Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini memberitakan bahwa di akhir zaman akan terjadi tiga azab besar: khasf (ditenggelamkan ke dalam bumi), maskh (diubah bentuk menjadi makhluk lain), dan qadzf (dilempari batu dari langit). Ini adalah peringatan Nabi ﷺ agar umat menjauhi sebab-sebab datangnya azab, yaitu kemaksiatan yang dilakukan secara terang-terangan. Hadits ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk mengajak kita bertaubat dan kembali kepada Allah.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang berkaitan:
QS. Al-Ankabut [29]: 40
وَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ
Terjemahan: "Dan masing-masing (dari mereka) Kami siksa karena dosanya. Maka di antara mereka ada yang Kami kirimkan kepadanya angin yang membawa batu kerikil, di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan. Dan Allah tidaklah menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri."
Hadits terkait dari kitab shahih:
Hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda tentang tanda-tanda akhir zaman, disebutkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, bahwa di antara tanda kiamat adalah munculnya khasf, maskh, dan qadzf. Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits-hadits tentang fitnah dan tanda kiamat dalam kitab shahih mereka.
Kaitan dengan ulama:
- Ibnu Majah (wafat 273 H) meriwayatkan hadits ini dalam Sunan-nya, Kitab al-Fitan, Bab al-Khusuf.
- Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya dan kitab An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim menjelaskan hadits-hadits fitnah dan tanda kiamat.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari membahas hadits-hadits khasf dan maskh ketika menjelaskan hadits-hadits Bukhari tentang fitnah.
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan makna khasf, maskh, dan qadzf.
- Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya tentang fitnah dan tanda kiamat menjelaskan hikmah di balik azab-azab ini.
Penjelasan Rinci
Makna tiga azab dalam hadits ini:
Pertama: Khasf (الخَسْف) — yaitu ditenggelamkannya seseorang atau suatu kaum ke dalam bumi. Allah pernah menenggelamkan Qarun ke dalam bumi sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa khasf adalah salah satu azab yang Allah turunkan kepada umat-umat yang mendustakan rasul dan berbuat maksiat.
Kedua: Maskh (المَسْخ) — yaitu diubahnya bentuk manusia menjadi bentuk makhluk lain, seperti babi, kera, atau hewan lainnya. Ini pernah terjadi pada Bani Israil yang melanggar larangan berburu di hari Sabtu, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Baqarah [2]: 65 dan QS. Al-A'raf [7]: 166. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa maskh adalah perubahan bentuk fisik sebagai hukuman dari Allah.
Ketiga: Qadzf (القَذْف) — yaitu dilempari dengan batu dari langit, sebagaimana yang menimpa kaum Nabi Luth 'alaihissalam. Allah berfirman dalam QS. Al-Hijr [15]: 74 tentang kaum Luth yang dilempari batu.
Sebab-sebab datangnya azab ini:
Para ulama yang tercantum dalam daftar rujukan menjelaskan bahwa sebab utama azab-azab ini adalah:
- Kemaksiatan yang dilakukan terang-terangan — Ibnu Rajab al-Hanbali menyebutkan bahwa ketika maksiat dilakukan secara terbuka dan tidak ada yang mengingkari, maka azab akan datang merata.
- Meninggalkan amar ma'ruf nahi mungkar — Ibnu Taymiyyah menjelaskan bahwa ketika umat meninggalkan amar ma'ruf nahi mungkar, maka Allah akan menurunkan azab.
- Bid'ah dan penyimpangan dalam agama — Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya menjelaskan bahwa bid'ah adalah pintu masuknya berbagai kerusakan dalam umat.
Perbedaan pendapat di antara ulama:
Sebagian ulama menjelaskan bahwa khasf, maskh, dan qadzf ini terjadi pada umat-umat terdahulu dan akan terulang pada umat ini di akhir zaman. Sebagian lain menjelaskan bahwa ini adalah tanda-tanda besar kiamat yang akan terjadi menjelang hari kiamat. Yang paling kuat — sebagaimana dijelaskan Ibnu Katsir dan Ibnu Hajar — adalah bahwa hadits ini mencakup keduanya: azab ini pernah terjadi pada umat terdahulu, dan akan terjadi lagi pada umat ini di akhir zaman sebagai peringatan dan hukuman atas kemaksiatan yang merajalela.
Hikmah hadits:
Hadits ini mengajarkan kita bahwa Allah Maha Adil dan Maha Kuasa. Azab bukanlah kezaliman, tetapi akibat dari perbuatan manusia sendiri. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Ankabut [29]: 40 di atas: "Dan Allah tidaklah menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri."
Story Telling
Kisah kaum Nabi Luth 'alaihissalam:
Nabi Luth 'alaihissalam diutus kepada kaum yang melakukan kemaksiatan yang belum pernah dilakukan oleh umat sebelumnya. Mereka melakukan perbuatan keji secara terang-terangan. Nabi Luth menyeru mereka siang dan malam, tetapi mereka semakin sombong dan menantang azab.
Ketika azab datang, Allah mengutus malaikat Jibril dan malaikat lainnya. Malaikat Jibril membalikkan negeri mereka, mengangkatnya ke langit lalu menjatuhkannya ke bumi. Allah berfirman dalam QS. Al-Hijr [15]: 74:
فَجَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ
Terjemahan: "Maka Kami jadikan bagian atas negeri itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras."
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa kaum Luth mengalami tiga azab sekaligus: khasf (ditenggelamkan), maskh (diubah bentuk), dan qadzf (dilempari batu). Ini menjadi pelajaran bagi umat setelahnya agar tidak melakukan kemaksiatan yang sama.
Kisah dari salaf:
Al-Hasan al-Bashri rahimahullah pernah berkata bahwa ketika suatu kaum melakukan maksiat secara terang-terangan, maka Allah akan menurunkan azab yang merata. Beliau juga mengingatkan bahwa azab tidak hanya menimpa pelaku maksiat, tetapi juga orang-orang yang diam saja dan tidak mengingkari kemungkaran.
Kesimpulan Praktis
- Bertaubatlah dengan segera — Jangan menunda taubat, karena azab bisa datang kapan saja tanpa kita sadari.
- Tinggalkan kemaksiatan, terutama yang dilakukan terang-terangan — Baik itu maksiat hati, lisan, maupun perbuatan.
- Tegakkan amar ma'ruf nahi mungkar — Sesuai kemampuan kita, dengan cara yang lembut dan penuh hikmah.
- Perbanyak istighfar dan doa — Memohon perlindungan Allah dari azab dunia dan akhirat.
- Jangan merasa aman dari azab Allah — Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-A'raf [7]: 99: "Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah? Tiada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi."
- Pelajari tanda-tanda kiamat — Agar kita semakin waspada dan mempersiapkan diri dengan amal saleh.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.