Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan kita adab ketika mengalami mimpi buruk. Mimpi buruk berasal dari setan, sedangkan mimpi baik berasal dari Allah. Jika kita bermimpi buruk, kita dianjurkan untuk: (1) meludah ke kiri tiga kali, (2) meminta perlindungan kepada Allah dari setan, dan (3) mengubah posisi tidur. Ini semua adalah bentuk ikhtiar batin dan lahir agar gangguan setan tidak berlanjut.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Ibnu Majah:
Teks hadits yang Anda sampaikan sudah benar dan lengkap. Hadits semakna juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim dari sahabat Abu Qatadah radhiyallahu 'anhu. Dalam Shahih al-Bukhari, lafaznya:
عَنْ أَبِي قَتَادَةَ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: الرُّؤْيَا مِنَ اللهِ وَالْحُلْمُ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يَكْرَهُ فَلْيَبْصُقْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثًا، وَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنْ شَرِّهَا، فَإِنَّهَا لَا تَضُرُّهُ
"Mimpi itu dari Allah dan mimpi buruk dari setan. Jika salah seorang dari kalian melihat sesuatu yang tidak disukainya, maka hendaklah ia meludah ke sebelah kirinya tiga kali dan meminta perlindungan kepada Allah dari keburukannya, maka mimpi itu tidak akan membahayakannya." (HR. al-Bukhari, no. 5747)
Ayat Al-Qur'an yang terkait dengan perlindungan dari setan:
QS. An-Nahl [16]: 98
فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
"Apabila engkau membaca Al-Qur'an, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk."
Penjelasan Ulama:
- Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa perintah meludah ke kiri adalah isyarat untuk membuang gangguan setan ke arah yang tidak disukai, karena sisi kiri adalah tempat yang hina.
- Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan hikmah meludah ke kiri adalah karena setan berada di sisi kiri manusia, dan ludah adalah sesuatu yang kotor sehingga pantas dilemparkan ke arah musuh.
- Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menegaskan bahwa mimpi buruk tidak boleh diceritakan kepada orang lain, dan dianjurkan untuk bangun lalu shalat jika memungkinkan.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa mimpi terbagi menjadi tiga macam:
- Mimpi baik (ru'ya) — berasal dari Allah sebagai kabar gembira bagi hamba-Nya.
- Mimpi buruk (hulm) — berasal dari setan untuk menakut-nakuti dan mengganggu.
- Mimpi dari bisikan hati — apa yang sedang dipikirkan seseorang.
Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya menjelaskan bahwa setan bermain-main dengan manusia saat tidur, menampilkan gambaran-gambaran yang menakutkan untuk membuat manusia gelisah. Maka syariat memberikan obat yang lengkap:
Pertama: Meludah ke kiri tiga kali. Ini adalah tindakan fisik yang menunjukkan penolakan terhadap gangguan setan. Ludah adalah sesuatu yang kotor, dan melemparkannya ke kiri (tempat setan) adalah bentuk penghinaan terhadap setan.
Kedua: Meminta perlindungan kepada Allah. Ini adalah obat batin yang paling utama. Kita mengakui kelemahan kita dan berlindung kepada Allah dari kejahatan setan. Syaikh Abdurrahman as-Sa'di menjelaskan bahwa isti'adzah adalah senjata orang beriman.
Ketiga: Mengubah posisi tidur. Ini adalah tindakan preventif agar tidak terus-menerus berada dalam kondisi yang sama. Imam al-Bukhari meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ juga menganjurkan untuk bangun dan shalat jika mimpi buruk mengganggu.
Imam Ibnu Rajab al-Hanbali menambahkan bahwa mimpi buruk tidak membahayakan orang yang mengamalkan adab ini, karena ia telah melawan setan dengan cara yang diajarkan Nabi ﷺ.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal pernah ditanya tentang mimpi buruk yang sering mengganggu seseorang. Beliau menjawab: "Jika ia melaksanakan apa yang diperintahkan Nabi ﷺ — meludah ke kiri, ber-isti'adzah, dan mengubah posisi tidur — maka setan tidak akan mampu mengganggunya, karena setan lari dari orang yang berdzikir kepada Allah."
Dalam riwayat lain, Abu Qatadah radhiyallahu 'anhu — perawi hadits ini — adalah sahabat yang terkenal pemberani dan sering bersama Nabi ﷺ dalam peperangan. Beliau meriwayatkan hadits ini kepada kita agar kita tidak takut pada mimpi buruk, karena mimpi buruk hanyalah tipu daya setan yang lemah di hadapan orang yang beriman.
Kesimpulan Praktis
- Ketika bangun dari mimpi buruk, jangan panik — sadari bahwa ini gangguan setan.
- Meludahlah ke kiri tiga kali (bisa ke tempat tidur atau ke arah kiri).
- Ucapkan ta'awudz: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ (Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk) tiga kali.
- Ubah posisi tidur atau bangun dan berwudhu lalu shalat.
- Jangan menceritakan mimpi buruk kepada orang lain.
- Jika mimpi baik, pujilah Allah dan ceritakan kepada orang yang dicintai.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.