Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 4055 tentang Sepuluh tanda besar sebelum datangnya Hari Kiamat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu hadits shahih yang menjelaskan tentang tanda-tanda besar Hari Kiamat. Rasulullah ﷺ menyebutkan sepuluh tanda besar yang akan terjadi menjelang datangnya Hari Kiamat, yaitu: terbitnya matahari dari barat, munculnya Dajjal, asap (dukhan), binatang melata (dabbah), Ya'juj dan Ma'juj, turunnya Nabi Isa 'alaihis salam, tiga kali bumi terbenam (di timur, barat, dan Jazirah Arab), serta api besar yang menggiring manusia menuju tempat berkumpul (mahsyar). Hadits ini mengajarkan kita untuk bersiap diri dan tidak tenggelam dalam urusan dunia semata.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan Ibnu Majah, Kitab al-Fitan, Bab 'Alamat as-Sa'ah (Tanda-tanda Kiamat), no. 4055. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab al-Fitan wa Asyrat as-Sa'ah, Bab "Fima bayna yaday as-Sa'ah" (no. 2901) dari jalur periwayatan yang sama. Oleh karena itu, hadits ini shahih menurut kriteria Imam Muslim.

Adapun dalil dari Al-Qur'an yang berkaitan dengan tanda-tanda Kiamat, di antaranya firman Allah Ta'ala:

QS. Al-An'am [6]: 158

هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا أَنْ تَأْتِيَهُمُ الْمَلَائِكَةُ أَوْ يَأْتِيَ رَبُّكَ أَوْ يَأْتِيَ بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ ۗ يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا ۗ قُلِ انْتَظِرُوا إِنَّا مُنْتَظِرُونَ

"Tidaklah mereka menunggu-nunggu kecuali datangnya malaikat kepada mereka, atau datangnya Tuhanmu, atau datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah, 'Tunggulah! Sesungguhnya kami pun menunggu.'"

Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir al-Qur'an al-'Azhim menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "sebagian tanda-tanda Tuhanmu" dalam ayat ini adalah terbitnya matahari dari barat, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih. Ini adalah pendapat yang dipegang oleh para ulama salaf seperti Ibnu Abbas, Mujahid, dan Qatadah.

Penjelasan Rinci

Hadits ini datang dari sahabat Hudzaifah bin Asid Abu Sarihah radhiyallahu 'anhu. Beliau menceritakan bahwa ketika para sahabat sedang berbincang tentang Hari Kiamat, Rasulullah ﷺ muncul dari kamarnya dan menyebutkan sepuluh tanda besar tersebut.

Para ulama menjelaskan bahwa tanda-tanda ini disebut "besar" karena kejadiannya luar biasa dan berdampak sangat besar bagi seluruh umat manusia. Berbeda dengan tanda-tanda kecil yang sudah banyak terjadi, seperti diutusnya Nabi Muhammad ﷺ, wafatnya beliau, penaklukan Baitul Maqdis, dan lain-lain.

Mari kita rinci satu per satu:

1. Terbitnya matahari dari barat

Ini adalah tanda pertama yang paling agung. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa ketika matahari terbit dari barat, pintu taubat ditutup. Ini berdasarkan hadits shahih dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari barat, maka Allah menerima taubatnya." (HR. Muslim). Setelah tanda ini, iman seseorang yang belum beriman tidak lagi bermanfaat, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-An'am: 158 di atas.

2. Munculnya Dajjal

Dajjal adalah fitnah terbesar yang pernah ada di muka bumi. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa Dajjal akan muncul dari arah timur, mengaku sebagai tuhan, dan Allah memberinya kemampuan luar biasa sebagai ujian bagi manusia. Orang-orang beriman wajib berlindung kepada Allah dari fitnahnya, terutama saat membaca tasyahud akhir dalam shalat.

3. Asap (Dukhan)

Para ulama berbeda pendapat tentang hakikat asap ini. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa pendapat yang kuat adalah asap yang memenuhi bumi dan menimpa orang-orang kafir seperti siksaan, sementara orang-orang mukmin merasakannya seperti demam ringan. Ini berdasarkan QS. Ad-Dukhan [44]: 10-11.

4. Binatang melata (Dabbah)

Allah akan mengeluarkan seekor binatang dari bumi yang berbicara kepada manusia. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa binatang ini akan keluar di waktu pagi di Mina atau tempat lainnya, dan akan memberi tanda di wajah orang-orang mukmin dan kafir.

5. Ya'juj dan Ma'juj

Mereka adalah dua bangsa besar yang keluar setelah dinding yang dibangun Dzulqarnain terbuka. Mereka akan menyebar di muka bumi dengan jumlah yang sangat banyak dan menyebabkan kerusakan. Kemudian Allah mengirimkan ulat ke leher-leher mereka sehingga mereka binasa semuanya.

6. Turunnya Nabi Isa 'alaihis salam

Nabi Isa akan turun di menara putih sebelah timur Damaskus. Beliau akan memimpin umat Islam, membunuh Dajjal, menghancurkan salib, membunuh babi, dan menegakkan keadilan. Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa Nabi Isa akan berhukum dengan syariat Nabi Muhammad ﷺ, bukan dengan syariatnya yang dahulu.

7-9. Tiga kali bumi terbenam (Khasf)

Yaitu di timur, barat, dan Jazirah Arab. Ini adalah peristiwa bumi yang terbelah dan menenggelamkan apa yang ada di atasnya.

10. Api besar dari Yaman

Api yang keluar dari dasar bumi di daerah Aden Abyan (Yaman). Api ini akan menggiring manusia menuju tanah mahsyar (tempat berkumpul). Ia berhenti bersama mereka saat mereka berhenti, baik di malam hari maupun di siang hari.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan bahwa urutan tanda-tanda ini tidak harus terjadi sesuai urutan penyebutannya dalam hadits, kecuali terbitnya matahari dari barat yang merupakan tanda pertama yang memulai rangkaian tanda-tanda besar. Setelah itu, tanda-tanda lainnya datang silih berganti.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Hudzaifah bin Asid radhiyallahu 'anhu, perawi hadits ini, adalah salah satu sahabat yang sangat memperhatikan urusan akhirat. Beliau termasuk sahabat yang meriwayatkan banyak hadits tentang fitnah dan tanda-tanda Kiamat.

Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya bahwa ketika para sahabat sedang duduk-duduk membicarakan Hari Kiamat, tiba-tiba Rasulullah ﷺ muncul dari kamarnya. Beliau melihat mereka sedang serius membicarakan hal tersebut. Maka beliau pun menyampaikan hadits ini, seolah-olah ingin menegaskan bahwa membicarakan Hari Kiamat dan tanda-tandanya adalah perkara yang baik, selama tujuannya untuk meningkatkan keimanan dan kesiapan diri, bukan untuk berdebat yang sia-sia.

Para sahabat sering membicarakan Hari Kiamat karena hal itu membuat hati mereka menjadi lembut, mata mereka menangis, dan semangat ibadah mereka meningkat. Ini menunjukkan bahwa mengingat kematian dan Hari Akhir adalah salah satu cara terbaik untuk melunakkan hati dan menjauhkan diri dari cinta dunia yang berlebihan.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah bahwa Hari Kiamat pasti datang — tidak ada keraguan sedikit pun. Allah Ta'ala berfirman bahwa kedatangannya hanya butuh sekali tiupan saja.
  2. Persiapkan diri dengan iman dan amal shalih — karena setelah matahari terbit dari barat, taubat tidak lagi diterima.
  3. Jangan tenggelam dalam urusan dunia — karena tanda-tanda Kiamat sudah banyak yang muncul. Sebagian ulama menyebutkan bahwa kita mungkin sudah berada di akhir zaman.
  4. Perbanyak doa memohon perlindungan dari fitnah Dajjal — terutama dalam tasyahud akhir setiap shalat.
  5. Jadikan hadits ini sebagai pengingat — bahwa kehidupan dunia ini sementara dan akan segera berakhir.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.