Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengabarkan tentang kondisi akhir zaman, bahwa yang tersisa dari dunia ini hanyalah cobaan dan fitnah. Ini bukan berarti dunia tidak lagi memiliki kebaikan sama sekali, melainkan porsinya semakin sedikit dan ujiannya semakin berat. Ini adalah kabar dari Nabi ﷺ agar kita bersiap, memperbanyak doa, dan memegang teguh agama di tengah gelombang ujian.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Ibnu Majah:
Teks Arab hadits (sesuai yang Anda cantumkan):
<p>حَدَّثَنَا غِيَاثُ بْنُ جَعْفَرٍ الرَّحْبِيُّ، أَنْبَأَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، سَمِعْتُ ابْنَ جَابِرٍ، يَقُولُ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا عَبْدِ رَبِّهِ، يَقُولُ سَمِعْتُ مُعَاوِيَةَ، يَقُولُ سَمِعْتُ النَّبِيَّ ـ ﷺ ـ يَقُولُ " لَمْ يَبْقَ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ بَلاَءٌ وَفِتْنَةٌ " .</p>
Terjemahan: Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Saya mendengar Nabi ﷺ bersabda: ‘Tidak ada yang tersisa dari dunia ini kecuali cobaan dan fitnah.’”
Ayat Al-Qur'an yang Relevan:
QS. Al-Kahfi [18]: 7
إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
"Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka, siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya."
Kaitan dengan Ulama:
- Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam kitabnya Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa fitnah dan cobaan adalah sunnatullah bagi hamba-hamba-Nya, dan puncaknya adalah di akhir zaman ketika kebenaran menjadi asing.
- Syeikh Abdurrahman as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ujian adalah cara Allah membedakan antara yang jujur dan yang dusta dalam pengakuan imannya.
Penjelasan Rinci
Para ulama memahami hadits ini dalam beberapa poin penting:
1. Makna "Tidak tersisa kecuali cobaan dan fitnah"
Ini bukan berarti dunia menjadi kosong dari kebaikan, tetapi maknanya adalah:
- Porsi kesenangan dan kemudahan semakin berkurang.
- Ujian dan cobaan semakin dominan.
- Fitnah (kebingungan, kesesatan, dan ujian) semakin banyak dan berat.
Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Bersegeralah beramal sebelum datangnya fitnah-fitnah seperti potongan malam yang gelap..." Ini menunjukkan bahwa fitnah di akhir zaman itu dahsyat dan menuntut kita bersegera dalam kebaikan.
2. Sifat fitnah di akhir zaman
Imam Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa fitnah yang dimaksud dalam hadits-hadits akhir zaman adalah perkara yang mengaburkan kebenaran, sehingga banyak orang tidak mampu membedakan mana yang haq dan mana yang batil. Ini sesuai dengan hadits Nabi ﷺ bahwa yang selamat adalah yang berpegang pada sunnahnya ketika umat terpecah belah.
3. Sikap yang benar menghadapi kondisi ini
Imam Ahmad bin Hanbal dalam Ushul as-Sunnah menekankan pentingnya:
- Tetap berpegang pada Al-Qur'an dan Sunnah.
- Menjauhi perdebatan yang tidak bermanfaat.
- Memperbanyak doa meminta keselamatan, sebagaimana doa yang diajarkan Nabi ﷺ: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keselamatan di dunia dan akhirat."
4. Bukan alasan untuk berputus asa
Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa hadits ini bukan untuk membuat kita pesimis, tetapi untuk menyadarkan kita agar tidak terlena dengan dunia. Justru di tengah banyaknya fitnah, amal yang kecil dan istiqamah menjadi sangat berharga di sisi Allah.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Imam Fudail bin 'Iyadh — seorang ulama besar yang sangat wara' — pernah ditanya tentang kondisi zaman. Beliau menangis dan berkata: "Jika kalian bertanya tentang zaman, maka zaman yang paling baik adalah zaman ketika Al-Qur'an dan Sunnah diamalkan. Adapun zaman kita ini, maka yang tersisa hanyalah ujian demi ujian. Maka berlindunglah kepada Allah dari keburukan zaman, dan perbaikilah hati kalian, karena hati yang baik akan selamat di tengah zaman yang buruk."
Kisah ini mengajarkan kita bahwa di tengah banyaknya fitnah, kunci keselamatan adalah hati yang bersih dan istiqamah dalam ketaatan.
Kesimpulan Praktis
- Sadari kondisi zaman — kita hidup di masa banyak fitnah, maka jangan heran jika banyak ujian datang.
- Perbanyak doa keselamatan — minta kepada Allah agar dijauhkan dari fitnah yang menyesatkan.
- Istiqamah dalam ketaatan — sekecil apa pun amal, jika istiqamah, ia akan menjadi penyelamat.
- Jangan berputus asa — ini kabar agar kita waspada, bukan untuk menyerah.
- Perbaiki hati — hati yang bersih akan menjadi cahaya di tengah kegelapan fitnah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.