Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 4047 tentang Tanda kiamat: harta melimpah, fitnah, dan banyak pembunuhan

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengabarkan tentang tanda-tanda dekatnya hari Kiamat, yaitu ketika harta benda melimpah ruah, berbagai fitnah (ujian dan kekacauan) bermunculan, dan pembunuhan (al-harj) menjadi sangat banyak. Para sahabat bertanya tentang makna al-harj, dan Nabi ﷺ menjelaskan bahwa itu adalah pembunuhan, diulang tiga kali untuk menekankan betapa banyak dan dahsyatnya peristiwa tersebut. Ini adalah kabar ghaib dari Nabi ﷺ yang sebagiannya telah kita saksikan di zaman ini.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Al-Fitan, Bab 'Alamat As-Sa'ah' (no. 4047), dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dengan redaksi yang serupa.

Dalil dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

"Dan sungguh, Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah [2]: 155)

Ayat ini menunjukkan bahwa ujian berupa kekurangan harta dan jiwa adalah bagian dari sunnatullah, dan puncaknya adalah banyaknya pembunuhan sebagai salah satu tanda kiamat.

Hadits terkait:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ الْهَرْجُ قَالُوا وَمَا الْهَرْجُ قَالَ الْقَتْلُ الْقَتْلُ

"Kiamat tidak akan terjadi hingga banyak terjadi al-harj." Para sahabat bertanya, "Apa itu al-harj?" Beliau menjawab, "Pembunuhan, pembunuhan." (HR. Muslim no. 157)

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa al-harj adalah pembunuhan, dan maknanya adalah pembunuhan yang banyak terjadi tanpa sebab yang jelas, sehingga orang yang membunuh tidak tahu mengapa ia membunuh, dan yang dibunuh tidak tahu mengapa ia dibunuh.
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fath Al-Bari menukil perkataan ulama bahwa al-harj dalam bahasa Yaman berarti pembunuhan, dan disebutkan bahwa maknanya adalah kekacauan yang membawa pada pembunuhan massal.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung tiga tanda besar dekatnya Kiamat:

  1. Melimpahnya Harta (يَفِيضَ الْمَالُ): Ini bukan berarti semua orang menjadi kaya, tetapi harta menjadi sangat banyak dan tidak ada lagi yang mau menerima zakat atau sedekah karena semua merasa cukup. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadits lain bahwa seseorang akan berkeliling mencari penerima zakat namun tidak menemukannya. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan bahwa ini adalah salah satu tanda kekuasaan Allah, di mana bumi mengeluarkan berkahnya, namun ini terjadi di akhir zaman.
  2. Munculnya Fitnah (وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ): Fitnah di sini adalah ujian dan musibah yang menimpa umat, baik berupa syubhat (kekacauan pemahaman) maupun syahwat (hawa nafsu). Imam Ibnul Qayyim Al-Jawziyyah dalam kitabnya Ighatsatul Lahfan menjelaskan bahwa fitnah adalah ujian yang Allah timpakan untuk membedakan antara yang jujur dan yang dusta, antara yang sabar dan yang tergesa-gesa. Fitnah ini bisa berupa perang saudara, perpecahan umat, dan tersebarnya kebid'ahan.
  3. Banyaknya Pembunuhan (وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ): Nabi ﷺ menjelaskan bahwa al-harj adalah pembunuhan. Ini menunjukkan bahwa di akhir zaman, nyawa manusia menjadi sangat murah. Imam Al-Barbahari dalam Syarhus Sunnah menyebutkan bahwa di antara tanda kiamat adalah banyaknya pembunuhan tanpa alasan yang dibenarkan syariat, bahkan pembunuh tidak tahu mengapa ia membunuh dan yang dibunuh tidak tahu mengapa ia dibunuh. Ini adalah puncak dari hilangnya rasa aman dan kasih sayang di tengah masyarakat.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa banyaknya pembunuhan adalah akibat dari hilangnya iman dan akhlak mulia. Ketika manusia menjauh dari petunjuk Allah, maka darah menjadi halal, dan ini adalah kemurkaan Allah atas hamba-Nya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah pernah ditanya tentang tanda-tanda kiamat. Beliau menangis dan berkata, "Wahai saudaraku, sungguh di antara tanda-tandanya adalah ketika orang-orang yang jujur dianggap dusta, dan orang-orang yang dusta dipercaya. Ketika amanah hilang, dan pembunuhan dianggap perkara biasa. Maka berlindunglah kepada Allah dari kejahatan fitnah yang nampak maupun yang tersembunyi."

Kisah ini menggambarkan bagaimana para salaf sangat takut akan masa di mana nyawa manusia menjadi murah dan pembunuhan merajalela. Mereka memahami bahwa ini adalah ujian terbesar bagi umat, dan mereka berlindung kepada Allah dari masa tersebut.

Kesimpulan Praktis

  1. Meyakini kabar ghaib: Kita wajib meyakini bahwa semua yang dikabarkan Nabi ﷺ adalah benar, termasuk tanda-tanda kiamat ini.
  2. Menjaga diri dari fitnah: Kita harus berusaha menjauhi sumber-sumber fitnah, baik fitnah syubhat maupun syahwat, dengan memperkuat ilmu dan iman.
  3. Menghargai nyawa: Islam sangat menjaga jiwa. Kita harus menjauhi segala bentuk kekerasan dan pembunuhan, serta berusaha menjadi penebar kedamaian.
  4. Memperbanyak doa: Kita dianjurkan untuk berdoa memohon perlindungan dari fitnah, sebagaimana doa yang diajarkan Nabi ﷺ: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah, baik yang nampak maupun yang tersembunyi."
  5. Mempersiapkan diri: Dengan banyaknya tanda kiamat, kita harus semakin giat beribadah dan mempersiapkan bekal untuk akhirat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?