Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menggambarkan betapa dekatnya waktu diutusnya Nabi Muhammad ﷺ dengan datangnya hari kiamat. Beliau mengumpamakan jarak tersebut seperti dua jari yang berdekatan, yaitu jari telunjuk dan jari tengah. Ini adalah kabar bahwa kita hidup di akhir zaman, dan sudah seharusnya kita mempersiapkan diri dengan bekal iman dan amal shalih.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Al-Fitan, Bab 'Alamat As-Sa'ah' (no. 4040), dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dengan redaksi yang serupa.
Teks Arab Hadits (sebagaimana yang Anda cantumkan):
حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ، وَأَبُو هِشَامٍ الرِّفَاعِيُّ مُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ قَالاَ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ، حَدَّثَنَا أَبُو حَصِينٍ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ " بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ " . وَجَمَعَ بَيْنَ إِصْبَعَيْهِ .
Terjemahan: "Aku diutus (dan jarak antara aku) dengan hari kiamat adalah seperti dua jari ini." Beliau menggabungkan kedua jarinya (telunjuk dan jari tengah).
Dalil pendukung dari Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman:
اِقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ
"Telah dekat (datangnya) saat (hari kiamat) dan telah terbelah bulan."
(QS. Al-Qamar [54]: 1)
Ayat ini menegaskan bahwa kedatangan hari kiamat sudah sangat dekat, sebagaimana isyarat dalam hadits di atas.
Kaitan dengan Ulama:
Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah, seperti Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari dan Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim, menjelaskan bahwa makna hadits ini adalah untuk menunjukkan dekatnya waktu hari kiamat relatif terhadap umat-umat sebelumnya. Mereka menegaskan bahwa tidak ada nabi lagi setelah Nabi Muhammad ﷺ, dan beliau adalah penutup para nabi.
Penjelasan Rinci
Hadits ini adalah salah satu mukjizat dan kabar penting dari Nabi ﷺ. Beliau mengumpamakan jarak antara masa beliau diutus dengan hari kiamat seperti jarak antara dua jari yang berdekatan. Ini bukan berarti hari kiamat akan terjadi di masa beliau hidup, tetapi ini menunjukkan bahwa setelah diutusnya beliau, tidak ada lagi nabi yang akan datang. Maka, jarak antara beliau dan hari kiamat hanyalah masa umatnya, yang jika dibandingkan dengan umur dunia, sangatlah singkat.
Penjelasan dari para ulama:
- Imam Ibnu Hajar al-Asqalani (wafat 852 H) dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan dekatnya hari kiamat. Beliau menukil bahwa yang dimaksud adalah tidak ada lagi nabi setelah beliau, sehingga jarak antara beliau dan hari kiamat adalah masa umatnya.
- Imam An-Nawawi (wafat 676 H) dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "dua jari" adalah jari telunjuk dan jari tengah. Ini adalah permisalan yang sangat jelas tentang dekatnya hari kiamat.
- Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (wafat 1421 H) dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini adalah peringatan bagi kita untuk tidak terlena dengan dunia. Karena kita adalah umat yang hidup di akhir zaman, maka kita harus senantiasa bersiap diri.
- Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di (wafat 1376 H) dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kedekatan hari kiamat adalah hal yang pasti, dan manusia hendaknya mempersiapkan diri dengan taubat dan amal shalih.
Pelajaran penting dari hadits ini:
- Hari kiamat itu pasti dan dekat.
- Nabi Muhammad ﷺ adalah nabi terakhir, tidak ada nabi setelahnya.
- Kita harus senantiasa waspada dan tidak lengah, karena kematian bisa datang kapan saja, dan kiamat adalah akhir dari kehidupan dunia ini.
- Hadits ini juga memotivasi kita untuk memperbanyak amal shalih dan segera bertaubat dari segala dosa.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa suatu ketika, Nabi ﷺ pernah bersabda tentang dekatnya hari kiamat. Para sahabat pun bertanya-tanya tentang tanda-tandanya. Di antara tanda yang beliau sebutkan adalah diutusnya beliau sendiri. Ini menunjukkan bahwa kita adalah umat yang paling akhir, dan jarak kita dengan hari kiamat sangatlah dekat.
Dahulu, para salafus shalih sangat takut jika mereka mati dalam keadaan belum bertaubat. Al-Hasan al-Bashri (wafat 110 H) pernah berkata, "Wahai manusia, sesungguhnya kalian tidak akan selamat kecuali dengan amal shalih. Maka perbaikilah hati kalian, karena sesungguhnya hari kiamat itu sangat dekat." Beliau sering menangis ketika mengingat kematian dan hari perhitungan.
Kisah ini mengajarkan kita untuk tidak menunda-nunda taubat dan selalu mengingat kematian. Karena kematian adalah pintu menuju hari kiamat bagi setiap individu.
Kesimpulan Praktis
- Yakinlah bahwa hari kiamat itu dekat. Jadikan keyakinan ini sebagai motivasi untuk beramal shalih.
- Segera bertaubat dari segala dosa dan kesalahan sebelum ajal menjemput.
- Perbanyak ibadah dan amal kebaikan, karena bekal terbaik untuk hari akhir adalah takwa.
- Jangan terlena dengan kehidupan dunia, karena dunia hanyalah persinggahan sementara.
- Perbanyak mengingat kematian, karena dengan mengingatnya, hati akan menjadi lembut dan tidak mudah terjerumus dalam maksiat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.