Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengabarkan bahwa umat Islam akan terpecah menjadi 72 golongan, dan hanya satu golongan yang selamat dari neraka. Golongan yang selamat itu adalah Al-Jama'ah, yaitu mereka yang berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah Nabi ﷺ serta pemahaman para sahabat. Ini adalah peringatan sekaligus kabar gembira agar kita senantiasa bersatu di atas kebenaran dan menjauhi perpecahan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Al-Fitan, Bab Iftiraq Al-Umam, no. 3993, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.
Teks Arab Hadits:
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، حَدَّثَنَا أَبُو عَمْرٍو، حَدَّثَنَا قَتَادَةُ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ " إِنَّ بَنِي إِسْرَائِيلَ افْتَرَقَتْ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِينَ فِرْقَةً وَإِنَّ أُمَّتِي سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلاَّ وَاحِدَةً وَهِيَ الْجَمَاعَةُ " .
Makna Ringkas: Sesungguhnya Bani Israil terpecah menjadi 71 golongan, dan umatku akan terpecah menjadi 72 golongan, semuanya di neraka kecuali satu, yaitu Al-Jama'ah.
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Al-Hakim dengan lafaz yang semakna. Dalam riwayat At-Tirmidzi (no. 2641) dari Abdullah bin Amr, Nabi ﷺ menjelaskan bahwa golongan yang selamat adalah "ma ana 'alaihi wa ashhabi" (yang berpegang pada apa yang aku dan para sahabatku berada di atasnya).
Penjelasan Rinci
Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan beberapa poin penting dari hadits ini:
1. Makna "Kulluha fin Nar" (Semuanya di Neraka)
Imam At-Tirmidzi setelah meriwayatkan hadits ini berkata: "Makna 'semuanya di neraka' dalam hadits ini menurut Ahlul Ilmi adalah fitnah (kesesatan) yang mereka bawa, bukan berarti semua pengikutnya kekal di neraka. Karena Ahlus Sunnah wal Jama'ah meyakini bahwa pelaku dosa besar tidak kekal di neraka selama masih ada keimanan di hatinya."
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu' Fatawa menjelaskan bahwa yang dimaksud "semuanya di neraka" adalah ancaman bagi golongan yang menyelisihi kebenaran. Namun, di antara mereka ada yang masuk neraka sementara, dan ada yang kekal bagi yang keluar dari Islam.
2. Siapa Al-Jama'ah Itu?
Imam Al-Barbahari dalam Syarhus Sunnah menjelaskan: "Al-Jama'ah adalah mereka yang berpegang teguh pada Al-Qur'an, Sunnah, dan ijma' (kesepakatan) para sahabat. Mereka adalah orang-orang yang bersatu di atas kebenaran, walaupun jumlah mereka sedikit."
Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Jami'ul Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa Al-Jama'ah yang dimaksud bukan sekadar berkumpul secara fisik, tetapi berkumpul di atas kebenaran. Beliau menukil perkataan Imam Al-Hasan Al-Bashri: "Jika manusia telah berselisih, maka engkau ikuti golongan yang paling dekat dengan kebenaran, walaupun engkau sendirian."
3. Ciri-ciri Firqah Najiyah (Golongan yang Selamat)
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa golongan yang selamat adalah mereka yang:
- Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya sesuai yang diajarkan Al-Qur'an dan Sunnah
- Mengikuti manhaj (jalan) para sahabat dalam memahami agama
- Menjauhi bid'ah dan perselisihan yang tercela
4. Perpecahan yang Terjadi
Imam Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menyebutkan bahwa perpecahan umat ini telah terjadi sejak masa Khawarij, Syi'ah, Mu'tazilah, dan terus berlanjut hingga muncul berbagai firqah (golongan) yang menyelisihi Ahlus Sunnah.
5. Sikap Kita Terhadap Perpecahan
Imam Asy-Syafi'i rahimahullah berkata: "Aku berpegang dengan sunnah Nabi ﷺ dan ijma' para sahabat, dan aku meninggalkan apa yang menyelisihi keduanya." Beliau juga berkata: "Jika ada hadits shahih dari Rasulullah ﷺ, maka itulah madzhabku."
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallahu 'anhu, beliau bertanya kepada Nabi ﷺ: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami dahulu dalam keadaan jahiliyah dan keburukan, lalu Allah mendatangkan kebaikan ini (Islam). Apakah setelah kebaikan ini ada keburukan?" Nabi ﷺ menjawab: "Ya." Hudzaifah bertanya lagi: "Apakah setelah keburukan itu ada kebaikan?" Nabi ﷺ menjawab: "Ya, dan di dalamnya ada kabar asap (kekeruhan)." Hudzaifah bertanya: "Apa kabar asap itu?" Nabi ﷺ menjawab: "Suatu kaum yang mengajak kepada selain sunnahku. Engkau mengenal mereka dan mengingkari mereka." (HR. Muslim)
Kisah ini menunjukkan bahwa perpecahan dan ajakan menyelisihi sunnah akan selalu ada. Tugas kita adalah mengenali kebenaran, berpegang teguh padanya, dan mengingkari kebatilan dengan cara yang benar.
Kesimpulan Praktis
- Berpegang teguhlah pada Al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman para sahabat, karena itulah jalan selamat.
- Jauhi perpecahan dan perselisihan yang tercela dalam urusan agama.
- Pelajari agama dari sumber yang benar yaitu Al-Qur'an, hadits shahih, dan penjelasan para ulama Ahlus Sunnah.
- Bersatu di atas kebenaran walaupun jumlah yang di atas kebenaran itu sedikit.
- Jangan mudah mengkafirkan atau menyesatkan sesama muslim, karena urusan ini sangat berbahaya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.