
Adapun dalil dari Al-Qur'an yang relevan dengan makna hadits ini adalah firman Allah tentang adzab berupa pembenaman dan pelemparan:
QS. Al-'Ankabut [29]: 40
فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِۦ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ
"Maka masing-masing Kami siksa disebabkan dosanya; di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan. Dan Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri."
Penjelasan Rinci
Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa hadits ini termasuk berita ghaib Nabi ﷺ tentang perkara-perkara besar yang akan terjadi di akhir zaman. Berikut penjelasan dari para ulama yang kami rujuk:
1. Makna Khosf (الخسف)
Khosf adalah pembenaman ke dalam bumi. Ini adalah adzab yang pernah menimpa umat-umat terdahulu, seperti Qarun yang dibenamkan Allah ke dalam bumi beserta rumahnya. Para ulama menjelaskan bahwa di akhir zaman, adzab ini juga akan menimpa sebagian umat Nabi ﷺ sebagai akibat dari perbuatan dosa mereka.
Imam al-Qurthubi (dalam at-Tadzkirah) dan para ulama lain menyebutkan bahwa khosf ini terjadi karena banyaknya perbuatan zina dan maksiat yang terang-terangan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa adzab-adzab seperti ini turun ketika kemungkaran sudah merajalela dan tidak ada yang mengingkarinya.
2. Makna Maskh (المسخ)
Maskh adalah perubahan bentuk dari manusia menjadi hewan atau makhluk lain yang hina. Ini adalah adzab yang pernah terjadi pada Bani Israil ketika mereka melanggar larangan berburu pada hari Sabtu, lalu Allah mengubah mereka menjadi kera.
Para ulama berbeda pendapat apakah maskh ini benar-benar terjadi di kalangan umat Nabi ﷺ atau hanya kiasan. Namun pendapat yang kuat menurut para ulama Ahlus Sunnah—sebagaimana ditegaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim—adalah bahwa maskh ini benar-benar terjadi secara hakiki pada sebagian umat ini sebagai bentuk adzab, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih lainnya tentang adanya maskh di akhir zaman.
3. Makna Qadzf (القذف)
Qadzf secara bahasa berarti melempar. Dalam konteks hadits ini, para ulama menafsirkannya sebagai pelemparan dari langit berupa batu, petir, atau suara keras yang membinasakan. Ini juga merupakan bentuk adzab yang pernah menimpa kaum 'Ad dan Tsamud.
Imam Ibnul Qayyim dalam Ighatsat al-Lahfan menjelaskan bahwa ketiga adzab ini (khosf, maskh, qadzf) adalah bentuk-bentuk kemurkaan Allah yang ditimpakan kepada hamba-hamba-Nya yang melanggar perintah-Nya dan melakukan kemaksiatan secara terang-terangan.
4. Sebab Turunnya Adzab Tersebut
Para ulama menjelaskan bahwa sebab utama turunnya adzab-adzab ini adalah:
- Perbuatan zina yang merajalela — sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits lain bahwa ketika zina telah terang-terangan, maka akan turun adzab.
- Meninggalkan amar ma'ruf nahi mungkar — ketika orang-orang shalih diam melihat kemungkaran, maka adzab akan turun meliputi mereka semua.
- Banyaknya musik dan alat-alat musik — sebagian ulama menyebutkan bahwa maskh terjadi karena banyaknya perbuatan zina dan musik.
Imam al-Barbahari dalam Syarh as-Sunnah menasihatkan agar kaum muslimin bersabar di atas kebenaran meskipun melihat kemungkaran merajalela, karena keselamatan ada pada mengikuti sunnah dan menjauhi perkara-perkara yang diharamkan.
5. Pelajaran dari Hadits Ini
Hadits ini mengajarkan kita beberapa hal penting:
- Bahwa adzab Allah itu nyata dan bisa turun kapan saja kepada siapa saja yang melanggar perintah-Nya.
- Bahwa umat Nabi ﷺ tidak luput dari kemungkinan terkena adzab jika mereka melakukan dosa-dosa besar.
- Pentingnya menjaga diri dari kemaksiatan dan senantiasa bertaubat kepada Allah.
- Pentingnya amar ma'ruf nahi mungkar sebagai benteng dari turunnya adzab.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa suatu ketika sahabat Abdullah bin Amr bin al-Ash—perawi hadits ini—sangat takut dengan berita-berita tentang adzab akhir zaman. Beliau dikenal sebagai sahabat yang sangat rajin beribadah dan banyak membaca kitab-kitab terdahulu. Suatu hari, beliau menangis tersedu-sedu ketika membaca berita tentang adzab yang akan menimpa umat ini. Maka beliau semakin giat beribadah dan menjauhi perkara-perkara yang diharamkan, karena yakin bahwa berita Rasulullah ﷺ pasti benar.
Kisah ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat serius menanggapi berita-berita ghaib dari Nabi ﷺ. Mereka tidak menganggapnya sebagai cerita biasa, tetapi menjadikannya sebagai motivasi untuk meningkatkan ketakwaan dan menjauhi kemaksiatan.
Kesimpulan Praktis
- Yakinlah bahwa semua berita Rasulullah ﷺ tentang tanda-tanda kiamat adalah benar dan pasti terjadi.
- Jauhi perbuatan zina, musik, dan kemaksiatan lainnya yang menjadi sebab turunnya adzab khosf, maskh, dan qadzf.
- Tegakkan amar ma'ruf nahi mungkar sesuai kemampuan, karena keengganan menegakkan kebaikan menjadi sebab turunnya adzab yang meliputi.
- Perbanyak taubat dan istighfar, karena taubat adalah penghapus dosa dan pencegah adzab.
- Jangan merasa aman dari adzab Allah, tetapi juga jangan berputus asa dari rahmat-Nya. Berdoalah agar Allah melindungi kita dari adzab dunia dan akhirat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.